Mata Ke 7

Mata Ke 7
BAB 5 BAGAS DAN KESALAHAN DILUAR KENDALINYA


__ADS_3

"turun lah sebagai manusia dan cari anak ku yang sudah kau hianati itu. Carilah hingga kau merasa putus asa dan ingin mati, menunggulah selama apapun Yuri ku akan muncul karna hidup mu di dunia tidak akan bertambah dan tidak akan mengurangi umur mu kau akan berhenti di ruang dan waktu yang sudah kusiapkan untuk menyiksa mu perlahan dan nikamatilah kesengsaraan dan keputus asaan mu dengan gyuri palsu ciptaan ku. Kau harus mencari gyuri ku dan kau harus mengembalikannya pada ku. Menunggu lah dan cari tau sendiri bagaimana kau harus menemukan reinkarnasi putri ku yang asli. Langit sudah hancur karna kematiannya, seharusnya aku memperingatkannya lebih awal agar tidak dekat dengan dewa rendahan seperti mu"


Bagas, bukan tapi Yul. Yul hanya menunduk dengan air mata bercucuran dengan baju dan pedang yang berlumuran darah, dia sudah membunuh kekasihnya karna perintah di luar kendali tubuhnya. Bagas bahkan tidak tau siapa yang mengendalikannya dengan ilmu terlarang itu yang bahkan Bagas hanya mendengar tentang ilmu itu dari ayahnya, dia betul betul tidak tau bahwa ilmu itu sungguh ada. Bagas tak sanggup memegang pedangnya lagi dan hanya mendengar kutukan yang dikatan dewa langit untuknya. Langit menggelap dipenuhi awan mendung, singgasana 3 cahaya langit itu redup dan ikut menggelap seiring kematian Gyuri. Tempat itu tidak lagi bersinar karna telah kehilangan pengendali keseimbangannya yang bahkan dewa langitpun tidak bisa menyeimbangkan tempat itu seorang diri.


Bagas adalah dewa kehancuran yang biasa di panggil Yul, Bagas menduduki cahaya biru pada singgasana cahaya langit tersebut yang yakni artinya kehancuran. Tidak ada seorang pun yang ingin mendekati Bagas kecuali Gyuri sang dewi keseimbangan dan Kang sang dewa kehidupan. Bahkan dewi cinta pun enggan mendekat pada Yul.


Hari dimana Yul membunuh Gyuri adalah tepat di hari pernikahan mereka, Gyuri yang tengah sibuk dengan dekorasi pesta yang dia buat untuk menyambut hari bahagia mereka.


Gyuri melihat kekasihnya itu datang dengan seseorang yang sangat dia kenali, Gyuri terlihat senang bahwa mereka berdua tengah berjalan bersama menghampirinya yang tengaherangkai bunga, namun siapa yang menyangka bahwa itu adalah akhir hidupnya.


Yul dengan wajah dingin tanpa ekspresi itu mengeluarkan pedangnya yang tersarung rapi dan menusuk dada calon istrinya, namun sahabatnya Kang mencoba menghalangi aksi Yul dan naasnya pedang itu menembus mereka berdua Yul dengan dingin dan tanpa wajah bersalah di tengah pedangnya tertancap sempurna di dada Gyuri dan Kang, Yul tersadar seakan tidak mengetahui apa yang tengah terjadi di hadapannya dan betapa kagetnya Yul melihat calon istrinya dan sahabatnya sudah berlumuran darah di hadapannya dengan wajah kaget, Yul menarik pedang yang tengah bersarang di dada kekasih dan sahabatnya itu Gyuri dan Kang pun terjatuh tepat di tangkapan Yul. Gyuri yang tengah kehabisan darah itu mengusap pipi Yul dengan tangannya yang penuh darah itu.

__ADS_1


"gwenchana" kata Gyuri dengan senyum di bibirnya dan mata yang bercucuran air mata


"ige mwoya, naega wae ileoji? (ada apa ini, kenapa aku melakukan ini)" Yul bingung dan sangat kaget dengan kejadian yang ada di hadapannya seolah dia tidak pernah melakukan itu


Dewa langit yang melihat kejadian itu secara langsung marah besar, melihat putri kesayangannya jatuh bersimbah darah dan yang melukainya adalah calon suami anaknya.


"BIKYEO (menyingkirlah)" teriak dewa langit pada Yul dengan wajah merah padamnya karna marah


"haneulgamogeulo delyeoga ppalli, PPALLI (bawa dia ke penjara langit cepat, CEPAT)" perintah dewa pada pengawal yang tengah mengacungkan pedang mereka kepada Yul.


Sang dewa langit membawa Gyuri dan Kang kepada dewa penyembuh yang bisa menangani penyakit apapun itu, namun yang bliau dapat hanyalah ketidak sanggupan mereka.

__ADS_1


"bagaimana mungkin kami menyembuhkan entitas yang paling mulia tuan, bahkan menyentuhnya pun kami tidak bisa, kami hanya mungkin menolong dewa kehidupan tapi tidak dengan tuan putri" jelas dewa penyembuh yang tengah berdiri menunduk di deoan dewa langit yang tengah sedih dan marah besar itu.


"cobalah, BERUSAHA LAH"


"maafkan kami yang mulia"


Dengan berat hati, pada hari itu langit kehilangan keseimbangannya yang menyebabkan musim di bumi tidak menentu, musibah dan bencana terjadi diamana mana yang bahkan memakan banyak korban jiwa. Hanya kang yang dapat pertolongan dari dewa penyembuh itu, sedangkan untuk menyelamatkan dewi dari inti dunia ini mereka tidak bisa. Kang sangat marah pada keputusan dewa penyembuh yang menurutnya tidak bijak, kenapa bisa mereka masih menjunjung kemualiaan seseorang tanpa berusaha terlebih dahulu dalam keadaan seperti ini.


Kini musim yang datang tidak sesui dengan tanggal lagi, kekeringan dan banjir bandang terjadi dimana mana. Dunia sudah kehilangan keseimbangannya.


Yul sang dewa kehancuran di adili hari itu juga, dia di kutuk dan di turunkan ke bumi sebagai seseorang manusia yang tidak akan pernah hidup dengan normal. Kehidupannya berhenti di ruang dan waktu seperti kutukan dewa, dia tidak dapat menua dan disiksa dengan rasa bersalah sepanjang hidupnya dengan memunculkan gyuri gyuri palsu ciptaan dewa, Tidak bisa dengan mudah mati dan bahkan saat dia menemukan Gyuri yang sebenarnya, dia akan terus di siksa dengan luka yang telah dia buat di tubuh kekasihnya bahkan saat mengingat momen mereka berdua di ingatan Gyuri yang sudah berreinkarnasi, Gyuri akan tetap terluka dan semakin terluka. Luka lamanya akan selalu terbuka dan menjadi luka baru lagi untuk Yul dan itu benar adanya.

__ADS_1


__ADS_2