MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
CARI ISTRI


__ADS_3

Dengan tangan gemetar Alex coba menyentuh bahu perempuan yang sedang tertunduk dalam itu, bug... Alex terjatuh tepat di depan perempuan itu, " Sa.. sa... sayang " teriak Alex terputus putus karena terperanjat kaget perempuan itu sangat mirip dengan Rafina.


..." Abang... he.. Abang... bangun " Teriak Mama Nisa, dan langsung buat Alex terbangun, "Astagfirullah, Kamu kenapa Nak " tanya Mama Nisa sedikit lega setelah Alex bangun....


Tadi nya pergi ke kamar Alex hanya untuk memberitahukan tentang undangan Maya anak dari Amar Dirham adik dari Papa nya Alex, tapi baru mau buka pintu terdengar Alex menjerit.


..." Ahh... syukurlah cuma mimpi " lirih Alex, Mama Nisa menatap putra nya dengan sedih, sebagai seorang Ibu tentu Mama Nisa dapat merasakan apa yang kini sedang melanda perasaan putra nya dan racauan sayang tadi Mama Nisa paham itu di tujukan pada siapa....


...Mama Nisa duduk di pinggir tempat tidur " Iklas kan Dia nak, Mama tau Kamu sangat mencintai nya, Mama tidak melarang rasa cinta itu tapi coba lah buka lembaran baru, buka hati Kamu apa kamu gak mau berikan Mama cucu agar Mama gak kesepian " ucap Mama Nisa sambil menyusut air mata yang tumpah di sudut mata nya....


...Mama Nisa tau bagaimana perjalanan cinta putra nya, Alex terdiam mendengar ucapan Mama Nisa, mimpi tadi sangat jelas perempuan yang duduk di kursi roda itu memang Rafina, " Huff... mungkin itu kebetulan saja karena Aku terlalu merindukan nya " batin Alex mencoba mengalih kan dan lebih berfikiran positif....


...Alex turun dari tempat tidur, " Bang ada undangan dari Maya " ucap Mama Nisa teringat maksud kedatangan nya tadi, Alex menoleh " Maya anak Om Amar ya Ma " tanya Alex, " Iya sayang " jawab Mama Nisa, " Hebat tu anak masih kecil udah berani nikah " ucap Alex sambil melipat kain sarung yang Ia pakai solat tadi....

__ADS_1


..." Ya bagusan Dia lah dari Abang, sebentar lagi Om dan Tante Mu itu akan gendong cucu sementara Mama entah kapan mungkin setelah Mama mati baru kamu mau cari pendamping " ucap Mama Nisa sangat menusuk hati Alex....


...Alex mendekati Mama Nisa lalu berlutut di depan Mama Nisa, " Ma bisa gak jangan ngomong soal kematian " tanya Alex dengan air mata sudah mengambang siap tumpah. Alex sangat takut kalau mendengar kata itu apa lagi yang kini mengucap kan kata itu wanita pertama yang sangat Ia cintai sedang Rafina wanita kedua nya....


...Mama Nisa menangkup kedua pipi putra nya " Kalau kamu mau lihat Mama bahagia cepat lah menikah, Mama yakin pilihan Kamu pasti yang terbaik " ucap Mama Nisa, Alex menggenggam kedua telapak tangan Mama Nisa, " Kasih Abang waktu ya Ma?" jawab Alex lalu mencium tangan perempuan yang sudah melahir kan nya....


Mama Nisa tersenyum, " Yaudah Mama mau balik istirahat, Hoooam, udah ngantuk nih " Ucap Mama Nisa lalu berdiri, Alex bangun memeluk pinggang Mama Nisa dari belakang, " Ma sehat terus ya?" bisik Alex dari belakang sambil ngikuti langkah Mama Nisa.


..."Plaak... Iya cepet cari istri " Mama menepuk sayang tangan putra nya, Alex cuma nyengir di belakang terus memeluk mengiringi langkah Mama Nisa sampe depan pintu kamar....


..." Ihhh Anak Mama udah pinter ya? " Aduh...aduh Ma Sakit " Mama Nisa gemas dengan tingkah anak nya hingga mencubit kedua pipi Alex dan Alex langsung mengaduh kesakitan....


...Setelah Mama Nisa berlalu Alex, menutup kembali pintu kamar sambil mengusap pipi bekas cubitan Mama lumayan buat kulit pipi nya perih....

__ADS_1


...Alex kembali naik ke tempat tidur, tapi hampir satu jam mata nya tidak mau terpejam, Alex bolak balik di atas tempat tidur hingga backcover berantakan karena ulah nya, jam dua dini hari Alex belum juga bisa tidur. Alex bangkit pergi ke ruang kerja berharap setelah melihat beberapa imail mata nya akan bisa terpejam....


...Alex membaca imail yang masuk, dan mengkopi beberapa agar punya salinan nya, waktu sudah menunjukan pukuk empat pagi tapi Mata Alex masih seger tampa rasa kantuk sedikit pun, dari kejauhan lamat lamat suara azan berkumandang Alex menutup laptop lalu kembali kekamar. ...


...Tampa membuang waktu Alex segera bersuci untuk melaksanakan solat subuh, tidak lupa Alex mengirim doa untuk almarhum Papa nya dan Rafina, hati nya sangat sedih saat menyebut nama Rafina Alex sempat menangis tersedu saat di ahir doa nya....


...Selesai solat Alex ingin pergi joging untuk mengalih kan fikiran, agar tidak larut apa lagi mengingat permintaan Mama Nisa, Alex memakai pakaian santai dengan separu cat putih kesan macho yang pasti nya akan banyak perempuan berebut ingin mendekati nya....


...Alex pergi tampa permisi dengan Mama Nisa, Mama Nisa yang masih di kamar buru buru keluar karena mendengar deru mesin mobil Alex, tapi sayang Alex sudah keburu pergi saat Mama Nisa baru akan mencapai pintu....


..." Ya Allah kemana anak itu gelap gelap gini" ucap Mama nisa panik lalu melihat keluar dari jendela, Mama Nisa kembali kemara untuk mengambil benda pipih penghubung dunia, entah kenapa hati nya tidak tenang....


..."dreeeet.. dreeeet.. " Alex melirik kesamping, "hhmmm " lirih nya lalu menerima panggilan setelah tau siapa yang memanggil, " Asslam mualaikum Ma " ucap Alex " Wa'alaikum salam, Kamu kemana nak? " tanya Mama Nisa setelah menjawab salam sang putra, Alex tersenyum mendengar nada suara Mama Nisa yang penuh kekhawatiran....

__ADS_1


..." Abang mau joging di taman kota, Mama mau apa biar nanti Abang belikan!? " jawab Alex masih dapat di dengar nya saat Mama Nisa menghembus nafas lega, " Yaudah kalau gitu, belikan Mama nasi gurih uduk aja " jawab Mama Nisa di seberang, " ya pasti Abang beliin, Ya dah Abang tutup tlpon nya ya Ma " ucap Alex lalu langsung mematikan sambungan setelah mendengar jawaban Iya dari Mama Nisa....


Alex sudah sampai di taman pinggir kota, setelah menempat kan mobil di posisi parkir Alex segera turun udah gak sabar ingin hirup udara segar tampa polusi, langkah nya menyusuri jalan jalan setapak yang memang sengaja di buat agar lebih berkesan alam bebas terbentang, Alex terus berjalan hingga mata hari mulai nampak kekuningan diufuk timur, " indah nya " lirih Alex melihat mata hari semakin nampak Alex kembali melanjut kan langkah hingga sampai di padang rumput yang terbentang sangat luas dengan ada satu pohon besar di tengah nya fikiran Alex teralih akan mimpi nya semalam.


__ADS_2