
Tangga berjalan itu membawa Yul dan Gyuri ke lantai yang ingin mereka tuju, Mall hari itu terlihat begitu ramai oleh pengunjung meskipun matahari di luar begitu menyengat. Gyuri tengah asik dengan diamnya, dia hanya menigkuti Yul yang begitu bersemangat tanpa tau dia akan melakukan apa.
Di sepanjang Mall terlihat banyak toko berjejer dengan barang barang yang tersusun rapi untuk menarik minat pembeli. Diantara ramainya orang orang berlalu Lalang, Yul masih diam menggenggam tangan Gyuri mengajak gadisnya berjalan yang bahkan Gyuri tidak tau dia akan pergi kemana.
“sayang mau kemana sih?” tanya Gyuri yang sedari tadi memendam rasa penasaran itu
“ooh.. maaf sayang aku bahkan tidak memeberitahu mu, ini apa kamu tau stan alat Lukis dimana?”
“ya ampun Yul… jadi dari tadi kamu jalan, nggak tau tempat yan mau kamu tuju nih ceritanya?”
“hehe maaf ya, nggak apa apakan sambil jalan jalan juga, kamu nggak marahkan sayang?” Gyuri sedikit bingung pada kekasihnya, dia baru tau kalau Yul tertarik dan bahkan menekuni dunia melukis
“aku nggak ada alasan untuk marah Yul, cuma kamu salah jalan stannya ada di sebrang sana” Gyuri menunjuk stan yang cukup besar yang berada di sebrang pagar pembatas tempat mereka berdiri.
Gyuri melihat lelaki yang ada di sampingnya, matanya berbinar, senyumnya mengembang masih dengan menggenggam tangan kekasihnya, Yul berjalan mendekati stan peralatan Lukis yang cukup besar itu. Dia segera memilih milih cat Lukis yang terpampang di rak.
“aah aku tidak tau dia pakai yang mana” ucap Yul dengan alis berkerut, ekspresi bingung tidak bisa lagi bersembunyi di balik wajah tampan dan dinginnya yang membuat Gyuri senyum senyum tanpa dia sadari.
“buat siapa sayang?”
“buat adik kamu, dia mau lomba kan besok” ucap tanpa melihat Gyuri dan masi membolak balikkan cat Lukis yang ada di tangannya
“dia sudah punya banyak cat untuk lukisannya sayang” ucap Gyuri yang dengan cepat mengambil cat Lukis yang ada di tangan Yul
“hey hey, finishing itu penting sayang, aku akan bertanya kepada stafnya, cat apa yang terbaik disini” Yul berjalan meninggalkan Gyuri dan bertanya tanya kepada staf yang ada di sana
Gyuri tersenyum, dia diam diam begitu mengagumi usaha kekasihnya yang mencoba meluluhkan hati adik semata wayangnya itu, Gyuri yang merasa begitu tersentuh sembunyi sembunyi mengangkat ponselnya dan menekan tombol video. Dia merekam pembicaraan Yul dengan staf yang dia ajak bicara, Panjang lebar staf itu menjelaskan tentang berbagai jenis cat Lukis kepada Yul, dan lelaki itu menyimak dengan wajah yang serius.
“wah kakak pasti pelukis hebat ya, teliti sekali memilih warna untuk melukis” puji staf yang tengah mengscan barkode belanjaan Yul di meja kasir dengan senyum ramahnya
“ooh ini bukan untuk saya kak, ini untuk adek ipar saya, dia pelukis muda yang sangat berbakat” ucap Yul dengan senyum bangga di bibirnya
__ADS_1
Yul berhasil membuat Gyuri yang tengah memegang kamera berhenti menatap layer poselnya dan melihat wajah kekasihnya dengan penuh haru. Gyuri kembali menatap layer ponsel yang masih dia pegang dan membalik layer kamera ponselya mejadi layer depan.
“nae namdeongsaeng, bwa, naega butagdo anhesseuni jom badajwo, jagi cheojega geurim jal geurindago ppomnaegikkaji, hae bwa (adik ku, lihatlah, aku bahkan tidak menyuruhnya sama sekali, jadi terimalah dia sedikit saja, dia bahkan dengan bangga memamerkan bahwa adik iparnya pelukis hebat, lihat lah)” Gyuri menyudahi vidionya dan mengirimkan hasil rekamannya kepada Aksa
“sayang ngapain? Ayo pulang…” ucap Yul yang tengah berjalan menghampiri Gyuri yang berada tepat di samping meja kasir, dia tengah sibuk dengan Hpnya hingga tidak mendengar jika Yul memanggilnya
“heey ngapain sih, sibuk banget”
“maaf ini lagi balesin chat Aksa, sama ngirimin dia sesuatu, oh iya, tadi Aksa minta nomer kamu nggak apa apa kan?”
“kasih aja sayang, kalo Aksa yang minta ya nggak apa apa” Gyuri hanya tersenyum dan mengikuti ajakan tangan Yul
...****...
Di ruangan bernuansa coklat dengan lantai yang senada, Yul dan Papa Gyuri tengah bercanda tawa dan saling bertukar cerita, ruangan yang mereka tempati penuh dengan canda tawa dari dua orang tersebut
“Yul Yul hahaah ada ada aja kamu”
“iya Pah mobil aku, kenapa pa”
“itu keluaran terbaru ya? Papa liat sih belum ada update tentang model baru ini ya di perusaan mereka” ucap lelaki peruh baya itu dengan wajah yang mulai serius ingin segera medengarkan jawaban Yul
“ooh, memang belum ada Pah, sebelum produknya rilis memang biasanya aku minta buat Cobain dulu Pa, apa mobilnya ada kekuranga atau tidak atau ada yang harus di tambahkan, gitu Pa” jelas Yul
“loh loh… tapi kok kamu bisa minta kaya gitu ya?, kamu ada orang dalam di perusahaan Honda?” tanya Papa Gyuri yang ekspresinya semakin bingung
“oooh ya ampun aku belum cerita ya sama Papa, jadi gini Pa, sekarang ini pemegang perusahaan Honda yang ada di jepang itu aku Pa, mengetahui oran tua aku sudah nggak ada, jadi sebagai anak saya harus bertanggung jawab Pa” jelas Yul santai seperti semuanya berjalan baisa saja
Papa Gyuri yang mendengar penjelasan dari Yul hanya terdiam, kening bliau sampau berkerut mendengar penjelasan yang tela Yul jelaskan.
“kamu serius?” tanya Papa Gyuri yang mencoba kembali memastikan apa yang dia dengar
__ADS_1
“serius Pa, aku sengaja bawa mobil itu karna aku tau dari Gyuri kalo Papa suka mobil perusahaan ku, terimakasih ya pa, aku sengaja bawa mobil itu buat Papa karna tau Papa suka”
“ha…. Kamu serius?”
Mereka akhirnya bercerita lebih banyak dan menghabiskan waktu Bersama hingga masuk waktu senja.
...****...
Ding
[kak Yul, bisa bicara sebentar di balkon? Aku tunggu jam 20.00 oke]
Yul menyunggingkan senyum kecil di bibirnya, dan mulai meggerakkan jempolnya memebalas pesan dari Aksa.
“Akhirnya, adik ipar mau bicara dengan ku hehe”
Di tengah keasikan Yul yang merasa mulai di terima oleh adik Gyuri, telfonnya berbunyi. Di layer telfonnya tertulis nama detektif yang sebelumnya dia beri ppekerjaan untuk menuntaskan kasusu pembullyan Gyuri saat bersekolah di Korea.
{ya Anna… bagaimana? Apa semuanya sudah matang?”}
{sudah pak, berintanya akan di luncurkan besok, dengan waktu yang sudah bapak tentukan}
{Anna… ku rasa aku aku akan mengubah waktu peluncuran beritanya, apa bisa di luncurkan pagi?}
{tentu saja pak, semua sesuai permintaan bapak akan saya turkan}
{waah Good Job Anna, aku sangat puas dengan bukti terakhir yang telah kau berikan pada ku, aku akan menambah bayaran mu sebagai ucapan terimakasih}
{terimakasih pak}
Tut..
__ADS_1
“oke, sesuai rencana, mari tunggu taggal mainnya Jaksa kotor tidak seharusnya berada pada jalan hukum yang di anggap suci, buah memang tidak akan pernah jatuh terlalu jauh dari pohonnya” ucap Yul dengan senyum miring di bibirnya