
Yul beranjak keluar dari kamar mandi, saat ini hanya ada Gyuri yang masih berdiri memandangi pintu tempat keluar Bagas. Dia memegang dadanya yang semakin ngilu itu, terngiang kata kata Yul di telinganya, seperti dia akan pergi jauh meninggalkannya.
"mwoya i neukkim (perasaan apa ini)" gumam Gyuri sembari mencengkram bajunya tempat dia menaruh tangannya, memukul dadanya pelan di bawah shower yang tengah mati itu
"ga ga ga ga nappeun yegami wae nawa (pergi pergi pergi pergi, kenapa firasat jelek ini harus muncul)" Gyuri menekan tombol shower didepannya, titik air shower yang keluar semakin deras memebasahi tubuhnya. Dia membuka gulungan rambutnya dan membiarkannya terguyur air. Gyuri sengaja berlama lama di bawah guyuran air shower dingin itu agar fikiran negatif di kepalanya hilang.
Ceklek..
Tedengar suara pintu kamar mandi terbuka, Gyuri melihat sekeliling kamar Yul yang tampak kosong, tidak tampak keberadaan Yul disana.
"dia kemana, bukan kah aku menyuruhnya untuk istirahat" gumam Gyuri sambil menggosok rambutnya agar cepat kering.
Gyuri sudah menyelesaikan semua urusannya dari atas sampai bawah tapi Yul belum terlihat juga, dia membuka balkon namun dia tidak ada disana. Dia berusaha mencari di setiap ruangan yang ada di rumah Yul namun tidak menemukannya di ruangan manapun. Dia berusaha tenang dan mencarinya sekali lagi namun hasilnya sama saja, Gyuri meraih Hpnya dan mencoba menelfon Yul, tapi Hpnya berdering di atas meja makan. Gyuri menyibakkan tambut panjang yang hampir menghalangi pandangannya itu, wajah panik yang tergambar itu tidak bisa dipungkiri lagi.
Di tengah kepanikan yang di alaminya tiba tiba Yul muncul dari pintu yang sudah di buka saat mencari Yul, pintu ruangan yang Yul jadikan sebagai lemari besarnya, dia muncul dari sana, terlihat di Hp yang Gyuri pegang di genggamannya, dia sudah menulis nomor darurat apartemen yang Yul tempati itu dan belum sempat menelponnya. Yul melihat Gyuri yang tengah berdiri dengan wajah kagetnya itu, Hp yang dia pegang lepas dari genggamannya dan terjatuh ke lantai. Gyuri berjalan perlahan menuju Yul yang masih berdiri memandanginya.
Gyuri membenamkan wajahnya dan memeluk kekasihnya erat, rambut panjangnya ikut menutupi wajahnya yang saat ini memeluk kekasihnya itu, dia meremas baju Yul bersama dengan pelukan yang dia berikan kepada Yul. Yul yang baru saja keluar dari ruangan itu sangat bingung dengan tingkah kekasihnya saat ini, dia berfikir apa mungkin ada sesuatu yang terjadi hingga dia jadi seperti ini.
"ada apa sayang, apa terjadi sesuatu?" tanya Yul dengan wajah tidak tau apa apanya itu
"kamu darimana?, aku cari kemana mana tapi kamu nggak ada, aku jadi panik" jawab Gyuri dengan pelan
Yul tersenyum mendengar apa yang Gyuri katakan, dia mengelus rambut wanitanya pelan dan mengangkat wajah kekasihnya yang sudah merah karena memeluknnya terlalu erat. Dia mengecup singkat bibir Gyuri dengan senyum lembut yang dia suguhkan untuk dilihat oleh kekasihnya itu.
"aku sedang menyiapkan sesuatu, bukan menghilang sayang" kata Yul sambil menyungkirkan rambut yang masih menutupi setengah wajah Gyuri
"apa kamu harus sesibuk itu bahkan sedang sakit, aku bilang istirahat saja kenapa tidak mendengar sih"
"maaf aku tidak mendengarkan mu, aku menyiapkan sesuatu untuk mu, apa kamu tau di rumah ini ada rooftopnya"
"rooftop, aku tidak tau, dimana jalan menuju kesana? Apa ada di luar?"
"tidak, ayo ikut dengan ku" Yul mengajak Gyuri kembali masuk kedalam ruangan lemari besarnya,
Gyuri tampak bingung karena yang dia lihat didepannya hanya lemari rapi yang berisi baju baju Yul yang tergantung rapi.
"ini lemari kamu, mana rooftopnya?" tanya Gyuri bingung karna Yul malah mengajaknya masuk kedalam lemari
Yul hanya tersenyum, dia mulai menggeser lemari yang mempunya sedikit celah, terihat anak tangga yang tidak cukup tinggi dibalik lemati yang Yul geser tadi. Gyuri terlihat terkejut dengan apa yang dia lihat, dari atas sana berhembus angin semilir yang berbau sangat wangi menyapa hidung mancung nan cantiknya.
"uwa bimilui gyedan, geogineun wae ireohge joheun naemsaega naneun geoji? (waah tangga rahasia, kenapa aromanya sangat wangi di atas sana?)" wajah suram Gyuri kini berganti dengan ekspresi takjub, dia berfikir bahwa hal seperti ini hanya ada di film film yang dia nonton, tapi sekarang ada di depan matanya.
"ollagaja (ayo kita naik)"
Yul menggandeng tangan Gyuri dan menaiki anak tangga dari marmer yang terlihat mengkilat itu satu persatu. Disaat Gyuri memijakkan kakinya pada anak tangga terakhir, dia membelalakkan matanya, wajahnya tengah berseri seri melihat hamparan bunga di depan matanya yang tengah bermekaran dan sangat indah.
"wa Yul neomu yeppeuda (wah Yul, cantik sekali)"
"kkochi geureohge joha? (apa kamu begitu menyukai bunga?)"
"ne jega kkocheul jeongmal johahaneunde eotteohge aseyo? (iya aku sangat menyukai bunga, bagaiman kamu tau)"
"neoe daehae mwol molla (apa yang tidak ku ketahui tentang mu)" ucap Yul dengan senyum hingga matanya membentuk eye smile yang jelas
Gyuri berjalan di tengah hamparan bunga mawar merah dan bunga tulip yang mekar dengan sempurna dan mengeluarkan bau yang sangat wangi. Tepat di samping kanan Gyuri terlihat deretan bunga mawar merah yang mekar dengan sempurna dan tepat di bagian kiri Gyuri dada deretan bunga tulip yang mekar sempurna dangan berbagai macam warna.
Di sepanjang pagar pembatas rooftop bunga primrose dengan berbagai macam warna telah mekar dengan sempurna menghiasi sepanjang pagar melintang. Yul memeluk Gyuri dari belakang dan menyandarkan kepalannya pada pundak Gyuri.
__ADS_1
"tidakkah kamu lapar sayang" ucap Yul dengan manja kepada kekasihnya itu, Gyuri yang baru sadar belum memasak makan malam itu sontak kaget dan menyudahi kekagumannya itu.
"ya ampun Yul aku belum memasak untuk makan malam" ucap Gyuri kaget dan langsung ingin buru buru pergi kebawah, namun Yul menahan tangannya
"ayo dinner sama aku"
"ya tapi aku belum masak Yul"
"sudah, ayo ikut aku"
Gyuri yang terlihat bingung hanya mengikuti ajakan Yul yang membawa dirinya. Pandangannya terhalang oleh bahu lebar Yul sehingga dia tidak bisa melihat apa yang ada di depannya.
"hati hati sayang, kita akan menuruni lima anak tangga"
Setelah matanya fokus menuruni anak tangga, Gyuri mengangkat pandangannya, dia dikejutkan dengan lampu lampu tumbler cantik yang mengelilingi sekitar meja yang disiapkan oleh Yul.
"mianhajiman kkalkkeumhajineun anhjiman maeume deusibnikka? (maaf tidak rapi, tapi apa kamu menyukainya?)" entah kenapa Gyuri tidak menjawab pertanyaanya, dia melirik wanita yang berdiri di sampingnya itu.
Gyuri tersenyum dan sangat tersentuh melihat semua yang sudah Yul persiapkan dihadapannya sampai dia tidak merasa bahwa air matanya mengalir keluar. Yul kaget melihat Gyuri yang menangis dengan senyum lebarnya
"wae ureo, sirheo? (kenapa kamu menangis, apa kamu tidak menyukainya?)"
"ani, dangsini isseoseo jeongmal uni joheun geos gatayo (bukan, aku hanya merasa sangat beruntung di miliki oleh mu)"
"haenguneun naya, nae sesangeun neo deogbune areumdawo (yang beruntung itu aku, dunia ku indah berkat dirimu)" ucap Yul sambil mnegecup kening Gyuri
"uljimarayo, uri haengboghan chueog mandeulgeyo, eoseo baegopayo (jangan menangis, kita akan membuat kenangan bahagi, ayo aku sangat lapar)" kata Yul sambil menghapus air mata Gyuri yang
akan jatuh dari ujung matanya
"ja, nado baegopeuda (ayo, aku juga lapar)
"yap makanlah yang ini"
"terimakasih, tapi tulang mu apa tidak sakit?"
"tidak sayang, tenang saja" kata Yul lalu melanjutkan memotong steak untuk dirinya sendiri
Mereka menikmati makan malam itu dengan banyak bercerita dan tertawa bersama menikmati indahnya suasana yang mereka lihat. Di tengah canda tawa mereka, Yul mengeluarkan minuman yang dia sembunyikan sejak tadi dan menaruhnya di atas meja.
"apa ini?" tanya Gyuru sambil membaca tulisan di botol minuman itu
"wine, aku mau menuangkannya di gelas"
"no no no no, nggak ada minuman keras"
"yaah padahal steak sangat enak dengan wine"
"nooo Yuuul, aku akan menukarnya dengan sesuatu, kwmu tunggu disini ya"
"yaaah, oke baiklah"
Gyuri meninggalkan Yul sendiri di rooftop dan dia menuju ke kulkas untuk mencari jus anggur yang dia susun sebelumnya.
"nah ini dia"
Gyuri yang sudah mendapat apa yang di carinya itu lalu segera kembali ke tempat Yul tengah menunggunya. Tidak butuh waktu lama Gyuri sampai di meja tempat mereka dinner.
__ADS_1
"taraaa, anggur" ucap Gyuri heboh sambil memperlihatkan jus anggur ayang dua bawa
"ya lain dong sayang"
" kamu ya, baru juga sembuh sudah mau minum wine, sudah nikmati ini, warnanya saja sepergi wine jadi bayangkan saja" jelas Gyuri jam bil tertawa kecil melihat Yul yang terlihat pasrah
"iya deh iya"
"oh iya sayang, kamu tau tidak arti dari semua bunga yang ada disini"
" tau dong sayang, nih aku sebutin ya"
"ini, primrose yang artinya (cinta sejati)"
"lalu mawar merah artinya (kasih sayang, cinta dan kekaguman)"
"lalu bunga tulip (kesempurnaan dan cinta abadi)"
Jelas Gyuri pada Yul yang tengah menyimak penjelasnnya dengan saksama.
"apa hanya itu yang kamu tau?"
"karna aku hanya melihat itu, jadi hanya itu yang aku jelaskan"
"kalu begitu aku tunjukkan lagi"
Yul mengajak Gyuri mendekati kamar yang berada di rooftop itu, terlihat bunga wisteria pada pintu kamar yang mereka lihat tergantung dan menjalar begitu indah
"wah bunga wisteria, bahkan ada kamar disini"
"ya, apa kamu mau tidur disini?"
"aku mau Yul" jawab Gyuri dengan senangnya
"oke, malam ini kita tidur disini"
"yeey, wah bunga apa ini?"
Gyuri menunjuk bunga biru yang berada rimbun disamping pintu wisteria yang indah itu.
"ah itu bunga myosotis, apa kamu tau orang indonesia menyebutnya bunga apa?"
"tidak, apa memangnya?"
"forget me not, mereka menyebutnya dengan bunga forget me not"
"waah, dramatis sekali"
Mereka duduk di kasur yang ada di rooftop itu, terlihat dari sana hamparan bunga yang menyapa mata mereka, Gyuri menolehkan wajahnya pada meja yang ada di samping kasur dan dia mendapati bunga blue bell yang berada cantik di pot kecil tengah tertunduk seperti sedang malu malu, di tengah fokusnya Gyuri melihat blue bell itu mulutnya dengan reflek mengucapkan satu nama yang tidak pernha dia sebut sebelumnya.
"Kang..." dari alam bawah sadar Gyuri menyebut nama itu, Yul menoleh ke arah Gyuri mendengar nama itu keluar dari mulutnya
__ADS_1
"kamu menyebut apa sayang?"