MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
KETEGANGAN


__ADS_3

...Di ruangan serba putih terlihat wanita muda sedang tidur dengan alat bantu pernapasan, Bu Romblah terus menjaga dan berdoa meminta kesembuhan untuk putri anggkat nya yaitu Rafina....


...Dua hari Rafina baru sadar dan kembali pingsan saat tau kedua kaki nya lumpuh permanen, empat bulan menjalani pengobatan dan terapi secara rutin ahir nya Rafina bisa berjalan lagi seperti sediakala, tapi penderitaan seakan enggan beranjak dari hidup nya. setelah di nyatakan sembuh Rafina harus kembali bersedih karena Bu Romblah meninggal dunia tiba tiba tampa ada sakit apapun....


...Jiwa Rafina remuk terguncang tidak tau kemana akan bersandar, kerap kali Rafina merasa putus asa dan nyaris hampir mati, untung masih banyak yang perduli Rafina selalu terselamat kan saat mata nya hampir terpejam untuk menyusul orang orang terkasih....


..." Bukan begini cara nya Nduk, apa Kamu fikir dengan mati masalah Mu selesai apa Kamu ndak kasian sama Romblah memang dia bukan Ibu kandung Mu tapi Kamu harus tahu Romblah itu tidak sembarang mengangkat anak, Romblah itu beneran sayang sama Kamu!? " omel salah satu Ibu tetangga setelah Rafina sadar dari percobaan bunuh diri....


...Rafina mencebik tapi tidak menjawab perkataan Ibu itu, Rafina memilih diam buat apa melawan Orang tua biar pun Ibu itu salah tafsir tentang ulah nya, Rafina putus asa karena Ia sebatang kara bukan semata mata karena almarhum Bu Romblah tapi ucapan Ibu itu benar bunuh diri tidak menyelesai kan masalah....


...Setelah pulang dari rumah sakit Rafina lebih bingung harus kemana lagi tidak mungkin kembali kerumah almarhum Bu Romblah,Rafina benar benar terpuruk tapi untung nya RT, RW setempat menyerahkan tempat tinggal Bu Romblah untuk nya karena Bu Romblah tidak punya ahli waris dan juga memang sebatang kara sama hal nya seperti Rafina....


...Rafina kembali bekerja setelah masa berkabung nya usai tapi bukan di tempat kerja semula, Rafina bisa bekerja lagi setelah melamar tempat lain dan kebetulan tidak jauh dari pusat perkantoran DIRHAM CORPORATION....


...Disana lah Rafina dapat melihat Alex lagi untuk pertama kali setelah bertahun tahun, Rafina tidak dapat lagi membendung rasa rindu yang begitu membuncah seakan membuat jantung nya mau meledak sangking seneng nya....


...Rafina merasa kembali memiliki kekuatan, harapan nya kini hanya Alex dan sangat menyakini kalau Alex masih punya perasaan yang sama dengan nya, dengan mata berbinar dan keinduan yang menumpuk tampa Sadar Rafina menyebrang tidak melihat kiri kanan, Alex di kejauhan telah menghipnotis Diri nya....

__ADS_1


...Mobil mewah yang melaju kencang dengan kecepatan tinggi seketika menghantam tubuh Rafina hingga terlempar beberapa meter, seketika Rafina tidak sadar kan diri, untung nya si pengendara yang kebetulan seorang bangsawan itu Orang yang sangat bermurah hati dan bertanggung jawab....


...Ia membantu pengobatan Rafina sampai sembuh, tapi sayang Rafina tidak menggunakan uang itu untuk berobat karena masih ada yang harus Ia perjuangakan yaitu hidup nya....


...Setelah menjalani pengobatan selama sebulan Rafina menghentikan pengobatan, sebenar nya tidak ingin hidup nya berahir di kursi roda, tapi karena tuntutan hidup Rafina bertaruh hanya menunda pengobotan nanti setelah uang nya cukup baru akan mengulang pengobatan sampai sembuh....


...Dengan uang sisa pemberian konglomerat itu Rafina membuka sebuah cafe dengan bantuan anak tetangga sebagai karyawan Rafina untuk mengantar pesanan para pengunjung, setehun berselang Rafina sudah membuka dua cabang usaha nya semakin makmur tapi sayang Rafina seolah lupa dengan pengobatan kaki nya....


Flasback selesai.


..." Kamu mau kan berobat lagi!? " Alex kembali bertanya tapi kali ini dengan sedikit berhati hati agar Rafina tidak salah paham dengan niat baik nya, " huff... ya nanti " jawab Rafina....


..." jangan begitu jawaban nya, iya nanti itu apa maksud nya? apa kamu gak ingin sembuh Aku akan cari Dokter terbaik agar kamu bisa cepat sembuh " ucap Alex dengan nada lembut, Rafina menatap Alex jauh di dasar hati menerka kalau Alex tidak terima dengan keadaan nya sekarang, " apa maksud nya ini, apa dia malu karena Aku duduk di kursi Roda " batin Rafina perasaan sensitif nya kembali lagi....


..." Gak perlu! kalau kamu tidak ingin kita bertemu lagi juga gak papa kok " jawab Rafina dingin lalu membuang muka, dada Alex panas mendengar ucapan Rafina, nafas Alex memburu tampa sadar mencengkram kuat bahu Rafina " Lihat Aku... Kamu kenapa? " seketika Rafina menatap wajah Alex, " Aku tulus mencintai Kamu Rafina... kalau kamu duduk di kursi roda seumur hidup pun Aku akan berada di sisi kamu, Aku cuma minta Kamu berobat!!" ucap Alex panjang lebar takut kehilangan dan sakit hati bercampur jadi satu....


" Deg...

__ADS_1


...Nyali Rafina seketika ciut lihat Alex semarah ini, " lepas Lex sakit Ahh.. " sentak Rafina menggerak kan bahu karena Alex mencengkram bahunya sangat kuat hingga membuat kulit bahunya terasa perih, Alex melepas kedua tangannya dari bahu Rafina. terlihat wajahnya masih memerah menahan marah dan kecewa....


...Alex beranjak menatap keluar jendela, jantung nya berdegup kencang antara marah juga rasa salah karena sudah menyakiti fisik Rafina, Alex gak tau kenapa Ia lepas kontrol dan langsung marah setelah dengar kata kata Rafina tadi....


..." Maaf kan Aku Fin " ucap Alex sendi tampa berbalik, Rafina menangis dalam diam, pertemuan yang seharus nya penuh kasih sayang malah justru kebalik penuh ketegangan diantara keduanya....


..." Tolong antar Aku pulang " ucap Rafina membuat Alex beku di tempat, " masih kepala batu " batin Alex tampa mau perdulikan permintaan Rafina....


..." Lex tolong antar Aku pulang " pinta Rafina sekali lagi merasa pertemuan mereka pertemuan yang salah , " Apa dia sudah punya laki laki lain hingga mati matian menolak ku " batin Alex sambil mencengkram sisi jendela hingga urat urat tangan nya menonjol entah kenapa fikiran itu muncul....


...Alex larut dalam fikiran yang dia ciptakan sendiri, " Lex... Alex... ayo lah antar Aku pulang " mohon Rafina kali ini di barengi isak tangis, Alex kembali tidak meres pon kecemburuan tampa alasan malah datang menguasai fikirannya....


...Hufff...Alex menghembus nafas kasar lalu berbalik, " Apa kamu sudah punya laki laki lain? " tanya Alex datar, Rafina melongo mendengar pertanyaan Alex....


..." Duh apa lagi ini cobak!?, kenapa pula ada omong kosong seperti ini " batin Rafina merasa tidak pernah memiliki hubungan dengan laki laki lain, " apakah dia cemburu " batin Rafina lagi menatap punggung Alex....


...kamar itu kembali hening yang satu bertanya tanya sedang yang satu lagi asik dengan imajinasi fikiran sendiri....

__ADS_1


__ADS_2