MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
MAMA SUAPIN


__ADS_3

Selesai solat subuh Mama Nisa menyibukan Diri di dapur untuk membuat sarapan kesukaan Putra semata wayangnya, sekaligus ingin bertanya apa saja yang di lakukan putra nya sampai larut malam baru pulang kerumah.


Mama Nisa sengaja memasak nasi gurih lengkap dengan pernak pernik lauk kesukaan Alex, perubahan pada Putra nya kerasa banget Alex yang biasa nya gak pernah pergi kemana pun setelah pulang kantor, tapi dua hari ini selalu pulang larut malam semua bermula dari dua hari lalu.


Saat Alex permisi selesai subuh dengan alasan mau olahraga pagi, tapi olah raga pagi itu berlangsung sampe sore hari baru pulang dengan membawa Rafina, apakah perubahan drastis itu ada hubungan nya dengan Rafina, Mama Nisa tidak berani sujon.


Biar bagaimana pun Alex bukan lagi anak kecil yang musti di ajar kan perihal baik dan buruk, tapi menunggu sampe jam dua pagi itu yang bikin Mama Nisa kesal karena hanya Alex satu satu nya yang Ia miliki.


Mama Nisa kebayang yang tidak tidak saat menunggu Alex pulang, ingin tidur tidak bisa karena rasa khawatir yang berlebihan, pukul empat menjelang subuh Mama Nisa bisa bernafas lebih lega setelah ngecek kalau anak semata wayang pulang dalam keadaan utuh.


Karena Alex tidur nyenyak Mama Nisa enggan membangun kan dan memilih solat subuh sendiri.


" Ma kenapa gak bangunin Abang sih kan jadi telat solat subuh tadi " ucap Alex dari belakang membuat Mama Nisa terperanjat kaget.


" Ehh...ni Anak.. " batin Mama Nisa kesel karena pagi pagi sudah di kejut kan, " Siapa suruh pulang tengah malam hah.. ngapain cobak kamu kelayapan sampe jam setengah dua pagi baru pulang!?" omel Mama Nisa meledak. menyerang Alex dengan pertanyaan khas Mama-mama yang kesel pada anak nya.


Mata Alex melebar karena Mama ngomong nya setengah teriak " Ya Abang ada urusan lah " jawab Alex asal saja, Alex menarik kursi dan ada rasa bersalah bergelayut di hati.


" memang urusan apa bisa sampe tengah malam hah!? " tanya Mama Nisa masih dengan intonasi sama sambil menyendok nasi dari yongma.


Mendengar intonasi Mama Nisa yang kayak orang marah Alex paham pasti Mama nya lagi kesal karena Ia ingkar pulang cepat, Alex diam sebagai Anak tentu tau apa yang bisa bikin Mama Nisa cepat luluh.

__ADS_1


" grap... " Alex memeluk pinggang Mama Nisa, "Ihh... Mama gue pagi pagi udah wangi " ucap Alex mengendus dada favorit nya waktu kecil dulu.


Mama Nisa geli hampir tertawa meledak tapi buru buru tahan agar Alex tau kalau Mama Nisa serius supaya kedepan Alex menepati janji dan tidak pulang larut malam, "Apan sih " Mama Nisa menjauh kan kepala Alex dengan muka cemberut.


" Hahaha... Mama Ihh.. " Alex malah tertawa.


 " Lepasin Abang ahh.. " Mama Nisa memukul pundak Alex karena Alex semakin ngedusel kayak bayi sambil mengerat kan pelukan di pinggang nya.


" Gak mau " jawab Alex mencium dada Mama Nisa dan menghirup wangi tubuh Mama Nisa yang menenangkan.


Mama Nisa tersenyum lalu mengusap lembut kepala Alex, biar sudah bangkotan ternyata Alex masih manja dan kayak anak kecil di mata nya. "sudah sarapan dulu " ucap Mama Nisa agar putra nya melepas dirinya.


" Iya Mama yang suapin ya " ucap Alex menengadah tampa dosa lalu melepas pelukan di pinggang Mama Nisa menatap Mama Nisa dengan mata berkedip kedip.


" Yaudah Mama suapin !" ucap Mama Nisa duduk mengambil piring yang sudah berisi nasi lalu membubuh kan lauk pauk yang tadi Ia masak.


" Akkk.. " Mama Nisa menyodor kan sendok berisi nasi kemulut Alex, meminta Alex membuka mulut, Mama Nisa dengan sabar dan bangga menyuapi Alex sampai nasi sepiring habis.


" Yaudah Abang berangkat dulu ya Mah " ucap Alex setelah meminum segelas teh buatan Mama tercinta.


" Baru jam berapa Bang " tegur Mama Nisa setelah melihat jam diding. Alex mengikuti arah pandangan Mama Nisa bener ternyata masih terlalu pagi.

__ADS_1


" Yaudah deh Mama makan ya Abang temanin" ucap Alex kembali duduk. Mama Nisa tersenyum.


Baru saja Mama Nisa menyuap sesendok nasi, Bel berbunyi. " Ahh... siapa sih bertamu pagi pagi buta bikin rusak suasana aja " lirih Alex kembali melipat koran yang sedang Ia baca.


" Mama lanjutin aja biar Abang yang bukak" ucap Alex lalu bangkit meninggalkan Mama Nisa.


Tiba dekat pintu bel berbunyi lagi membuat Alex mengutuk si pemencet bel dari luar, " Ya...ya...sabar " ucap Alex lalu membuka pintu.


" Taraaaaa... Apa kabar bro "....Teriak orang di luar yang ternyata Dokter Santo dan Frengky temen lama Alex, " Gilak Lo bedua pagi pagi udah bikin ribut " ucap Alex di barengi tawa sambil menerima rangkulan Frengky.


" Ihhh... kangen Gue lama kita gak ketemu, Lo makin uhuyy aja " Ucap Frengky dengan kelakar yang biasa, " Apa nya yang uhuyy Lo liat lah Gue biasa biasa aja kok. Yaudah yuk masuk kebetulan Mama Gue buat nasi gurih " jawab Alex sekalian mempersilah kan tamu nya masuk.


Dokter Santo hanya diam sambil senyum senyum lihat interaksi konyol Alex dan Frengky, " Mah... Mama... ni anak curut dua udah datang Ma! " Alex sengaja memanggil Mama nya dengan cara berteriak sambil menyebut curut karena itu lah sebutan untuk Dokter Santo dan Frengky kalau berkunjung kerumah nya.


" Elo mah masih aja bilang kita curut apa gak liat gaya Gue sekarang udah klimis " oceh Dokter Santo bergaya bety sambil mengusap rambut klimis belah samping.


Alex dan Frengki tertawa ,suasan pagi itu penuh gelak sampe Mama Nisa datang suasana bertambah seru karena Frengky dan Santo berebut nyalami Mama Nisa.


" Eh.. Lu bedua ngapain rebutan nyalami Mama Gue takut ya Lu gak di anggap anak " ucap Alex kembali membuat Frengky tertawa terpingkal pingkal.


" Sudah sudah jangan terlalu ria gak baik " ucap Mama Nisa menengahi hingga ketiga nya diam, " Apa kabar Bunda!? " ucap Frengky menyalami Mama Nisa sambil mencium punggung tangan dengan takjim, begitu juga berikut nya Dokter Santo.

__ADS_1


" Alhamdulillah Bunda sehat, yuk duduk dulu " ajak Mama Nisa mempersilah kan kedua tamu nya duduk, " Ih.. Bunda dulu Mah Frengky udah duduk kalau sekarang belum " ucap Frengky.


Mama Nisa bingung sebentar dengan ucapan Frengky lalu tertawa" ya udah duduk sekarang " ucap Mama Nisa setelah ngeh apa yang di maksud Frengky .


__ADS_2