
Suara azan magrib terdengar, " Ya Allah Astarfirullah " desah Alex mengucap kan Istirar, sangking semangat nya Alex hampir saja melewat kan kewajiban sebagai muslim.
" Ky!!.. cepetan Gua mau wudhu " ucap Alex di depan pintu kamar mandi bertepatan dengan terbuka nya pintu karena Frengky udah selesai mandi.
" Lo masih pake baju itu?! " tanya Alex karena lihat Frengky memakai pakaian yang sama.
" Ya gak papa lah masih bersih ini! " jawab Frengky ingin melewati Alex, Frengky merasa gak enak aja kalau harus ngerepotin Alex sampe harus berbagi pakaian sukur sukur udah di kasih numpang.
"Hey...sejak kapan Lo tau diri, kenapa sungkan sama Gue, Akh udah macem baru kenal aja " kata Alex heran saja sejak kapan si Frengky sadar diri dulu aja suka asal asalan sesuka hati ini kok malah berubah.
" Ya gak gitu Bro, Gue rasa gak enak aja takut ngerepotin Lo " jawab Frengky mengibas kan tangan agar Alex melepas lengan nya.
Alex melepas cengkraman nya dari lengan Frengky, menatap dalam mata sahabat nya "apaan sih ni anak, merajuk kah kenapa pulak ada rasa gak enak takut ngerepotin apa begini sifat orang yang sudah susah sensitif mulu bawaan nya " kata Alex dalam hati.
Suara komat terdengar, sudah tidak ada waktu lagi untuk membahas antara enak gak enak nya si Frengky, " Lo gak solat ?" Frengky memgangguk sebagai jawaban kalau Ia solat. " udah gak usah ngulur waktu Lo pake aja pakean Gue yang mana mau Lo pakek terserah, itu di laci kedua ada ****** masih baru kalau laci yang pertama bekas Gue, ya kalau Lo mau pake ya gak papa jugak " ucap Alex lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu.
Frengky terdiam sesaat, lalu menuju lemari besar tempat pakaian Alex gak enak juga kalau gak ganti masih untung gak punya bau badan, setelah membuka lemari Frengky menatap pakaian Alex tersusun rapi, salut walau kaya tajir melintir Alex tidak seperti kaum hedon lain, pantang kaya langsung adiain walk in closet buat naruh barang brandet.
Setelan jas yang tergantung rapi sangat memukau mata Frengky, Ia pernah kaya dan tau berapa harga satu jas kantor milik Alex, tentu kalau sekarang Frengky harus nabung setahun untuk bisa pakai pakaian brendet lagi.
Sedang asik Frengky memilah milah mana yang cocok untuk dipakai, " Ya ampun ni anak, itu udah Gue siapin tuh di atas tempat tidur, Gue rasa cocok kalau Lo pakek " Alex menyambar sarung dan sajadah serta peci Alex tidak mau membuang waktu.
Frengky menoleh benar ternyata Alex sudah lebih dulu menyiap kan, " Ya udah entar Gue ganti ama berwudhu dulu, Lo duluan aja solat nya " ucap Frengky kembali menutup pintu lemari setelah meraih satu ****** baru dari laci nomor dua.
__ADS_1
Menurut keinginan Frengky, Alex langsung melaksanakan Solat dengan khusuk tampa menunggu Frengky.
setelah mengganti pakaian dan berwudhu, Frengky keluar dari kamar mandi terdengar bacaan Alex sangat merdu membuat ingatan Frengky terbang kemasa lalu dimana kala masih duduk di bangku SMP, Almarhum Papa nya akan selalu mengajak nya solat berjamaah. Frengky duduk di pinggiran tempat tidur menunggu Alex selesai sembahyang.
Tidak berapa lama Alex selesai solat, " Itu sarung di sana" tunjuk Alex ke lemari petak kusus tempat peralatan solat letak nya pas samping lemari besar.
Tampa banyak bicara Frengky pergi kelemari untuk ambil sarung, sementara Alex menggelar satu sajadah lain untuk Frengky.
" Solat Lo yang khusuk minta sama Allah biar jalan sukses Lo cepet satu lagi doain kedua orang Tua Lo biar mereka bahagia di alam sana " petuah Alex.
" Iya pak Ustad " jawab Frengky lalu mengambil sikap berdiri tegak di atas sajadah.
Frengky melasanakan solat dengan begitu khusuk, hingga tidak dapat menahan tangis karena merasa sangat banyak berbuat dosa. selesai melaksanakan Solat Frengky melantun kan Doa untuk kedua orang Tua.
Derai air mata penyesalan mengalir di pipi Frengky, membuat Alex ikut terenyuh hampir lima tahun tidak ketemu dan Alex banyak ketinggalan tentang berita seputar kehidupan Frengky .
" Mau kemana kalian " tanya Mama Nisa penuh selidik sambil menatap Alex dan Frengky silih berganti
" Mau jalan Ma " jawab Alex.
" Iya Bunda " Frengky ikut menimpali ucapan Alex.
" Ya sudah makan dulu gih " Perintah Mama Nisa sengaja mengulur waktu agar Alex tidak jadi pergi toh Rafina bakal datang dengan kedua orang tua nya, kalau Alex pergi pasti lah tujuan nya ketempat Rafina.
__ADS_1
" Mama masak apa Ma " Alex memeluk pinggang sang Mama.
" Masak yang biasa aja kok " jawab Mama Nisa.
Alex dan Frengky saling tatap saat sudah sampai di meja makan, betapa tidak Mama Nisa masak cukup banyak sampe ada beberapa macam lauk yang terhidang.
" Ma apa Mama mau kenduri masak segini banyak!? " tanya Alex sambil merhatiin satu persatu lauk yang sangat menggugah selera.
" Gak ini cuma mau nyambut tamu spesial aja" jawab Mama Nisa sambil menuang jus mangga yang tadi barusan Mama Nisa buat.
Alex termangu sedih menatap Mama Nisa, " Apa maksud Mama bilang tamu spesial, apa Mama diam diam menjalin hubungan dengan seseorang, apa Mama udah melupakan Papa " batin Alex merasa sangat sedih selera makan nya mendadak hilang.
" Kenapa liat Mama kayak gitu!? " Mama Nisa risih di tatap Alex.
" Ting tong... ting tong... " Bel pintu berbunyi.
" Nah itu mereka datang pas bener biar langsung makan bareng " ucap Mama Nisa pergi ngeloyor gitu aja meninggal kan Alex dan Frengky.
" Bunda ngundang siapa Lex " tanya Frengky setengah berbisik.
" Entah lah Gue gak tau, Lo di sini sebentar ya Gue mau ke kamar dulu ada yang ketinggalan " ucap Alex berbalik ninggalin Frengky yang sudah terduduk di kursi.
Alex bukan kembali ke kamar melain kan ngintip siapa tamu yang di undang sanga Mama, " Wa'alaikumsalam, silahkan masuk " ucap Mama Nisa bikin Alex penasaran siapa tamu yang di undang sampe Mama nya bela belain masak banyak.
__ADS_1
Alex mengintip di balik tembok pembatas ruang tamu dan ruang tengah yang biasa dipake untuk rehat nonton tv.
Jantung Alex berdegup kencang setelah lihat siapa yang datang, Alex meraup kasar wajahnya karena sudah merasa salah " Ya Allah ampun kan Aku sudah nuduh Mama yang gak gak " batin Alex lalu keluar untuk menyambut belahan jiwa yang datang bertamu.