
Gyuri menuruni lift Bersama Yul, terlihat di tangan kanan dan kirinya penuh dengan tas tas belanjaan oleh oleh yang Yul beli sebelumnya. Sementara Yul yang berdiri di samping Gyuri membawa dua koper besar yang dia pegang di kedua tangannya juga. Lift berhenti di lantai basemant Yul mengambil tas tas yang ada di tangan Gyuri dan menuju ke mobil yang tidak jauh dari jarak lift itu berada.
“sayang ada yang tertinggal lagi?” tanya Yul sambil menata barang yang dia bawa
“kurasa tidak ada, oh ini baru jam 7 sayang, apa tidak kepagian?” tanya Gyuri sambil melihat jam tangan yang menempel di tangannya
“nggak apa apa, kalau berangkat siang nanti kemalaman sayang” ucap Yul sambil menutup bagasi mobil
“aaaah bener juga ya”
Mereka berdua masuk ke mobil yang Yul gunakan hari itu, dia menyalakan mobil kuning yang dia putuskan untuk menemaninya dalam perjalanan jauh yang akan mereka tempuh. Gyuri yang tengah duduk di kursi yang ada di samping Yul itu tiba tiba mengingat sesuatu, dia ingat perkataan dan tawaran yang sudah di tawarkannya untuk Hendra. Gyuri segera menelfon Julia teman kosnya dengan rencana sederhana yang sudah ada difikiran Gyuri sejak semalam suntuk.
...****...
Malam hari saat Hendra sudah kembali ke kediamannya, Gyuri dan Yul kembali ke kamar mereka, mengistirahatkan diri diatas Kasur king size milik Yul. mereka tidak melakukan apapun, hanya salaing memeluk satu sama lain dan memejam kan mata. Hati, fikiran dan tubuh mereka Lelah hingga membuat mereka hanya diam dan saling bertukar tatap. Yul semakin memeluk kekasihnya kedalam pelukannya. Gyuri mendengar jantung Yul yang berdetak tak karuan dikala kepalanya semakin dekat ke dada Yul.
“Yul…apa aku… benar benar akan melupakan semua yang kamu katakan malam ini, kenapa aku tidak bisa melihat lebih jauh tentang masa lalu mu, apa aku sudah tidak punya kuasa lagi menjadi Dewi alam semesta ini?” ucap Gyuri sambil meremas pelan baju hitam yang Yul pakai malam itu
“yaa… semua yang ku katakan tentang kenyataan langit dan kenyataan tentang kisah kita, didunia fana ini sifatnya adalah fana sayang ku, itu rahasia langit yang tidak seharusnya kita bicarakan di dunia fana ini, dan tentang ingatan dan kekuatan mu, aku akan mencari tau lebih jauh, serta segala sesuatu yang dewa sembunyikan tentang mu, saat aku berada dalam cangkang ini” jelas Yul sambil mengelus rambut Dewinya
“cangkang? Apa maksud mu? Dan sesuatu yang Dewa sembunyikan?” tanya Gyuri sambil mengerutkan keningnya dan mecoba melihat Yul yang habis berbicara itu
“ku rasa, kamu tidak perlu tau tentang ini lebih jauh lagi sebelum kamu melihat dan mengingatnya sendiri, kamu tau kan sayang, ini percuma” ucap Yul menenggelamkan pandangan Gyuri kedalam pelukannya lagi
“oh iya sayang, tadi kamu sama Hendra bicarain apa pas cuci piring?, aku dengar kamu akan membantunya?, kamu mau membantunya apa?” tanya Yul bertubi-tubi mengajukan pertanyaan
“huft, satu satu sayang” ucap Gyuri menghela nafas, dia melepaskan pelukan Yul dan bersandar pada bantal yang sebelumnya dia tiduri
“emm kayanyaaa, Hendra tertarik deh sama Julia” ucap Gyuri menjelaskan sambil menepuk pipinya dengan satu jari
__ADS_1
“hah… serius kamu? Waaah akhirnya temen gue, nggak sendiri lagi hahahaha”
“heh… rahasia, kamu tuh ya ck, jadi semalam tuh, aku nawarin buat bantu PDKT sih, gitu” kata Gyuri sambil mengangkat kedua alisnya menahan senyum yang sedari tadi ingin tebentuk di bibir manisnya
“kamu kenapa, tahan tawa gitu ha hahahha” ucap Yul yang menggandeng tangan Gyuri dan mengusap usap wajahnya seperti seekor kucing yang tengah cari perhatian
“enggaaak, ada ada aja kamu, Cuma lagi mikir aja sih, pasti bakal lucu mereka berdua kalo jadian hahhha”
Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan bercerita tentang perkiraan kisah cinta kedua sahabatnya. Hingga tanpa sadar akhirnya mereka berdua terlelap tepat jam 00.50 dini hari. Gyuri yang sebelumnya bersikeras untuk tidur agar terus mengingat kata kata yang Yul ucapkan padanya. Dia tidak mau hal yang sepenting itu dalam kehidupannya meghilang begitu saja hanya karena dia tertidur.
Namun Yul melarangnya kerena besok mereka akan melakukan perjalanan yang memakan waktu yang lama dan pastinya melelahkan, mengurangi istirahat adalah hal yang buruk untuk Kesehatan Gyuri. Hingga akhirya Yul merengkuh menenggelamkan Gyuri kedalam peulaknnya kemali dan mengelus elus rambut kekasihnya itu. Lambat laun mata Gyuri berat dan akhirnya terpejam dengan sempurna.
Yul masih terjaga sambil memeluk wanitanya, dia terus memikirkan kejadian saat Gyuri mencoba menelusuri masa lalunya dengan Mata ke 7 milik dewi keseimbangan itu. Terlihat cahaya yang sangat terang yang muncul tepat di luka yang mengeluarka darah itu, Yul tidak tau persis apa yang ada di balik luka yang ada di dada Gyuri karena cukup susah mengintip di balik kaos tebal yang dia gunakan sebelumnya.
“apa mungkin, itu adalah petunjuk tentang Gyuri yang selama ini ku cari?” gumam Yul kepada dirinya sendiri,
Yul berpamitan dan meninggalkan Gyuri dan Kang merakit dekorasi pernikahannya untuk hari esok, Gyuri berpesan untuk hatu hati padanya kerna dihutan malam sangat berbahaya, disana adalah tempat ilmu ilmu terlarang dari dukun dan cenayang diseluruh dunia dapatkan jadi hutan itu terlihat gelap karena auranya dan makhluk makhluk pembangkang yang ada didalamnya.
Yul berjalan cukup jauh dari tempat sebelumnya berada dan tibalah dia diperbatasan hutan malam tempat ajudan penjaga pilar memberitaunya. Namun tidak ada siapapun disana, hanya terlihat banyak pohon dan bunga bunga yang ada di hutan siang yang dia pijaki, sementara di sebrangnya hanya ada pepohonan tanpa daun seperti tidak ada kehidupan di sana. Yul membelakangi hutan itu dan berniat untuk kembali, namun saat mengambil beberapa Langkah untuk menjauh meninggalkan perbatasan itu Yul seperti didorong oleh seseorang dan akhirnya berakhir menusuk Gyuri namun Kang yang mencoba melindungi calon pengantinnya itu ikut tertusuk pedang panjangnya itu. Mimpi itu selalu berakhir tanpa memberi jawaban tentang siapa yang mendorongnya dan kenapa dia berakhir membunuh sahabat dan kekasihnya.
...****...
Pagi itu Gyuri bangun lebih dulu, jam menunjukkan pukul 05.10. Gyuri segra membersihkan diri dan meninggalkan Yul yang masih tertidur pulas di atas Kasur. Setelah beberapa menit dia keluar dari kamar mandi dan mendpatai Yul tengan menangis tersedu sedu di dalam mimipinya sambil menyebutkan Namanya dan seseorang yang Bernama Kang. Gyuri yang melihat itu segera membangunkan Yul yang sudah di banjiri keringat dingin itu.
“Yul, bangun Yul… Yuuuulll” Gyuri berusaha mengguncang tubuh Yul yang masih menangis dalam igauan tidurnya itu, setelah bebrapa saat akhirnya Yul terbangun dengan meneriakkan nama Gyuri dengan sangat kencang
“GYURIA…(Gyuri)” ucap Yul sambil terjingkat bangun dnega mata terbelalak dan keringat bercucuran dimana mana
“oo jagia wegeure, neo gwencanha?(ya sayang kenpa, kamu tidak apa apa?)”
__ADS_1
Yul tidak menjawab pertanyaan Gyuri, dia langsung memeluk kekasihnya sangat erat hingga Gyrui kesulitan mengambil nafas. Gyuri menepuk nepuk punggung Yul menyurh lelakinya itu melepaskan pelukannya. Gyuri menenangkannya dan meyuruhnya untuk membersihkan dirinya karena mereka akan berangkat pagi
Gyuri menyiapkan srapan untuk mereka berdua dan secara tidak sengaja Gyuri memandangi pergelangannya yang dilingkari oleh benang biru indah milik Yul lalu Gyuri menorehkan senyum saat dia melihat benang biru itu mengkilat berkilauan membuat suasana hatinya tenang.
Terlihat Yul yang tengah keluar dari kamarnya dengan rambut basah yang masih sedikit meneteskan air dari sisa keramasnya lalu dia menghampiri Gyuri yang sedang beradu dengan wajan dan spatula yang dia pegang.
"sayang, masak apa?" tanya Yul memeluk Gyuri dari belakang dan memyandarkan kepalanya dipundak Gyuri yang tengah memasak
"makan sandwich aja sana udah aku buatin, ini buat bekal perjalanan" ucap Gyuri pada Yul yang masih menyender manja dipundaknya
"yaah, kamu masak daging masa sarapannya cuma roti sih?" protes Yul pada Gyuri
"yah kan siapa tau kita samapai rest area kesiangan atau kesorean kan, jadi aku mau buat gimbap aja buat ganjal perut nanti" ucap Gyuri
Yul segera menuju meja makan dan melahap sandwich buatan Gyuri tercintanya, rasanya seribu kali lebih enak sampai Yul senyum senyum ditengah menikmati sandwich itu. Gyuri menyusul Yul dan segera menikmati sarapannya pagi itu.
Yul memperhatikan pergelangan Gyuri yang di hiasa dengan dengan benang jiwa miliknya hang menandakan bahwa mereka telah berjodoh. Yul makin senyum tidak karuan yag membuat Gyuri semik bingung dengan tingkahnya. Namun di sisilain, Yul tau bahwa penjelasannya semalam sudah hilang tak bersisa di kepala Gyuri, namun Yul mencoba memastikannya kembali.
"sayang, kamu ingat nggak semalem kita ngapain dna membahas apa aja?" ucap Yul dengan mimik yang setenang mungkin
"ingat, kamu memberitau tentang benang ini dan pake acara bawa pedang kamu yang kamu pajang di ruang tamu itu segala, kan jadi grogi aku, terus, aku melihat masa lalu mu lagi dan berdarah lagi" jelas Gyuri dengan nada yang semakin lama semakin menurun
"lalu tentang percakapan kita?" tanya Yul lagi
"kita hanya membicarakan Hendra setelahnya, masa kamu lupa sih?"
"ooh baiklah"
Ya Gyuri melupakan semuanya, semua perkataan yang Yul katakan semalam, tentang mereka dan tentang siapa dirinya. Yul hanya diam dan melanjutkan menikmati sandwich yang dia pegang.
__ADS_1