
malam itu di rumah Gyuri semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, mereka Tengah memandangi lelaki yang di bawa anak perempuan mereka kerumah. Mereka Tengah memandangi Yul dengan tatapan yang senang. Namun berbeda dengan Aksa dia memandangi Yul dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang nanar.
malam itu Yul berada bersama keluarga Gyuri , jantungnya bekerja sangat cepat tangannya berkeringat dingin dia mencoba mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang orang tua Gyuri dan adik Gyuri tanyakan .
" Selamat malam Ma Pa saya Yul kekasih Gyuri saya datang ke sini dengan niat yang baik dan tulus ingin memperkenalkan diri kepada mama sama papa dan juga Aksa"
" jangan terlalu informal Yul santai saja " ucap Gyuri mengelus punggung tangan Yul
Yul tersenyum melihat Gyuri menenangkannya dengan sangat baik di depan kedua orang tuanya dan adiknya. Yul menarik nafas panjang dan dikeluarkannya secara perlahan dia mengukuhkan niat dan keberaniannya untuk menjawab semua pertanyaan yang akan keluarga Gyuri tanyakan padanya.
"Halo Yul saya banyak mendengar tentang kamu lewat Putri saya, apa kamu menjaganya dengan baik sampai hari ini ?" tanya papa Gyuri kepada Yul dengan tetapan hangat seorang ayah
"Apa benar Pah? Gyuri banyak bercerita tentangku? " ucap Yul dengan wajah sumringah
" benar Yul, Gyuri selalu bersemangat saat sedang bercerita tentang kamu " ucap Mama Gyuri dengan senyum cerah di bibirnya
Yul sudah mulai tenang mendengar respon orang tua Gyuri sangat baik terhadapnya, Gyuri yang duduk di samping Yul melempar senyum kepada kekasihnya menandakan semua akan baik-baik saja, orang tua Gyuri menanyakan banyak hal malam itu tentang Yul mereka bercerita hingga tidak terasa waktu menunjukkan pukul 11.30 malam.
Yulsangat bersyukur bawa respon orang tua kekasihnya itu sangat baik terhadapnya namun ada yang terlintas di pikirannya dia masih harus menaklukkan satu orang lagi agar hubungannya dan Gyuri berjalan dengan baik, ya Aksa. Dia tidak menanyakan sepatah katapun pada Yul malam itu dan hanya menatapnya dengan diam dan teliti.
Malam itu semua orang tidur di kamarnya masing-masing termasuk Yul. Yul memandang langit-langit kamar dengan tatapan setengah kosong, dia tidak menyangka bahwa adik Gyuri dilahirkan semirip itu dengan Dewa keseimbangan yang kelak akan menggantikan posisi Gyuri menjalankan tugas untuk keseimbangan alam semesta.
" apa dia bukan reinkarnasi ? " gumam Yul Sambil memandangi langit-langit kamar yang berwarna kelabu
" apa Dewa juga menurunkan adiknya ke bumi? " ucap Yul dengan suara kaget dan bingung
dia berusaha menepis semua pikiran negatifnya itu, malam itu dia istirahat kan tubuhnya yang lelah sebelum memikirkan rencana untuk mendekati adik juri yang belum bisa menerima kakaknya dimiliki seseorang.
...****...
Pagi itu matahari bersinar terik Mengapa semua orang di muka bumi ini. Yul bangun sedikit awal dan membuka jendelanya untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan di luar jendela kamar tamu.
Yul meninggalkan kamarnya setelah bebersih pengganti pakaiannya. Terlihat di dapur orang yang tidak asing di matanya yah itu Gyuri. Juri melempar senyum kepada Yul sambil membuat secangkir teh hangat untuk dirinya sendiri.
" sudah bangun? " ucap Gyuri hangat
__ADS_1
" Kamu sedang apa? " Yul mengangguk dan kembali bertanya kepada Gyuri
" apa semua orang masih tidur? " ucap Yul sambil memandang sekeliling rumah yang terlihat kosong
" tidak .. mereka keluar untuk lari pagi " jelas Gyuri pada Yul
" mau teh? " ucap Gyuri menawarkan secangkir teh hangat untuk Yul
" boleh " ucap Yul menghampiri juri sambil melingkarkan tangannya di pinggang Gyuri
Di tengah kemesraan mereka Mama Papa Dan Aksa tiba-tiba sampai di rumah setelah tidak lama berolahraga. Yul melepaskan tangannya dan sedikit menjauh dari Gyuri.
" Oh Ayolah jangan sekaku itu " ucap Mama Gyuri yang melap keringatnya dengan handuk kecil yang dia bawa sambil menggoda anaknya
" kok olahraganya cepat sekali sih? " ucap Gyuri sedikit gelagapan
" Oh jadi kamu berharap kita keluar lama-lama? " ucap Aksa dengan wajahnya yang datar tanpa melihat Kakak perempuannya yang tengah mengaduk teh di dapur.
" Yul, itu didepan mobil kamu?"
" apa itu keluaran terbaru, papa belum liat updatenya"
"oh iya pa, itu keluaran terbaru, belum di pasarkan dan mungkin akan masuk pasar indonesia bulan depan" jelas Yul dengan senyim bangganya
"wah kamu tau banyak tentang merek mobil itu?" ucap papa Gyuri exaited
" Yul Ayo ikut papa " ucap Papa Gyuri mengajak Yul
" ke mana Pa? " tanya Yul bingung
" main catur yuk kamu bisa ngalahin Papa tidak? " ucap Papa Gyuri yang sedikit menantang Yul dengan senyum ala bapak-bapak yang sedang meremehkan anak muda yang ada di depannya
" Wah bisa dong Pa yuk " ucap Yul sambil melangkah mendekati Papa Gyuri yang tengah berdiri menggunakan pakaian olahraga hitam dan handuk kecil di tangannya
"pah... jangan sampe kaget ya cerita sama dia" kata Gyuri memperingatkan dengan senyumnya yang sedikit membingungkan
__ADS_1
"kenapa nak?"
"nggak apa apa udah sana"
Gyuri tersenyum melihat kedekatan Yul dan Papanya yang tidak disangka mereka akan sedekat itu dengan waktu sedekat ini. Gyuri membawa tehnya kemeja makan Dan menikmatinya perlahan karena masih panas.
Nikmati teh hangatnya itu terdengar suara langkah seseorang yang menuruni tangga dari lantai 2. Aksa menarik kursi tepat di samping kakaknya duduk Dia memangku wajahnya dan memandangi kakak perempuan kesayangannya itu dengan tatapan tanpa senyum di wajahnya.
" kenapa Dek ada yang mau diceritakan? " ucap Gyuri membalas tatapan adiknya dengan senyum
" Kakak suka sama dia? " tanya Aksa dengan nada kecewa yang sangat jelas di nada suaranya
" kamu kenapa? Kok kamu kayak nggak suka gitu sama Yul? " tanya Gyuri kepada adik kesayangannya yang wajahnya sedikit cemberut itu
" Kak, apa dia orang baik? " tanya Aksa yang tidak lagi memandang kakaknya tapi memandang ke arah lain
" Kamu kenapa sih Dek? Dia orang baik kok kamu jangan khawatir Kalau dia orang jahat Mana mungkin kakakmu ini masih duduk di sampingmu minum teh sama kamu hari ini kan " ucap juri menjelaskan sambil mengelus rambut hitam adiknya yang sedikit basah karena habis jogging
" bukan seperti itu aku maksud Kak " ucap Aksa yang sekarang memandang kakaknya dengan mengurutkan kening
" lalu? "
" ini adalah hubungan pertama bagi kakak aku takut kakak akan kecewa dan sakit hati Jika dia meninggalkan kakak " ucap Aksa yang begitu khawatir kepada kakak perempuan yang dia sayangi
mereka tidak menyadari Mama mereka yang sedari tadi berdiri di belakang mereka mendengar semua percakapan anak anaknya dengan tersenyum karena mengetahui kedua anaknya begitu saling peduli satu sama lain.
" Aksa sayang kamu nggak boleh berpikiran buruk tentang orang yang Bahkan Kakak kamu sendiri bilang itu orang baik, kamu sudah coba berbincang dengan kakak Yul? " ucap Mama mereka yang datang dari arah belakang mereka sambil merangkul kedua anaknya
" Ah Mama nguping ya? " protes Aksa kepada mamanya yang tiba-tiba datang mengagetkan mereka berdua
" hahaha kamu lupa kalau mama kayak CCTV " canda Gyuri pada Aksa
" Dek, ajak Kakak Yul ngopi di Rooftop rumah kita terus kamu nilai sendiri orangnya kayak gimana kamu ceritain ke Kakak ya oke " ucap Gyuri memberikan solusi dan saran pada adiknya yang tengah dilanda kekhawatiran yang berlebihan itu
" Nah betul tuh Kak, Coba deh kamu ajakin Kakak Yul ngobrol orang tidak bisa menilai kan kalau hanya menilai dari mata dan tidak berinteraksi langsung Iya kan Kak? " Timpal Mama Gyuri yang juga berusaha menenangkan Aksa
__ADS_1
Gyuri mengangguk mengiyakan penjelasan mamanya, Dia memegang tangan adiknya dengan senyum lembut agar adiknya menyetujui saran yang Mama mereka berikan untuk dirinya.