
Rafina masih begong, sambil menatap punggung Alex sampai menghilang dari pandangan. Alex bener bener sudah mengobrak abrik perasaannya, setelah selesai membuat Rafina terbang dengan segala sensasi dan rasa kini tertinggal. begitu saja pergi setelah panah asmara itu benar benar tertancap di relung hati Rafina.
bibir tebal akibat sesapan kuat Alex masih di raba Rafina, tersisa manis juga perih, Rafina masih terpaku pada rasa yang sangat indah.
" Kak mana Kak Alex? " tanya Eka yang baru saja tiba.
Rafina tidak menggubris malah termangu menatap Eka, kejahilan Alex benar benar sudah menguasai alam bawah sadar bahkan masih sangat membekas, hmm..Eka duduk di samping kesal Rafina bukan nya menjawab malah bengong.
" Kak Ibuk sudah bangun tuh lagi nyariin Kakak" ucap Eka sekalian memukul sedikit, Rafina sadar dari segala rasa yang sudah memerangkap.
Sampai di basment Alex memakir kan mobil kebanggaan nya di tempat kusus, dengan wajah berseri Alex turun langkah nya begitu ringan, bayangan ciuman di taman tadi bener bener bikin mod Alex sangat baik.
" Pagi Pak " sapa satpam di depan pintu masuk. Alex tidak bersuara hanya mengangguk samar seperti biasa nya.
Alex melangkah masuk ke lobi DIRHAM CORPORATION, entah kenapa wajah Rafina masih terus terbayang hingga Alex senyum senyum sendiri, aura ketampanan si Bos begitu terpancar memikat hari ini.
Senyuman manis tentu membuat semua pegawai nya bertanya ada apa , sangat berbeda dari biasa nya. tidak terhindar perubahan itu jadi topik gosip para pegawai terutama pegawai wanita.
Bisik bisik sesama pegawai pun berlangsung, " Eh..Dir Lo liat gak muka Pak Alex tadi?."
"Emang kenapa?. Na"
"Gak sih berbeda aja dari biasa nya"
" La trus kita mau perotes gitu!? " jawab nya Dira jutek.
"Gila Lo mana berani Gue "
" Nah itu Lo tau "
" Lo kenapa sih Dir selalu sensi aja bawaannya kalau udah cerita menyangkut Pak Alex jangan jangan Lo masih dendam pasal tempo hari ya?."
Dira diam sesaat " gak lah mana berani dendam. nyata nya Gue masih di sini, jodoh udah ada yang ngatur " jawab Dira getir.
__ADS_1
salah satu pegawai Alex berubah bicara lembut, memang benar sosok cantik pegawai Alex yang bernama Dira pernah tergila gila pada Alex, sampai sampai Dira melakukan hal di luar nalar.
Dulu nya Dira sekretaris Alex, sering berdampingan menimbul kan benih benih cinta di hati Dira, suatu hari Dira nekat merayu Alex demi bisa menjadi pasangan Alex seperti impian nya, tapi semua itu harus kandas dan hancur bukan kemanisan yang Ia dapat tapi caci maki dan tamparan keras di pipi yang membuat Dira sadar juga meminta di pindah kan ke bagian lain.
" Yakin Lo gak dendam bukan nya kemaren kemaren itu Lo yang paling tebar pesona biar di lirik " ucap Nana sinis.
Wajah Dira memerah seperti tertampar dengan ucapan Nana, tidak di pungkiri semua omongan Nana benar.
" Alah berlagak Lo. Lo masih nyipen rasa kan?" ucap Nana berapi api.
" Udah Kak Dira Kak Nana!! itu Pak Alex liat kemari loh"
Gosip debat langsung berhenti saat salah satu dari mereka dengan sengaja menyeru kalau Alex sedang memperhatikan mereka.
Alex memang sempat melirik ke kerumunan empat wanita pegawai nya, tapi karena hati terlanjur senang Alex melewat kan begitu saja.
" Pagi pak" sapa resepsionis.
" Tumben senyum senyum ada apa ya?, apa kerasukan jin baik!? " resepsionis terheran melihat tampang si Bos yang berbeda hari ini.
" Brooo... tunggu " panggil Yady namun sayang Alex tidak mendengar karena Yady baru tiba di pintu masuk, masih tertinggal lumayan jauh, Yady setengah berlari menyusul Alex.
" Bro tunggu " teriak Yady dengan nafas hampir putus.
ketika pintu lif sedikit lagi tertutup rapat.
Yadi menahan pintu lif dengan ujung sepatu hingga pintu kembali terbuka, " Hah...hampir aja " ucap Yady masuk di barengi helaan nafas ngos ngosan.
Alex melihat Yady sekilas lalu kembali dengan imajinasi nya sendiri, sangking terbawa emosi. tampa sadar Alex terkikik lucu betapa Rafina tidak sanggup menolak saat Alex dengan terang terangan di tempat terbuka mencium nya ddengan ganas.
" Bro Lo baik baik kan? " tanya Yady menggaruk kepala yang sebenar nya gak gatal, Yady berdiri di depan Alex untuk memastikan.
" Apaan sih Lo. Gue sehat kok" jawab Alex mendorong muka Yady ke pinggir.
__ADS_1
"Hmmm Gue tau nih pasti Lo semalem abis kencan ama cewek yang Lo bawa pulang kemaren ya kan? " tanya Yady kepo.
Alex mendengus tidak menjawab omongan Yady, kesal karena Yady sudah mengganggu imajinasi nya tentang Rafina, pintu lif terbuka Alex dengan cepat melangkah keluar. terlalu malas berlama lama bersama Yady, takut Dirinya keceplosan menceritakan soal Rafina,
gak ingin jadi bahan olokan Yady, tau lah Yady punya seribu bahan untuk ngolok.
Alex menghempas kan punggung nya di kursi kebesaran, ada dua map yang sudah tergeletak di atas meja kerja melirik sekilas lalu Alex merogoh saku celana buat ambil benda pipih penghubung dunia.
Alex menatap foto Rafina yang Ia jadikan walpeper, " uh jadi kangen" gumam Alex membelai foto Rafian, baru saja bertemu sudah kangen lagi.
Sementara Rafina tengah sibuk membujuk Ningsih agar mau di rawat satu malam lagi, "gak usah Nak Ibuk pulang aja ya?, Ibuk udah sehat kok " ucap Nengsih bersikeras tetap ingin pulang.
Rafina ahirnya mengalah dengan kemauan Ningsih, karena Ningsih berjanji akan ikut tinggal bersama nya.
" Yaudah Ibuk siap siap ya?. Fina harus bayar dulu " ucap Rafina lalu meminta Eka untuk mengantar nya.
" Maaf bu biaya perawatan untuk Ibu Ningsih sudah di tanggung pihak rumah sakit " kata suster yang bertugas dibagian administrasi.
" Kok bisa sus? " heran Rafina.
" Iya Bu, kebetulan Ibu Ningsih kerabat pemilik rumah sakit ini " terang suster membuat Rafina dan Eka terperangah.
Rafina menatap suster, "apa kuping ku gak salah dengar " batin Rafina.
" Maksud nya sus? " tanya Rafina lagi agar semua lebih jelas.
" Hmm Ibu kenal dengan Bapak Alex Dirham!?
" Ya saya kenal " jawab Rafina.
" Bapak Alex Dirham pemilik rumah sakit ini " tutur suster, membungkam Rafina terdiam seribu basa, tidak menyangka Alex lah pemilik rumah sakit besar ini, Eka juga sama terkejut sampe melongo.
Rafina minta Eka mendorongnya kembali ke ruangan Nengsih, fakta baru Alex benar benar orang kaya, kabar baru tentang Alex membuat Rafina merasa kecil beda kasta tidak sepadan kalau harus dekat dengan Alex, Rafina harus berfikit ulang masapah kelanjutan hubungan mereka.
__ADS_1