Mata Ke 7

Mata Ke 7
BAB 8 TERJADI LAGI


__ADS_3

Gyuri melupakan semuanya pagi itu, dia hanya mengingat apa yang dia lihat saat Mata Ke 7 menguasai dirinya. Yul yang sangat paham akan hal itu tidak bisa berbuat banyak, sudah hukum alam dan menjadi rahasia semesta.


Gyuri membereskan peralatan makan yang baru saja mereka gunakan. Bunyi gementig suara piring dan sendok yang beradu menghiasi lamunan Yul. Dia hanya terdiam dimeja makan tanpa sepatah katapun. Gyuri yang sudah membersihkan semuanya begitu heran melihat kekasihnya yang hanya diam dengan tatapan kosong itu, seperti sedang banyak pikiran yang kecibung didalam otaknya.


Gyuri mendekati Yul, mengalungkan tangannya pada leher Yul yang masih duduk terdiam itu.


"kamu kenapa?, apa aku membuat kesalahan semalam?, Atau aku melupakan hal penting?" ucap Gyuri sambil mengusap lengan Yul dengan tangan kanannya


"tidak sayang, aku hanya berfikir, kita tidak bisa bermesraan jika sudah dirumah mama papa mu nanti" ucap Yul menggeleng dengan senyum tipisnya dan mengecup tangan wanitanya yang terkalung di lehernya itu


"ahahah sungguh, tapi kenapa, itu terdengar seperti kebohongan Yul"


Gyuri melepas kalungan tangannya dan perlahan meninggalkan Yul yang sepertinya ingin diberikan waktu sendiri, namun langkahnya tertahan, Yul yang sedang duduk dikursi itu menahan tangan Gyuri untuk melangkah lebih jauh darinya.


"aku tidak berbohong" ucap Yul dengan kepala tertunduk


"geure, emm arasso (sungguh, baiklah)"


"saranghae (aku mencintai mu)"


Genggaman Yul semakin kuat membuat Gyuri meringis kesakitan. Kutukan yang dewa berikan padanya membuat hatinya dan jiwa manusianya terluka, berabad abad lamanya dia menunggu, membuatnya ingin hancur, namun rasa cinta pada Dewinya yang membuatnya berdiri dan bertahan selama ini. Namun saat ini, rasanya sangat sakit, ketika Gyuri bahkan melupakan siapa dirinya lagi. Dewa bahkan tidak memberikan keringanan sedikitpun untuk sakit yang dia tanggung selama ribuan tahun.


"Yul appa (Yul sakit)" ucap Gyuri kesakitan


Yul melepaskan tangan Gyuri, tangannya gemetar, rasa sesak menyeruak di dalam dada Yul membuat tubuhnya juga bergetar hebat, detak jantungnya semakin cepat seperti ingin meledak. Ujung jarinya mulai memerah. Yul terus tertunduk, rasa kehilangan yang dia rasakan saat pertama kali dirinya berada ditubuh manusianya terulang lagi.


Raga manusia tidak sekuat dewa, bahkan saat Yul diturunkan ke bumi dalam wujud manusia oleh dewa. Dia rasanya ingin mati saat itu juga, rasa bersalahnya pada dua orang yang berharga baginya berkerumun dikepalanya hingga membuat dirinya merasa bersalah, cemas, takut kehilangan menguasai jiwa dan fikirannya. Dewa bahkan memperintahkan Dewi cinta agar membuat rasa cintanya pada Gyuri semakin besar hingga membuat dadanya semakin sesak karena rasa cinta yang berlebihan, terlebih kekasihnya sudah tiada.


(kenapa fikiran ku jadi seperti ini? Kenapa perasaan takut dan rasa bersalah ini begitu besar seperti saat pertama kali diturunkan kedunia ini. Rasa cemas ini, bahkan sama saat aku terpuruk ribuan tahun lalu saat aku berada di cangkang manusia ku ini) batin Yul yang masih duduk meringkuk di kursi meja makannya


Gyuri yang melihat Yul seperti itu seketika panik, dia tidak tau apa yang terjadi pada kekasihnya hingga menjadi seperti ini.

__ADS_1


(kenapa dia jadi setakut ini?) batin Gyuri heran


"mian tteonajima da naejalmosiya yongseohae mianhae gyuriya dorawa (maaf jangan tinggalkan aku, ini semua salah ku maafkan aku maaf, Gyuri kumohon kembalilah)" ucap Yul dengan suara bergetar,


Gyuri panik dan bingung kenapa Yul jadi seperti ini. Dia memeluk Yul yang meringkuk itu. Dia memeluknya dan memberitaunya bahwa dia ada disini bersamanya, dan tidak akan meninggalkannya.


"Yul neowa yeogi isseo, eodi an ga, Yul nal bwa (yul aku disini bersama mu, tidak akan kemana mana, yul lihat aku)"


Yul mengangkat wajahnya melihat wajah yang ingin dilihatnya, dia memeluk Gyuri begitu erat menenggelamkan wajahnya yang pucat dan bercucuran keringat di pelukan Gyuri. Gyuri berfikir keras apa yang terjadi semalam, apa yang terjadi. Namun dia tidak mengingat apapun kecuali tentang benang di tangannya dan tentang ingatan masalalu yang dia lihat dari Yul. Gyuri mengusap usap rambut Yul dan berusaha menenangkan kekasihnya.


"aku disini Yul, jangan khawatir lagi" ucap Gyuri menenangkan Yul yang masih gemetaran. Gyuri menuangkan segelas air dan memberikannya pada Yul agar dirinya lekas tenang.


"Yul, gwenchanayo ? (Yul, kamu tidak apa apa)"


"o na gwenchanayo, mianhe jagiya (iya aku tidak apa apa, maaf sayang)"


"wae sagwahae, neoege ireonan iri neomu museowo (kenapa minta maaf, aku sangat takut terjadi apa apa dengan mu)" ucap Gyuri sambil memegang tangan Yul dengan mimik wajah khawatir


(kemana perginya perasaan itu, kenapa begitu cepat menghilang. Bahkan dahulu aku mencoba melawannya dan butuh puluhan tahun) batin Yul yang juga tengah kebingungan dengan dirinya sendiri, perasaannya bahkan kembali normal seperti tidak terjadi apa apa. Bahkan tentang kejadian semalampun, dia sudah sangat maklum dan menegerti. Namun yang tidak dia mengerti, kenapa traumanya saat pertama kali ada ditubuh manusianya tiba tiba merajainya beberapa saat lalu.


"swija ajigeun ireuda (ayo istirahat, ini masih terlalu pagi)"


"ayo ke rooftoop, aku ingin menghirup udara segar" ajak Yul sambil senyum senyum


"Yuuuuulll... Kau bahkan baru baikan" omel Gyuri pada Yul


"ayo ke rooftop sebelum berangkat, kamu harus menikmati aroma bunganya sebelum meninggalkan indonesia"


Gyuri mengikuti Yul yang sedang menarik tangannya menuju jalan ke rooftop Yul, bunga bunga itu sebenarnya sangat mencuri perhatian Gyuri, tapi dia fokus memegangi Yul yang berjalan di sampingnya dan mendudukkannya di ranjang rooftop untuk istirahat.


"pergilah melihat bunga, aku akan melihat mu dari sini" ucap Yul pada Gyuri, namun dia menggeleng tidak mau. Dia masih memegang lengan Yul dan memandanginya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"kamu kenapa, hemm, kalo ada apa apa cerita aja sayang, aku sanggup dengerin meski kamu cerita semalaman" Yul tersenyum melihat kekhawatiran wanitanya terhadap dirinya itu, sungguh menggemaskan.


"kita nggak usah berangkat dulu ya, lain waktu aja oke"


"ooh tidak, aku baik baik saja, kalo kamu nggak percaya nanti kita singgah ke dokter oke, aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu nanti"


"apa itu?"


"rahasia dong hahaha" Gyuri tersenyum lega, tawa Yul kembali seperti biasanya membuat hatinya cukup tenang


Jam di meja kamar rooftop Yul menunjukkan pukul 06.30, Gyuri mengiyakan ide Yul dan mengikuti pendapatnya. Mereka beristirahata sambil menunggu jam menunjukkan pukul 7.


...*****...


Ting, suara pintu lift terbuka, Yul membawa Gyuri ke mobil yang baru saja dikirim langsung dari jepang untuknya. Yul membuka tirai penutup mobilnya dan menunjukkan mobil sport baru keluaran perusahaannya pada kekasihnya.


"taraaaa.... Gimana sayang? Bagus nggak" Gyuri hanya terdiam membuka mulutnya sedikit. Gyuri mendekati Yul dan memukul bokong lelakinya.


"kamu... Kita mau melakukkan study pertukaran dan kamu malah beli mobil baru ha, boros banget sih Yuuulll"


"aduh aduh, ini nggak beli sayang, ini dari perusahaan, setiap louncing pertama aku selalu di berikan 1" jelas Yul yang tengah menghindari serangan yang tertuju di bokongnya


"ha diberikan?, lounching?, maksud kamu? Jangan bilang kamu yang punya perusahaan Honda ya, nggak lucu loh"


"nggak lucu sih sayabg tapi bener gitu loh, jadi gimana dong"


"HAA"


Yul memasukkan barang barang mereka ke dalam mobilnya. Setelah berbagai macam hambatan akhirnya Mereka berdua masuk ke mobil yang Yul gunakan hari itu, dia menyalakan mobil kuning yang dia putuskan untuk menemaninya dalam perjalanan jauh yang akan mereka tempuh. Gyuri yang tengah duduk di kursi yang ada di samping Yul itu tiba tiba mengingat sesuatu, dia ingat perkataan dan tawaran yang sudah di tawarkannya untuk Hendra. Gyuri segera menelfon Julia teman kosnya dengan rencana sederhana yang sudah ada difikiran Gyuri sejak semalam suntuk.


📞"halo Juli..."

__ADS_1


__ADS_2