Mata Ke 7

Mata Ke 7
BAB 10 300 PANGGILAN TAKTERJAWAB


__ADS_3

Mobil hitam milik papa Gyuri melaju menembus ramainya kota jakarta. Di kursi bagian depan terlihat mama dan papa Gyuri yang asik bercerita, di kursi kedua terlihat tiga orang yang begitu canggung. Aksa memilih duduk di tengah diantara Gyuri dan Yul. Dengan wajah masa dan tangan terlipat dia duduk dengan mengangkat satu alis.


Yul tertawa kecil melihat tingkah Aksa yang cukup menggemaskan, wajah cemburunya bahkan tidak bisa dia sembunyikan bahkan sedikit saja. Begitu juga dengan Gyuri, dia mengacak rambut adiknya yang tengah tersulut api kemarahan itu.


"kenapa sih adik kakak?"


"nggak tau" ucap Aksa tanpa melihat Gyuri sedikitpun, mama yang duduk di kursi depan menyaut menggoda anak keduanya


"gara gara kejadian tadi pagi tuh kak, kayanya dia cemburu" saut mama yang ada di kursi depan, papa yang tengah sibuk menyetir juga ikut tertawa mendengar perkataanya istrinya


"iiih apa sih mamaaaa"


"ha cemburu, hahaha ya ampun cemburu kenapa sih adik kakak" Gyuri merangkul adiknya yang sedang dalam perasaan buruk itu dan menyandarkan kepala Aksa di pundaknya.


Aksa yang dalam mode manja karena belum melepas rindu pada kakak tersayangnya itu. Aksa memeluk lengan Gyuri dan menyandarkan kepalanya pada pundak sang kakak. Yul tertawa kecil melihat tingkah Aksa yang begitu manja.


"kiyowo, boleh ikutan nggak" ucap Yul sambil mencolek colek lengan Aksa


"nggak boleh, kamu nggak di ajak ble" ucap Aksa mengejek Yul dan kembali ke mode wajah sinis


"ih... Nggak asik kamu Sa"


"kamu tau nggak Yul julukan dia di sekolah apa?"


"apa mah?"

__ADS_1


"seniman kutub utara, hahahaha"


"hahahha ternyata Aksa cowok cuek"


"mama tega banget ngegosipin anak sendiri" saut papa yang sedang menyetir


"heh kamu sama saja ya" saut Gyuri yang masih mengusap usap rambut adiknya itu


"emang dia di panggil apa kak?" tanya Aksa exaited karena dia akan mendapat bahan ejekan baru untuk pacar kakaknya


"dia kalau di kampus dipanggil snowman, karena dia ganteng tapi dingin dan nggak pernah senyum, tetap banyak juga penggemar dia"


"hahahha ternyata panggilan ku masih lebih berkelas hahahah halo bang snowman"


"lah, kok jadi aku yang di buli sih?"


"Putri? 300 panggilan, wah gila ada apa sih"


Gyuri mencoba menghubungi Putri kembali namun Hp yang dia pegang itu kehabisan batrai, Gyuri mendengus kesal, namun tidak lama kemudian mereka sampai di kediaman Gyuri.


Gyuri yang sudah panik karna mendapat telfon sebanyak itu dari Putri dengan segera keluar dan mengisi daya ponselnya.


"Yul hp kamu mana boleh pinjem nggak?"


"di kamar, bentar aku ambilin" Yul segera menuju kamarnya dan memberikan Hp yang dia ambil pada Gyuri

__ADS_1


"yah mati juga Yul"


"kenapa sayang kok panik gitu?"


"aku dapat 300 panggilan dari Putri aku takut itu hal penting"


"hah.. Banyak banget"


"yah makanya aku panik"


Selama hampir setengah jam Gyuri menunggu hpnya dan akhirnya sudah mencapai angka 35%. Tanpa pikir panjang Gyuri menyalakan Hpnya dan segera menelfon Putri.


Tuuut tuuutt tuuut


📞"halo, put kamu kenapa? Kamu nggak apa apa kan? Kenapa nelfon sebanyak itu?"


📞"Gyuri? Kamu nggak apa kan?


📞"kok malah nanya balik"


📞"aku kira kamu sudah di langit"


📞"heh mulut... Emang aku sudah mati"


📞"terus... Emm... Kamu lagi sama Yul kan? Bisa kasi telfonnya nggak?"

__ADS_1


📞" oooh bisa bisa"


Gyuri memberikan Hpnya pada Yul, setelah beberapa saat menerima telfon, wajah Yul menunduk. Dia menyeka ujung matanya yang sedikit basah karena air mata. Gyuri sama sekali tidak mendengar satupun dari percakapan mereka hingga telfon terputus.


__ADS_2