MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
MENGHINDAR


__ADS_3

Saat memasuki apotik ternyata di dalam sudah ada beberapa orang lumayan rame lah, "berarti ngantri nihh. ." batin Alex terlalu malas kalau ikutan ngantri, " Permisi Mbak " sapa Alex pada karyawan apotik yang lagi duduk menghadap komputer, " Ya Mas ada yang bisa di bantu " jawab karyawan tersenyum ramah lalu bangun melayani Alex.


Alex menyerah kan resep dari Dokter Santo, "ini tolong cepat sedikit ya Mbak,!?" ucap Alex terkesan memaksa tapi tetap angguki ramah oleh karyawan apotik, bagi nya sudah biasa menghadapi pelanggan seperti Alex selalu mau buru buru.


" Nama Bapak siapa pak?..." tanya karyawan apotik setelah melihat resep tidak ada nama pasien yang tercantum di resep, " Nama saya Alex " jawab Alex dan karyawan apotik menulis nama Alex di resep. " silah kan duduk dulu di situ ya pak!? " ucap karyawan itu ramah sambil nunjuk deretan kursi stenlis.


" Apa saya tidak bisa di dulu kan? " tanya Alex menasang tampang sangar, " Maaf Pak peraturan nya disini harus ngantri, mohon di maklumi ya Pak!?" ucap karyawan itu santun, Alex terdiam merasa seperti di tampar gak bisa berkata apa apa, jiwa kepemimpinan nya tercabik cabik peraturan ya tetap peraturan sama seperti Diri nya menerap kan peraturan yang harus di patuhi seluruh karyawan di kantor.


Alex menoleh sambil mendengus, hanya empat orang berarti antrian tidak terlalu panjang apa boleh buat tetap harus ngantri. di deretan kursi itu sudah duduk empat orang hanya tersisa satu tempat duduk dan itu tepat berseblahan dengan orang pake topi.


Alex melangkah duduk di tempat duduk yang masih kosong, karena kesal harus ngantri Alex menghenyak kan bokong nya begitu saja di sebelah orang yang duduk tertunduk.


Orang di samping Alex sempat menoleh tapi hanya sesaat dan itu tampa Alex sadari, orang itu tertunduk seperti sedang menghitung berapa senti lebar keramik lantai apotik.


Sejenak Alex mengamati orang di sebelah nya, terlihat gaya nya seperti laki laki karena pake jaket dan topi, ingin berbasa basi tapi malas Alex memilih bersandar kemudian sibuk serching dengan benda layar datar penghubung dunia.


Terdengar satu persatu orang yang ngantri di panggil, Alex hanya melirik sekilas untuk lihat siapa yang maju, setelah tiga orang kini tinggal Alex dengan orang di sebelah nya, sesekali Alex melirik namun orang di sebelah nya masih saja setia nunduk menekuri lantai keramik yang di pijak.

__ADS_1


Karena bosan menatap layar gaway Alex mencoba interaktif dengan orang di sebelah nya, " Ya Allah " batin Alex terenyuh setelah melihat ternyata orang di sebelah nya hanya punya satu kaki, " Maaf Mas udah lama? " sapa Alex ramah membuka pembicaraan.


Tapi sayang orang di sebelah nya seperti bisu, pertanyaan Alex hanya di jawab gelengan kepala, " Mbak Elen..." terdengar karyawan apotik memanggil nama, Orang di sebelah Alex bangun dari duduk.


Deg... Alex terdiam ternyata nama yang barusan di panggil nama orang di sebelah nya, " Ahh. ..gak mungkin" batin Alex tiba tiba aja teringat pertemuan dengan Elen tadi pagi.


Alex memandang punggung orang itu perasaan nya mengatakan kalau Ia sangat mengenal orang itu, Alex tidak ingin menebak nebak terlalu jauh kalau Iya benar kalau salah kan malu, Alex hanya melihat orang itu berinteraksi dengan karyawan apotik. yang lebih bikin Alex geli orang yang barusan Ia sapa ternyata seorang perempuan.


Alex masih merasa lucu dalam hati tapi pandangan nya fokus pada orang tersebut, setelah selesai menerima obat dan membayar orang yang di sebelah Alex tadi melirik Alex sekilas.


Setelah Alex sadar akan keberadaan nya Elen hendak pergi begitu saja, " Tunggu Len " Alex melangkah menyusul tidak sangka orang di sebelah ternyata Elen.


" Tunggu Len" Alex meraih bahu Elen karena Elen tidak mau berhenti. cekalan luyamayan kuat membuat tongkat Elen hampir tergelincir di lantai licin, untung Elen sudah latihan Elen berhenti mengatur detak jantung nya beberapa detik lalu berbalik menghadap Alex " Biar kan Aku pergi " ucap Elen dingin melihat wajah Alex sesaat lalu kembali tertunduk.


" Kenapa kamu menghindar dari Aku Len!? " tanya Alex memegang kedua bahu Elen bagaimana pun mereka dulu sahabatan, kejadian tempo hari langsung berputar lagi di ingatan Elen, " lepas kan tangan Kamu, Aku harus pergi " ucap Elen ketus tidak ingin menjawab pertanyaan.


" jawab dulu Len kenapa Kamu menghindari !? " tanya Alex lagi tidak tau kenapa Elen yang dulu begitu baik malah menghindariya.

__ADS_1


" Aku gak menghindar, tolong lepasin... Aku harus pergi " jawab Elen menunduk, Alex diam menatap sendu topi yang dipake Elen hatinya bertanya tanya kesalahan apa yang telah Ia perbuat sampe Elen menghindar.


" Sudah ya Maaf Aku harus pergi " ucap Elen menepis tangan Alex dari pundak dengan suara bergetar, " Alex dapat merasakan bahu yang di genggamannya bergetar. " Bapak Alex " karyawan apotik manggil nama Alex.


" Ah... Iya " jawab Alex gelapan Seketika Alex menoleh karena namanya di panggil, "Tunggu sebentar Kita belum selesai bicara " ucap Alex pada Elen. minta Elen menunggu lalu melepas tangannya dari bahu Elen.


Alex pergi Elen mendesah lega karena punya kesempatan untuk menghindar " Maaf kan Aku Lex " lirih Elen lalu berbalik pergi saat Alex menemui karyawan apotik, baginya bertemu Alex hanya membangkit kan luka lama.


Selesai membayar Alex berbalik namun sayang Elen ternyata sudah pergi, " kemana Dia " lirih Alex dalam hati lalu melepas pandangan mengitari kesetiap sudut ruang apotik, " pasti belum jauh " batin Alex melangkah keluar dari apotik untuk mencari keberadaan Elen.


Sampai di luar Alex menatap sekeliling tetap tidak menemukan Elen, dengan kesal karena Elen pergi gitu aja Alex menyusuri areal parkir dan bahu jalan berharap Elen masih bisa Ia temukan, namun sayang tetap tidak ketemu, " Apa iya bisa secepat itu " batin Alex tidak menyangka hanya satu kaki dengan bantuan tongkat bisa secepat kilat Elen menghilang.


Sementara yang tidak di ketahui Alex. Elen bersembunyi dalam Mobil, untung kaca mobil hitam hingga Elen dapat bernafas lega karena Alex tidak mungkin menemukan Diri nya, dari dalam mobil Elen mengikuti kemana Alex bergerak, " hik.. hik... " Elen hanya bisa menangis sambil sesekali menutup mulut saat lihat Alex bergerak ke arahnya.


" Maaf kan Aku Lex tidak seharusnya kita ketemu lagi, bukan salah Kamu tapi salah Ku yang sudah mencintai mu terlalu dalam" lirih Elen masih terus mengikuti kemana Alex bergerak.


"

__ADS_1


__ADS_2