
...Alex sangat gugup saat ini jantung nya bedegup lebih kencang, sedang Rafina juga sama merasakan seperti yang Alex Rasakan pandangan kedua nya sama sama keluar....
" Hhhmm...Hhhmm..
...Daheman Mama Nisa, sengaja agar suasana kedua Remaja itu tidak kaku. malah Mama Nisa berharap putra nya mengucap kan kata perpisahan pada Rafina, memang di akui Mama Nisa, kalau Rafina gadis remaja yang berparas sangat cantik. Mama Nisa memaklumi ketertarikan putra, tapi memgingat Ningsih, Mama Nisa jadi ilfil sendiri....
..." Hahh.. mikir apa Aku belum tentu juga mereka jodoh, mereka masih kecil masih harus meraih cita-cita dan impian masa depan" batin Mama Nisa membuang nafas kasar karena fikiran konyol nya yang terlampau jauh....
...mereka sampai di halaman rumah Rafina, Mama Nisa, turun, dengan niat memulangkan Rafina dengan baik sekalian minta maaf karena sudah membawa Rafina tampa ijin....
...Alex menggunakan kesempatan yang ada setelah Mama Nisa dan Pak Marno turun, " Sayang jangan sedih lagi Aku akan sering jenguk kamu.. Cup.. " ucap Alex sambil mencuri cium di pipi Rafina....
...mata Rafina melebar, dada nya berdesir tidak menyaka Alex berani, rona merah mulai menjalari pipi nya, Alex sudah membuat pipi nya tidak perawan lagi....
..." Abang turun bantu Rafina ya?, Mama duluan!" ucap Mama Nisa " Iya Ma" jawab Alex, " Yaudah yuk Pak temani saya menemui keluarga Rafina " Mama Nisa mengajak Marno untuk menemui keluarga Rafina....
...Marno mengangguk mengikuti langkah Nyonya nya, " Ya Allah, semoga keadaan tidak buruk " batin Marno berdoa karena takut Nyonya nya tidak di terima dengan baik oleh Ningsih....
__ADS_1
..." Sayang turun yuk!.." ajak Alex ingin membuka pintu, tapi tangan nya keburu di tarik Rafina hingga Alex mengurung kan langkah nya untuk turun dan kembali menutup pintu yang sudah sempat terbuka sedikit....
..." Ada apa hhm " Alex menggenggam jemari Rafina, " apa Kamu beneran pindah " tanya Rafina dengan nada sendu, Alex merasa ada yang tersangkut di tenggorokan nya saat ini, Alex diam tidak tau harus menjawab apa....
..." Kenapa diam jawab Sayang " ucap Rafina dengan dada sesak mulai ingin menangis, Alex menatap manik mata yang mulai berkaca kaca sungguh Alex tidak sanggup menjelas kan secara gamblang kepindahan nya....
..." Yaudah kalau kamu gak mau jawab " Rafina menarik kasar tangan nya dari genggaman Alex, tapi Alex malah merangkul bahu nya dan membawa nya kedalam pelukan. mereka sama sama gemetar walau ini bukan pelukan pertama bagi kedua nya, mereka merasakan desir desir aneh yang mereka sendiri belum mengerti apa arti desir desir itu....
..." Tok.. tok.. tok.. kaca jendela mobil samping Alex di ketuk Pak Marno, Alex melerai pelukan mereka " Iya ada apa Pak " tanya Alex setelah menurun kan kaca....
..." Den di panggil Nyonya " jawab Pak Marno lalu berbalik karena sudah menyampaikan mandat Nyonya nya, Rafina mendadak pias takut kalau Mama Alex bertemu Ningsih Ibu nya. ...
... Alex melabuh kan ciuman di kedua mata pipi dan terahir di pucuk hidung Rafina mengikuti adegan film drakor yang pernah Ia tonton di ponsel. ...
...Alex duluan turun setelah cukup membuat pujaan hati nya tenang, dengan sigap membantu Rafina turun, Alex juga memapah Rafina sambil terus menghirup wangi alami tubuh Rafina....
...Dengan sangat hati hati Mama Nisa duduk di pinggir tempat tidur Nek Yati yang kini sedang tertidur, Mama Nisa menggenggam tangan wanita tua kurus yang kini terbaring lemah tidak berdaya, sangat membuat hati Mama Nisa terenyuh, buliran bening luruh begitu saja dari mata indah nya....
__ADS_1
..." Jangan menangis Nyonya, saya minta maaf karena cucu saya sudah merepotkan " ucap Nek Yati, membuat Mama Nisa langsung menoleh menatap Nek Yati tidak di sangka kehadiran nya telah mengganggu istirahat Nek Yati, " Gak kok Bu cucu Ibu tidak menyusah kan saya " jawab Mama Nisa sambil tersenyum manis....
..." Saya minta maaf ya Bu sudah mengganggu tidur Ibu " ucap Mama Nisa tidak enak hati, " jangan merasa tidak enak hati, Saya yang seharus nya yang berterima kasih karena Nyonya sudah berkenan singgah ke gubuk reot Kami " ucap Nenek Yati tersenyum juga. ...
...Alex dan Rafina masuk berikut juga Marno, " No kamu tolong Mak buat kan minum untuk tamu kita " ucap Nenek Yati, " Oh gak usah Bu saya juga gak bisa lama lama karena sebentar lagi suami saya pulang dari kantor " jawab Mama Nisa langsung....
...Alex menarik bangku kayu untuk Rafina duduk, " kamu lagi Fina kenapa bisa kaki Mu jadi seperti itu!? " tanya Nek Yati berusaha bangun untuk duduk, Marno langsung membantu Nek Yati duduk dan menyusun bantal bantal lusuh agar perempuan tua itu nyaman....
..." Makasih ya No?" ucap Nek Yati, " Sami sami Mak " jawab Marno, " Oh ya No kamu ada lihat Ningsih " tanya Nek Yati lagi, " ndak Mak entah kemana anak itu " jawab Marno, " Syukur lah kalau Ningsih gak ada " jawab Nek Yati sambil menghempas nafas kasar membuat dahi Mama Nisa berkerut tapi enggan bertanya takut di bilang kepo....
..." Yudah Bu Rafina sudah sampe rumah dengan aman, Saya pamit ya Bu " ucap Mama Nisa setelah berdiri, " Ah Iya Nyonya terima kasih kunjungan nya, Saya tidak bisa membalas kebaikan Nyonya biar Allah saja yang membalas kebaikan nyonya " jawab Nek Yati membuat Mama Nisa mematung dengan segudang pertanyaan di kepala tentang siapa sebenarnya nya Nenek Yati....
..." Yaudah ayok Abang kita pulang " ucap Mama Nisa pada Alex yang kini berdiri di belakang Rafina, " Iya Ma " Jawab Alex kemudian menunduk berbisik ke telinga Rafina " Sayang Aku pulang, jaga diri baik baik" ucap Alex yang di balas anggukan kepala oleh Rafina....
...Mama Nisa duluan keluar setelah menyalami Nenek Yati baru kemudian gantian Alex dan Marno, mereka sama sama menuju mobil " ahh Ma lupa itu obat Rafina masih di dalam mobil " ucap Alex menghentikan langkah Mama Nisa dan Marno....
..." Yudah Kamu ambil kasih sana " perintah Mama Nisa, Alex bergegas lari ke mobil untuk ambil obat Rafina kemudian berlari lagi untuk memberikan obat itu....
__ADS_1
" Sayang ini obat kamu " ucap Alex seolah Nek Yati benda mati, Rafina tersenyum malu pada Nek Yati lalu menerima Obat dari tangan Alex, " Maaf ya Nek" ucap Alex lalu berbalik pergi karena malu.
..