MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
PELIT AMAT


__ADS_3

Ellen termangu tampa bergerak, " Kamu baik baik saja kan? " tanya seseorang yang mendatangi Ellen, sedangkan Ellen tidak bergeming apa lagi menjawab pertanyaan orang itu.


Laki laki itu memandang Ellen secara keseluruhan, nampak tidak ada luka parah di derita Ellen, " Hey.. Nona anda baik baik saja kan? " tanya lagi dengan penuh kekhawatiran.


Ellen menoleh menatap nya sesaat namun kemudian Ellen pingsan tidak sadar kan diri membuat laki laki itu panik, baru sadar kalau kaki Ellen telah lunglai seperti tidak bertulang.


" Ya Tuhan " teriak nya panik ternyata gadis yang tadi Ia tabrak mengalami patah tulang paha, cukup lama menatap wajah Ellen dalam kegelapan malam, " Maaf kan Aku " lirih nya membelai puncak kepala Ellen lalu pergi setelah terdengar suara ambulans dari kejauhan.


Ambulan datang setelah lelaki itu sembunyi dengan rasa bersalah bergelayut di dada, ingin rasa nya mendampingi tapi untuk saat ini Ia juga seorang buronan. Suasana bertambah ramai saat ambulan datang dengan beberapa petugas medis termasuk Ziska kakak Ellen yang bertugas sip malam, Ziska nyaris pingsan saat mengetahui kalau korban ternyata sang adik.


Tidak ada kata lain selain sesegera mungkin menolong sang adik, sampai seminggu Ellen di rawat keadaan nya bukan semakin membaik tapi malah semakin buruk bahkan sangat buruk, Ziska putus asa ketika Dokter senior mengatakan kalau kaki Ellen harus di amputasi.


Seribu penyesalan di rasa kan Ziska karena telah mengijin kan Ellen pergi, tapi apa mau di kata nasi sudah jadi bubur Ziska tidak bisa menarik lagi ijin nya semua sudah terjadi.yang bisa Ia lakukan hanya memberi kekuatan pada Ellen sang Adik.


Hingga beberapa bulan berlalu ahir nya Ellen bisa menerima keadaan diri nya yang harus cacat, sempat Ellen mengutuk Alex karena Alex lah penyebab semua kejadian. berjalan nya waktu Ellen bisa menerima dan berfikir positif apa lagi mengetahui kalau Rafina masih hidup.


Waktu pertama kali melihat Rafina dari kejauhan Ellen sempat terkejut mungkin kah orang yang sudah mati hidup kembali, masih dalam kebimbangan tidak percaya Ellen menceritakan pada Ziska soal Rafina.

__ADS_1


Ziska yang memang bekerja di rumah sakit tidak kesulitan untuk menemukan soal data data pasien termasuk Rafina, ternyata memang betul Rafina masih hidup dan harus menderita lumpuh karena mengalami kecelakaan juga. justru Ziska sendiri gak sadar kalau Rafina salah satu pasien nya.


Sejak saat itu Ellen tidak lagi menyalah kan siapa siapa atas apa yang menimpa Diri nya, tidak ada lagi sumpah serapah untuk Alex. Ellen sadar biar mulut memaki tapi di sudut hati nya nama Alex masih terukir.


Mengetahui keadaan Rafina yang lumpuh entah kenapa hati Ellen merasa terpuas kan, Ellen juga tidak tau apakah rasa puas itu kejam yang jelas kekejaman Alex sudah di balas oleh yang Kuasa cuma sayang nya kenapa harus Rafina kenapa tidak pada Alex sendiri.


Flas back Ellen selesai.


Alex kembali ke cafe dengan menenteng obat untuk Ronal, " Kak di cariin kak Fina tadi " ucap Eka pada Alex yang baru saja masuk, " Yah " jawab Alex singkat karena fikiran nya masih terfokus pada Ellen.


Di dalam Alex menghempas punggung nya di samping Rafina yang duduk selonjoran, " Dari mana Lex, itu apa yang kamu bawa " tanya Rafina terdengar sangat posesif dan Alex senang. " Dari apotik sayang" jawab Alex meletakan bungkusan plastik obat lalu menyelip kan tangan ke pinggang ramping wanita tercinta nya.


" Mana kedua orang tua kamu Sayang " tanya Alex karena tidak menemukan Nengsih dan Ronal, " sudah Aku suruh pulang istirahat di kontrakan " jawab Rafina. Alex merubah posisi duduk nya agar Rafina lebih bisa nyaman.


" Sini sayang " ucap Alex menarik agar Rafina bersandar di dada nya, jantung Rafina berdebar namun gerak tubuh nya menurut masuk kedalam pelukan hangat dada Alex, " Aku pikir tadi Kamu udah pulang " ucap Rafina merasa sangat nyaman, " Iya tadi.. Cup... Aku mau pulang keingat resep Papa Kamu " jawab Alex sambil berulang kali mencium puncak kepala Rafina.


" Resep emang Papa sakit apa!? " tanya Rafina ingin kembali tegak tapi Alex langsung menarik nya lagi hingga Rafina kembali jatuh bersandar di dada nya. " jelas nya Aku juga belum tau, tapi tadi Dokter Santo datang kemari memeriksa Papa kamu" jawab Alex semakin mendekap Rafina.

__ADS_1


Hawa dingin dari Ac membuat Rafina benar benar nyaman dalam dekapan hangat tangan kokoh Alex, " berarti Dokter itu datang pas Aku lagi tidur ya " tanya Rafina sambil melihat ke atas "ya " jawab Alex singkat.


" Kenapa kamu gak bangunin Aku!! " tangan Rafina terulur mulai jahil meraba rahang Alex, Alex menatap dalam bibir pink yang terlalu banyak tanya, " bukan nya jawab malah ngeliatin " ucap Rafina dengan pipi merona.


" Cium boleh Yank " goda Alex sambil senyum, "blus.. Is Kamu Ini " pipi Rafina merona jemari nya menarik kulit dada Alex yang terbungkus baju, " sakit Yank " Alex berpura pura membuat Rafina kembali melihat ke atas. tampa ucapan lagi Alex langsung menyambar bibir pink milik Rafina.


Dada Rafina rasa nya mau meledak saat Alex dengan sengaja menyesap bibirnya, mereka terbuai sesapan semakin dalam hingga Alex mengigit bibir bawah Rafina agar Rafina membuka mulut untuk akses li*** nya.


" sakit " rintih Rafina lalu teredam karena Alex sudah kembali menyesap mengusai setiap inci rongga mulut nya, sentuhan li*** membuat bulu kuduk Rafina semakin meremang tidak karuan seketika naluri nya menuntun untuk membalas hingga ciuman itu semakin dalam dan ingin lebih.


Biar amatiran Rafina mencoba membalas dengan baik, Kedua nya terbuai sama sama menikmati setiap sensasi yang terasa membakar kulit tubuh mereka, ciuman terlepas karena kedua nya sudah kehabisan oksigen. Alex menatap wajah Rafina dengan nafas tersengal begitu juga Rafina.


Alex mengusap bibir Rafina dengan ibu jari, sapuan lembut membuat mata Rafina terpejam menikmati kasih sayang itu semakin dalam, sensasi barusan masih sangat terasa.


Teringat percakapan dengan sang Mama magrib tadi, soal hubungan persaudaraan Ronal dan Almarhum Papa nya, Alex semakin memantap kan hati untuk mengikat Rafina dalam ikatan sakral.


" Kita nikah ya Yank " ucap Alex kemudian menyambar bibir Rafina, Rafina termangu binggung mendengar ucapan Alex ngelamar atau memang sengaja karena mau cium Dirinya, walau membatin Rafina tidak bisa menolak apa yang Alex suguhkan. bahkan Rafina mencoba mengimbangi karena Dirinya terhanyut seperti terbang diantara awan.

__ADS_1


__ADS_2