
Sudah dua hari sejak Bagas di rumah sakit, infus yang terpasang di tangannya sudah dilepas. Banyak mahasiswa yang sekelas dengannya datang untuk menjenguknya karena mendengar berita bahwa ketua kelas mereka tengah di rawat di rumah sakit, terutama penghuni wanita di kelas mereka.
"Bagas kamu sudah nggak apa apa kan, ini aku bawain buah sama susu diminum ya sepi tau nggak ada kamu" ucap Rosa memberi bingkisan pada Bagas yang dibungkusnya dengan cantik sambil memanyun manyunkan bibirnya mencari perhatian, Nasya yang duduk di dekat jendela hanya memandang mereka dengan senyum palsunya
"perasaan gue nggak heboh deh dikelas selama ini" dengan wajah datar dan dinginnya
"kan kalo nggak ada kamu kelas kita jadi nggak ada pemimpinnya deh" ucap teman Rosa yang ada disampingnya dengan nada manja, Nasya hanya menghela nafas dan menyimak perbincangan mereka yang tidak begitu lama karna Bagas membuat alasan bahwa dokter akan segera datang memeriksanya dan akhirnya mereka berdua pergi dari kamar itu.
Nasya menurunkan bingkisan yang mereka bawa dari atas kasur. Terlihat wajah betenya yang sedang membereskan bingkisan yang jumlahnya bahkan sampai puluhan dengan bungkus yang rata rata dihias dengan cantik.
"idol dari boy band mana pak, bingkisannya banyak banget" ucap Nasya sambil menyusun bingkisan bingkisan itu. Bagas hanya tertawa melihat tingkah cemburu wanitanya, dia bahkan tidak marah marah dan hanya terus membersihkan.
"sayang, cemburunya gitu amat, nanti CS di RS ini nggak jadi bersih bersih loh kalo kamu beresin semuanya sampe kinclong" kata Bagas sambil tertawa melihat Nasya yang tidak berhenti menyelesaikan kegiatannya itu
"ini banyak banget loh, mau di apain nih" kata Nasya sambil menunjjuk tumpukan bingkisan disamping ranjang Bagas
"bagiin aja nanti kalo Hendra dan dua teman kamu kesini" kata Bagas dengan santainya
"okeey" jawab lalu mengistirahatkan tubuhnya di kursi yang ada disamping ranjang Bagas
Tok tok tok Drreek
Terdengar suara pintu terbuka dan itu adalah dokter yang merawat Bagas selama dia sakit. Dokter itu memeriksa keadaannua dan menjelaska bahwa Bagas sudah boleh pulang siang ini dengn catatan tidak terlalu banyak melakukan kegiatan yang cukup berat.
Nasya sangat senang mendengarnya sampai senyum lebarnya yang tersungging di bibirnya tidak kunjung menurun karena berita baik yang didengarnya.
"terimakasih dokter oh iya, ini buat dokter terimakasih sudah bekerja sangat keras selama ini" Nasya memberikan bingkisan yang cukup besar dan beberapa susu dan jus buah kemasan yang cukup besar.
"aduh, jangan repot repot saya sangat senang menolong saudari Bagas karena mendapat hal baru yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan dari pengalaman medis pada kesembuhannya saudara Bagas"
"terimakasih dok" sambil membungkukkan badannya sedikit
"sama sama, terimakasih pemberiannya, saya permisi dulu" dokter kembali keruangannya, tinggal mereka berdua dimakamar itu.
"selamat sayang akhirnya kamu pulang, aku seneng banget" Nasya melompat girang lalu memeluk Bagas
"sesenang itu"
Nasya hanya mengangguk, dia mengambil ponselnya dan segera memberi tau teman temannya bahwa Bagas sudah bisa pulang hari ini, jadi mereka tidak perlu datang menjenguk lagi. Nasya segera membereskan barang barang mereka dan menunggu waktu pulang kerumah tiba.
__ADS_1
...****...
ting
Terdengar suara pintu lift terbuka, mereka berdua sudah tiba di apartemen Bagas. Saking banyaknya bawaan Nasya, dia membawanya menggunakan troli milik staf di lobi.
"urineun jibe ganda (kita pulang)" kata Nasya menyapa rumah Bagas dengan wajah senang, dia menyambut rumah Bagas yang beberapa hari kosong itu meskipun tidak ada yang menyaut didalamnya
Nasya membereskan barang barang yang mereka bawa dan membersihkan rumah luas Bagas, Bagas sudah menyarankan memakai jasa pembersih namun Nasya menolak dan akhirnya dia mengerjakan semuanya. Nasya membuka kulkas dan isinya kosong, hanya ada air putih dan kehampaan didalamnya. Dia mengambil dompetnya dan bertanya pada Bagas.
"sayang, dibawah ada super market nggak, aku mau belanja buat makan malam" tanya Nasya sambil memegang dompet di tangannya
"ada kok, mau kemana?"
"mau belanja, buat isi kulkas kosong soalnya" jelas Nasya kepada Bagas
"ikut yank" rengek Bagas, Nasya berusaha untuk melarangnya ikut karena dia baru saja keluar dari rumah sakit, namun Bagas masih tetap ngotot dan akhirnya dia ikut juga.
Nasya mengambil troli dan mulai mengelilingi supermarket dengan catatan yang ada di hp yang sedang digenggamnya. Bagas hanya berjalan dan mengikuti disamping Nasya sambil melihat sekelilingnya.
"Bagas.."
"emm kenapa sayang"
"johayo (aku suka) lalu ceritamu sudah selesai?"
"belum, lalu aku tidak sengaja melihat pesan dan membukanya" Bagas diam sejenak, dia berusaha menyembunyikan ekspresi kagetnya dan berusaha setenang mungkin
"mesiji nugu ? (pesan siapa?)" tanya Bagas kepada Nasya karena takut pesan yang di buka Nasya adalah percakapannya dengan Anna
"pesan Putri, aku juga izin menscreenshoot pesannya dan aku kirim ke Hp ku, maaf ya" Bagas sangat lega karrna itu hanya pesan Putri, bukan Anna, Bagas takut rencananya tentang kasus Nasya bocor
"ooh pesan Putri, lalu dia bilang apa sayang?" tanya Bagas kepada Nasya
"nanti, kamu liat sendiri ya"
Bagas melihat ekspresi Nasya yang berubah, membuatnya berfikir bahwa itu bukan sesuatu yang baik untuk di bahas saat ini. Bagas memilih untuk tidak menanyakannya lagi dan menyelesaikan belanja mereka.
Nit nit nit, terdengar suara mesin barkode dimesin kasir, terlihat mas mas penjaga kasir sedang meng scan barang barang yang mereka beli. Nasya membuka dompetnya dan menagmbil kartunya, namun tangan Bagas lebih dulu menahan tangannya.
__ADS_1
"eits nae uimureul dahage haejuseyo (izinkan aku memenuhi kewajiban ku sayang)" kata Bagas dan memberikan kartunya pada mas kasir
"neo mwoya (apa sih kamu)" Nasya tersenyum dan menoel lengan Bagas yang berkata lebay disampingnya
Nasya membawa semua belanjaan dan Bagas, tentu saja tidak mendapat izin Nasya untuk membantunya mengangkat barang, dia hanya disuruh berjalan disampingnya sampai masuk kedalam rumah.
"aaah akhirnya sampai"
Nasya meletakkan barang belanjaannya di depan kulkas dan langsung menyusunnya. Lagi lagi Bagas datang dan bilang ingin membantu. Nasya menatik nafasnya dan menyuruh Bagas untuk istirahat
"jagia geunyang anja, dangsineun jeomjeom naajigo isseuni swiseyo (sayang kamu duduk saja, kamu baru saja sembuh jadi istirahatlah kumohon)" omel Nasya kepada Bagas yang tidak bisa diam itu
"hajiman, nan dobgo sipeo (tapi, aku ingin membantu)" muka Bagas murung, dia tidak dapat melakukan apapun untuk membantu wanitanya, dia merasa seperti orang yang tidak berguna.
(eohyu neomu gwiyeowoyo, eottaeyo (ugh dia sangat imut, bagaimana ini)) batin Nasya melihat ekspresi Bagas yang belum pernah dia lihat sebelumnya, membuat jantungnya ikut deg degan.
"dobgo sipni? (ingin membantu?)" Bagas mengangguk menundukkan kepalanya dengan ekspresi tidak berubah seperti sebelumnya
"geureohdamyeon, gansig chanjange gansigeul jeonglihasibsio (kalau begitu, susun camilan mu di lemari camilan)" ucap Nasya sambil menunjuk tumpukan camilan yang Bagas ambil saat belanja
"anju, anjuman jeongriharaneun malsseumisingayo?" kata Bagas dengan nada kaget mengerutkan keningnya, karena hanya disuruh menyusun camilan
"wae, hagi sirheunde, geunyang anja (kenapa, tidak mau, kalu begitu duduk saja)"
"arasseo naega jeonglihalge, naega jeonhyeo dowajuji anhneun geosboda (baiklah aku akan menyusunnya, daripada aku tidak membantu sama sekali)"
"sugohaesseo, ppalli kkeutnaego syawohaja (kerja bagus, cepat selesaikan lalu kita akan mandi)" tangan Bagas berhenti meyusun camilan dan memastikan pendengarannya tidak salah
"syawo, uri?(mandi, kita?)" wajah kaget Bagas sudah tidak bisa di sembunyikan lagi saat mendengar kata kata Nasya, yang pasti jantungnya hanya dag dig dug tidak terkendali
"eum, ppyeoe munjega saenggilkka bwa uisaga myeonglyeonghaesseo (emm, dokter yang menyuruh ku, karena takut tulang mu ada masalah)"
Bagas yang mendengar penjelasan Nasya dengan segera menyelesaikan pekerjaannya sambil membantin di dalam hati (bagsanim, gamsahabnida (Dokter, terinakasih)) batin Bagas sambil senyum senyum.
"jagia nega kkeutnasseo, bangeuro galge (sayang aku sudah selesai, aku akan ke kamar)"
"eum, a, dadeul sugeon ibgo banbaji ibgo, kkeutnamyeon balo syawohaleo gaja okei (emm, oh sekalian pakai handuk dan celana pendek mu, setelah aku selesai kita langsung mandi oke)" kata Nasya sambil menyusun sayuran yang di belinya di kulkas
"bajireul ibda? (pakai celana)" tanya Bagas dengan polos
__ADS_1
"nae apeseo beolgeobeoseul geos gata? naega jugeumui cheonsareul bulleojulkka? (kamu pikir akan telanjang di depan ku? mau aku panggilkan malaikat pencabut nyawa ha ?)"
"hahaha mianhae, mianhe" Bagas berlari ke kamar sambil tertawa lalu menutup pintu kamarnya