
...Alex dengan perlahan memijat telapak kaki Rafina, sementara si empu kaki malah menatap lekat dengan hati sedih, " ya Allah begitu sayang nya Alex sama Aku, begitu besar nya cinta nya pada Ku, apa Aku harus bersyukur atas nikmat yang kau berikan ini Ya Allah , tapi Aku cacat Ya Allah Aku merasa tidak pantas untuk berada di sisi nya tolong beri Aku petunjuk agar keiklasan kalau harus melepas nya agar Ia menemukan perempuan yang sempurna " lirih batin Rafina menangis....
..." Terasa gak yank? " tanya Alex setelah lumayan lama tidak ada pembicaraan di antara mereka, " Ya sedikit " jawab Rafina dengan suara serak, Alex menoleh karena mendengar suara berat Rafina tapi yang di lihat sedang mengusap mata nya....
...nyuttt... jantung Alex seperti di cubit " Kamu kenapa Yank?.. apa Aku mijit nya kekuatan ? " tanya Alex merasa bersalah , menyangka Rafina kesakitan tapi enggan untuk bilang, Rafina menyusut hidung nya, " hhmm.. Aku merasa gak pantas berada di sisi kamu dan Mama " jawab Rafina sambil menghapus lelehan air mata yang keluar....
...Alex terdiam setelah mendengar ucapan dari wanita yang telah menduduki setiap bilik hati nya, deg.. deg.. jantung Alex berpacu " apa sih yang gak pantas, kenapa lagi Dia masih meragu kah Ya Allah " batin Alex menyudahi pijatan di Kaki Rafin, " apa nya yang gak pantas? " tanya Alex sambil menghembus nafas kasar, heran kenapa sikap Rafina berubah ubah....
...Alex beringsut turun dari sofa setelah memindah kan kaki Rafina dari pangkuan nya " apa yang gak pantas? " tanya Alex lagi karena Rafina belum menjawab pertanyaan nya, Alex menatap Rafina sambil bersidekap, "apakah karena keadaan nya sekarang atau karena memang ada laki laki lain" monolok Alex dalam hati teringat kata kata yang Rafina bilang waktu di rumah baru nya tadi siang....
..." Ya gak pantas aja, Kamu lihat kan Aku sekarang cuma perempuan cacat yang tidak berdaya, sementara Kamu sempurna memiliki segala nya, buka mata mu masih banyak perempuan sehat dan cantik di luaran sana yang siap dan dengan senang hati berada di sisi Kamu " jawab Rafina panjang lebar dengan hati seperti di toreh....
...Alex membuka mata lebar sungguh jawaban Rafina membuat hati nya seperti di remas" kenapa persaan Ku tidak di hargai di anggap apa aku selama ini" batin Alex menggeram....
__ADS_1
..." Ya Allah jahat nya Aku " batin Rafina masih bersitatap dengan Alex pandangan mereka saling mengunci, Rafina dapat melihat irisan memerah di mata Alex, " marah kah Dia itu lebih baik Ya Allah, mungkin kami tidak di takdir kan bersatu " batin Rafina sambil menelan saliva yang terasa pahit seperti empedu....
...Alex sengaja mendekat memangkas jarak diantara mereka, " a.. apa ma.. maumu Lex " tanya Rafina gugup sambil menahan nafas tenggorokan nya terasa sangat kering hingga leher nya seperti tercekik....
...Alex menatap jauh kedalam netra mata hitam Rafina, " coba jawab Aku dengan jujur , Kamu mencintai Aku atau tidak!? " tanya Alex dengan nafas memburu menahan gejolak di dada, Rafina membuang pandangan kesamping lalu menunduk tidak sanggup untuk terus bersitatap....
..." Hey... jawab Aku, lihat mata Ku jawab Aku dengan jujur Rafina " Alex meraih dan mencengkram dagu Rafian dengan sedikit kasar, Rafina menutup mata jantung nya bertalu talu kuat, " Bukak mata Mu liat Aku " ucap Alex dengan dingin tidak mengerti apa yang ada di fikiran Rafina, Alex sengaja memperkuat memperkuat cengkraman nya di dagu Rafina seolah menjabar kan betapa sakit hati nya....
...Rafina ingin menunduk tapi Alex memegang dagu nya terlalu kuat, Rafina hanya bisa menangis dan menangis karena tidak sanggup menjawab biar bagaimana pun Alex satu satu nya lelaki yang sangat Ia cintai, Rafina tidak bisa menjawab karena tidak bisa berbohong akan perasaan nya terhadap Alex....
...Logika dan keadaan yang mengatakan kalau Ia harus menjauh dan mengiklas kan Alex, sadar dengan keadaan fisik nya juga mengingat kebaikan Mama Nisa juga ketulusan Alex, Rafina merasa sangat egois kalau bertahan hingga berfikir kalau diri nya seperti orang yang gak sadar diri, Rafina merasa kalau Diri nya hanya akan jadi beban di kehidupan Alex dan Mama Nisa....
...Harus merelakan Itu yang terbaik menurut Rafina, walau berat harus mengiklas kan Alex bukan kah cinta tidak harus memiliki, Rindu sudah terobati karena sudah bertemu dan itu sudah cukup membuat hati nya puas , Kata kata Abg yang tadi pagi masih Rafina di ingat....
__ADS_1
...Lama menunggu Rafina tidak menjawab membuat Alex hilang kesabaran, Alex lantas berfikir hukuman yang pantas untuk Rafina, " Apa terlalu sulit menjawab pertanyaan Ku " tanya Alex merubah posisi melepas dagu Rafina dan duduk bahkan Alex sengaja duduk di atas kedua paha Rafina, " Lex turun Kamu berat " ucap Rafina meminta Alex segera turun....
..." Tidak Aku tidak akan turun kalau Kamu gak jawab Aku " ucap Alex " A... a.. a... hmm" baru Rafina akan akan jawab Alex sudah membungkam bibir nya, Alex mencium dengan kasar hingga Rafina meringis saat dengan sengaja Alex menggigit kuat bibir nya....
...Alex seperti vamvir yang kelaparan terus menyesap walau terasa asin karena darah luka bibir Rafina, Alex tidak perduli terus mengulum dan menyesap hingga bibir ranum itu bengkak....
...Sepasang mata mengintip dari balik dindin, Mama Nisa menutup mulut nya sambil beristifar berulang kali, tidak menyangka Putra sudah berani berbuat jauh....
..." Nyah... " suara bibik mengaget kan Mama Nisa hingga tidak sengaja menyenggol vas bunga di atas meja, " pranggg... " suara pecahan vas berhasil menghentikan kegiatan Alex yang mulai menggila....
...Alex kaget dan langsung turun dari pangkuan Rafina, sedang Mama Nisa buru buru menarik tangan bibik kembali ke dapur, " Nya..Nyonya kenapa kok muka nya pucet" tanya Bibik saat mereka sudah di dapur....
..." Apa iya Bik Saya kelihatan pucat " tanya Mama Nisa balik sambil meraba pipi nya , " Iya Nya, kayak orang baru habis ngeliat setan" jawab Bibik apa ada nya, Mama Nisa manutup mulut dengan telapak tangan " bener kata Bibik Aku baru lihat perbuatan setan, Ya Allah " batin Mama Nisa malah berfikir kejauhan terhadap Alex dan Rafina....
__ADS_1