MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
GARISAN HIDUP


__ADS_3

...Sampai di lantai atas ucapan dua perempuan tadi masih mengusik fikiran Alex, " baik lah Aku akan buat Rafina bertahan di sisi ku " batin Alex tapi kemudian Alex berhenti tidak jadi masuk langkah nya terhenti karena kembali teringat penolakan Rafina dan itu cukup buat tenggorokan nya kering....


...Alex membuka satu botol air mineral dan langsung meminum nya teringat penolakan Rafina tadi entah kenapa jantung nya berdebar berpacu lebih cepat, Alex mengepal kan tangan rasanya sakit tidak bisa terima begitu saja, sebagai laki laki tentu Alex tidak mau di rendah kan, penolakan Rafina sangat menyakit kan bagi Alex, sekian lama berpisah bahkan Alex tidak berharap untuk bertemu kembali apa lagi setelah dapat kabar kalau Rafina sudah di nyatakan meninggal dunia waktu kejadian kebakaran setahun setelah Nenek Yati meninggal dunia....


...Alex mengusap wajah dengan kasar, benar benar tidak tau harus mulai dari mana dan kenapa cinta yang mengakar hanya ada pada diri nya kenapa Rafina sama sekali tidak menghargai perasaan " Apa ada laki laki lain?" batin Alex semakin dilema....


..." Ya Allah Aku harus bagaimana sekarang " lirih Alex mengusap wajah nya berulang kali, tiba tiba saja fikiran konyol hadir di fikiran Alex " mungkin harus pake kata kata romantis" batin Alex lagi lalu mencoba merangkai kata kata romantis tapi semua nya jelek hingga Alex kesal menjambak rambut nya sendiri beberapa kali, entah kenapa sistem otak nya seakan tidak bekerja....


...Tampa bosan otak kecil nya mencoba merangkai kata lagi namun selalu gagal " Ahh...kenapa susah selali, alah biar lah apa ada nya aja" batin pasrah Alex lalu memutar handle pintu....


" Cekrekk...


..." Maaf Aku lama " ucap Alex begitu masuk kemudian menutup pintu kembali, " Aku tau kok kamu udah dari tadi sampai cuma belum masuk aja " jawab Rafina terdengar datar....


Deg....

__ADS_1


...Seketika Alex bengong mirip orang yang ketahuan berbuat salah, Alex tarik nafas dalam dan buang perlahan beberapa kali untuk ngilangin grogi. dengan langkah kikuk Alex melangkah kedepan Rafina. " Minum lah Sayang " ucap Alex memutar tutup botol air mineral kemasan kemudian memberi untuk Rafina....


...Tampa ekpresi Rafina yang memang haus langsung menerima dan minum hingga menghabis kan setengah isi botol, "terimakasih " ucap Rafina, eummm" jawab Alex....


..." Apa kamu tidak pergi bekerja!? " tanya Rafina memulai percakapan serius, setelah Alex pergi tadi Rafina berfikir keras sambil bertanya tentang hati nya, rasanya sudah jadi perempuan jahat dan tidak adil kalau menolak Alex tampa tujuan yang jelas masalah kelumpuhan jelas Alex sudah lihat malah tidak mempersoalkan sama sekali....


...Setelah menyelami perasaannya Rafina mendapat jawaban dari hatinya, menemukan kekuatan baru menepis rasa minder bahkan ingin menguji seberapa besar cinta Alex setelah tau keadaan nya saat ini....


..." Gak... udah ada Yady yang menghandle semua " jawab Alex apa ada nya lalu duduk di pinggiran tempat tidur " Yady siapa? sekretaris Kamu? " tanya Rafina lagi, Alex mengangguk lalu tersenyum suasana yang begini lah yang Alex suka... hati nya bahagia cerewet Rafina sudah kembali....


..." Ya Yady sekretaris Ku " jawab Alex membuka bungkus snak potatto yang tadi dia beli di indomaret, " uummm... laki' laki atau perempuan " pertanya konyol Rafina lagi sambil mengulum senyum, tau kalau nama Yady pasti laki laki gak mungkin lah perempuan " ya Lakik lah, mana ada perempuan nama nya Yady widianto kamu ni ada' ada aja " jawab Alex terkekeh....


..." Fin kaki kamu itu kenapa? " tanya Alex membuat Rafina berhenti ngunyah, Rafina menatap Alex sesaat " Aku dua kali kecelakaan " jawab Rafina jujur dengan fakta yang ada....


...Alex menatap lekat wajah Rafina tidak menyangka ternyata begitu banyak penderitaan yang harus di tanggung Rafina, " Apa kah masih bisa di obati ?" tanya Alex lagi, " ya masih sebenar nya tapi ya udah lah gak usah di pikirin yang penting Aku senang bisa ketemu kamu lagi " jawab Rafina terkesan pasrah....

__ADS_1


...Alex merasa sangat bersalah " Maaf kan Aku Fin! seharus nya ada Aku di samping kamu saat kamu menghadapi masa masa sulit" ucap Alex sedih....


..." tidak apa apa ini mungkin sudah garisan hidup ku " jawab Rafina tertunduk mengenang semua perjalanan beberapa tahun kebelakang....


flas back...


...Rafina om minta maaf tidak bisa menampung kamu lagi, sekarang usaha Om sudah bangkrut bahkan peninggalan Nenek yang kamu titip ke Om terpaksa Om jual untuk melunasi hutang, ucap enteng tampa beban Si Fery anak angkat dari almarhum Nenek Yati....


...Rafina tidak bisa berbuat banyak ucapan Fery sangat dia mengerti, kalau Fery sudah mengusir nya secara halus, malam itu juga Rafina pamit pergi dari rumah Fery tidak ada belas kasihan Fery sedikit pun saat itu. tampa perasaan melepas Rafina pergi malam malam, tidak penahanan malah membiar kan Rafina pergi begitu saja, berulang kali Rafina menoleh kebelakang berharap Fery akan memanggil nya tapi seperti nya semua hanya angan Rafina bahkan Fery langsung menutup pintu rumah nya begitu Rafina keluar....


...Dengan segala rasa sakit di hati Rafina menyusuri jalan tampa tujuan, perut yang lapar membuat nya lemah dan tampa sadar terjatuh di pinggir jalan, Rafina pingsan di trotoar jalan untung ada perempuan paruh baya Bu Romblah kebetulan melintas dan tidak sengaja melihat Rafina tergeletak....


...menjelang tengah hari Rafina membuka mata, " Eh... udah bangun to, yaudah makan dulu pasti kamu lapar kan? " ucap Bu Romblah sambil tersenyum, Rafina yang baru kumpul nyawa nya hanya menatap Bu Romblah dalam diam....


..."Jangan liat Ibu kayak gitu, gak perlu sungkan anggap aja rumah sendiri " ucap Bu Romblah kemudian meninggal kan Rafina. dua hari di rumah Bu Romblah tampak Bu Romblah sangat bahagia dengan ada nya dan minta Rafina untuk tinggal bersama nya....

__ADS_1


...Jelas Rafina tidak menolak karena memang Ia sekarang sebatang kara, berbekal ijasah SMA Rafina mencoba cari pekerjaan untuk bertahan hidup juga membantu Bu Romblah memang perempuan paruh baya itu melarang Rafina untuk bekerja, tapi Rafina tidak mau di usir seperti Fery mengusir nya cukup jadi pelajaran bagi Rafina saat pengusiran itu....


...Setelah di tolak beberapa perusahaan Rafina merasa lelah dan haus, Rafina duduk di beton trotoar ingin beli minum sementara uang disaku cuma tinggal lima ribu cukup ongkos angkot pulang nanti , " Ahhh... " batinnya sakit pada siapa Ia mengadu hingga terjadi kecelakaan saat Rafina tengah asik dengan lamunan nya....


__ADS_2