
Yul menurunkan Gyuri tepat di depan kosnya, wajah mereka terlihat sangat berbinar. Yul mampir sebentar di tempat terima tamu untuk sekedar bercerita ringan dengan Gyuri. Gyuri menyadari sesuatu yang aneh sebelum masuk ke gerbnagkos lapisan pertama. Gyuri melihat perempuan berbaju merah yang tengah memegang sapu itu merubah gaya berdirinya dikala dirinya dan Yul sampai di depan kos kosannya. Dia menundukkan panndangannya dikala Gyuri dan Yul mulai memasuki gerbang kos pertama, perempuan itu seoerti tengah menyambut mereka berdua, atau dia menyambut Yul.
Gyuri tidak tau pasti, yang dia tau selama ini sosok perempuan itu hanya berdiri. Tapi hal ini tidak di ambil pusigng oleh Gyuri. Di tengah keseruan mereka berbincang mita temna sekos Gyuri masuk melewati gerbang pertama, terlihat beberapa buku ada di genggaman tangan Mita menandakan dia tengah selesai dari kelasnya hari ini atau dia tengah selesai menyambangi perpustakaan.
“Mita, dari kampus” sapa Gyuri pada salah satu teman baiknya itu
“iya nih, dih widiiih apel bae yang punya ayang” ucap Mita menggoda temannya yang lagi dilanda asmara
“iih apa sih, oh iya Mit ini ada buah sama minuman, fansnya dia kemarin pada ngejengukin pas dia masuk Rumah Sakit, udah kaya jumpa fans tau, sepet banget gue” ucap Gyuri memutar matanya sambil menunjuk Yul dengan jempolnya. Yul hanya tertawa kecil melihat Gyuri dengan wajah betenya yang tidak serius itu.
“padahal aku sudah cuek bebek loh, haha”
“awas aja lu macam macam atau buat nangis Nasya ya, gue tampol lu” ancam Mita dengan gaya tomboynya dan wajah cantik yang mendominasi stylenya itu
Mita yang singgah sebentar di tengah perbincangan Gyuri dan Yul akhirnya masuk kedalam kos dan meninggalkan mereka berdua Kembali. Gyuri segera menyudahi perbincangan mereka dan menyuruh Yul untuk pulang dan siap siap.
“hati hati sayang”
“oke, kamu cepet siap siap nanti jam 8 malem aku jemput, tidur di tempat aku aja, biar enak perjalanannya besok”
“oke, sekalian aku pamit ijin sama ibuk kos dan temen temen juga”
“oke bye sayang” Yul mencium kening kekasihnya lalu memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan Gyuri yang masih berdiri di pinggir jalan melihat mobil Yul yang perlahan hilang
__ADS_1
Gyuri memperhatikan sosok itu lagi Ketika dia melewatinya, perempuan cantik berbaju merah itu tidak menggubrisnya dan tetap pada posisinya seperti biasa. (ah berartii dia menujnduk kepada Yul, tapi kenapa ya?) batin Gyuri bingung. Tapi dia memilih berhenti memikirkan sosok metah itu, takutnya jika terus di pikirkan akan berdampak buruk padanya.
...****...
Yul memenggokkan mobilnya di pusat oleh oleh di salah satu store terkenal di Jogja. Dia membeli banyak oleh oleh untuk buah tangan saat berkunjung ke rumah Gyuri nantinya. Selain itu dia juga membeli beberapa baju baru untuk di kenakannya besok. Sudah banyak tas yang dipegan dia tangan Yul saat ini tapi di tetap merasa kurang.
“apa jajanan saja cukup? Ku rasa tidak, apa aku harus memebarikan barang lain untuk papa, mama dan adik Gyuri?” gumam Yul kepada dirinya sendiri. Dia masuk ke mobilnya dan menuju ke mall lain untuk membeli beberapa barang untuk orang tua Gyuri.
Setelah beberapa menit mencari barang dia kahirnya menemukan untuk mama dan papa Gyuri, namun tidak untuk orang terakhir, ya, adik Gyuri, Aksa. Dia tidak terlihat senang dengan kehadirannya dii kehidupan Gyuri, jadi dia merasa kesulitan untuk memilih apa yang menjadi kesukaannya.dia akhirnya memilih untuk bertanya pada Gyuri tentang hal yang akan di sukai oleh Aksa.
“tuut tuut… ooh halo sayang kamu sedang apa?”
“Yuul… bahkan kamu belum 2 jam kamu pulang loh, udah nelpon aja”
“ooh apa itu?”
“kamu bisa beritau aku apa yang di sukai adik mu”
“ooh Aksa, eemmmm… dia suka melukis dan berbisnis hahaaha”
“waah bahkan anak kecil seperti dia jago berbisnis hahaha”
“ hei jangan meragukan kemampuan Aksa, dia adalah tangan kanan papa di kantor asal kamu tau”
__ADS_1
“wah sungguh, hebat juga dia, ya sudah sayang aku tutup telfonnya”
Tuut, Yul menutup telfonnya dengan Gyuri dan segera menuju ke took seni terbesar yang ada di Mall itu. Dia tidak tai bayak tentang dunia seni jadi dia membeli yang menurutnya bagus dan sisanya adalah rekomendasi dari manager toko seni yang dia datangi. Setelah menghabiskan hampir tiga jam berbelanja dia akhirnya Kembali ke apartemennya dengan tas yang memenuhi tangannya dan beberapa kanvas kualitas terbaik untuk adik Gyuri.
“aaaahh… ternyata belanja itu melelahkan”
Yul, melemparkan badannya di sofa ruang tamunya dan meletakkan sema barang belajaannya di tempat yang sama dia merebahkan dirinya. Yul membuka Hpnya dan terlihat ada pesan dari Anna, detektif yang sedang dia pekerjakan itu. Ada beberapa pesan yang masuk ke Hpnya, Yul membukanya satu persatu dan melihat isi dari pesan pesan itu dengan saksama. Yul membaca begitu lama pada pesan terakhir yang dikirimkan oleh Anna. Yul semakin mengernyitkan kenongnya kala membaca pesan terkhir yang Anna kirim padanya. Semua pesan itu adalah bukti bukti namun pada pesan terakhir itu Anna mejelaskan dan memberikan beberapa bukti foto tentang saham yang di tanam oleh Kim Jung-in di beberapa perusaan dan dia dia tidak menyangka bahwa perusahaan otomotifnya di jepang termasuk pada salah satu list yang diberikan oleh Anna.
“a jenjang sseuregiya, wae nae hoesaesoe donneulkaeneungeooya (aah sampah sialan, kenapa dia menambang uang di perusahaan ku)” ucap Yul menggerutu
Dia mengucapkan terimakasih kepada Anna, tanpa ba bi bu lagi Yul langsung menelfon kepala perusahaan yang menjadi tengan kanannya karna dia berada jauh dari perushaan yang dia dirikan.
“A, Yamamoto san, kakunin shitai koto ga arimasu. Watashici no kaisha ni Kimu Jon’in to ui namae no kabunushi ga imasuka? Moshi irunara, mo kare to wa torihiki shitakenaishi, watashi no kaishani kanren suru subete no kabushiki ya subete o kyanseru shitaidesu ( aah pak Yamamoto, aku ingin memeriksa sesuatu, apa ada pemegang saham di perusahan kita yang Bernama Kim Jung in? jika ada aku tidak mau berurusan lagi padanya dan memebatalakan semua saham apapun itu yang berhubungan dengan perusahaan ku)”
“chottomatte kudasai, kakunin shimasu, a, arimasuga, kare wa sorehodo juyode wanai kabunushidesu, osoraku sore o atsukau no wa kantandehou (sebentar saya periksa pak, ooh ada tapi dia bukan pemegang saham yang terlalu penting mungkin akan mudah mengurusnya)
“yokatta, kaisha ga taihen ni naru mae ni hayaku oware sete, Yamamoto san ni makaseru yo (kerja bagus, cepat selesaikan urursannya seblum perusaan kena masalah, aku serahkan pada mu pak Yamamoto)”
“shochi itashimashita (baik pak)”
Yul menaruh Hpnya, persaannya sedikit lega karena sudah berhasil membasmi tikus dari perusahaannya. Dia melihat jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul 17.15 sudah hampir malam, dia beranjak dari duduknya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
****
__ADS_1