
...Dengan detak jantung yang tidak beraturan Rafina perlahan mengangkat wajah nya, " Deg... Deg.. " Mama Nisa terkejut dengan mata melebar seakan akan lepas dari sarang nya saat melihat wajah Rafina, " Ya Allah ini beneran kan bukan mimpi" batin Mama Nisa mencubit tangan nya sendiri sambil terus menatap Rafina....
...Kaki Mama Nisa tiba tiba jadi terasa sangat lemas hampir tidak mampu menahan bobot tubuh nya sendiri, " Ma...kenapa Ma? " lirih Alex sambil menyambar tubuh Mama Nisa yang shok hampir melorot jatuh....
...Sementara wajah Rafina menjadi tegang tatapan terkejut Mama Nisa sempat membuat hati nya semakin ketakutan akan di tolak Mama Nisa, " Siapa Dia Bang? " tanya Mama Nisa lirih tapi tatapan nya lekat pada Rafina....
..." Dia Rafina Ma.. " jawab Alex, " Assalamualaikum Tante " sapa Rafina tidak tahan terus berdiam diri, tidak bisa menyalah kan siapa siapa berita kematian nya tentu membuat semua orang akan terkejut saat melihat nya kembali nampak seolah hidup kembali, walau takut Rafina mencoba tenang menghalau perasaan takut nya, kalau memang Mama Nisa menolak memberi restu Rafina sudah pasrah mungkin itu jalan terbaik untuk nya dan Alex....
..." Wa'alaikum salam Nak ini beneran Kamu Rafina? tanya Mama Nisa meminta Alex melepas nya, " Iya Tante ini Rafina " jawab Rafina mencoba memasang senyum terpaksa walau takut, Rafina juga mengulur kan tangan untuk bersalaman, kalau Alex bisa raih dan cium tangan Mama Nisa secara langsung itu karena Alex Normal, sedang kan Rafina yang terbatas hanya bisa mengulur kan tangan karena tidak mungkin bangkit menghampiri Mama Nisa....
...Mama Nisa maju sambil menatap lekat wajah Rafina, sesekali juga menoleh melihat Alex di samping nya " Ya Allah apakah ini takdir yang memang engkau berikan untuk Anak Ku " batin Mama Nisa kemudian merunduk dan memeluk Rafina....
..." Ya Allah Alhamdulillah Kamu masih hidup Nak" ucap Mama Nisa terisak memeluk Rafina, Mama Nisa menangis tersedu tidak menyangka Rafina yang pernah Ia doa kan agar di lapangkan kubur kini malah masih hidup dan dalam pelukan nya sekarang....
__ADS_1
...Rafina juga ikut menangis rasa takut di tolak menguap begitu saja setelah merasakan kehangatan pelukan seorang Ibu dari Mama Nisa, lumayan lama Mama Nisa memeluk Rafina sampai Alex juga dapat merasakan kesedihan dua wanita yang sangat Ia cintai yaitu Mama nya dan Rafina tampa Ia sadari air mata lolos gitu aja di pipi....
..." Ya sudah yuk kita masuk " ucap Mama Nisa setelah mengurai pelukan nya, Rafina hanya bisa mengangguk sambil menghapus pipi basah nya dengan telapak tangan, Alex memasang senyum termanis saat belahan jiwa nya menatap haru kemudian Alex mendorong kursi roda Rafina masuk kedalam hunian megah Dirham....
..." Bang ambilin air minum untuk Rafina, biar Mama panggil Bibik di belakang buat nyiapin makan malam kita " perintah Mama Nisa kemudian berlalu meninggalkan Alex dan Rafina....
..." Sudah percaya kan? " ucap Alex berbisik di telinga Rafina, Rafina yang ngerti apa maksud kata kata Alex hanya mengangguk malu dan merasa bersalah karena tadi sudah sempat salah tafsir tentang Mama nya Alex, "sebentar Aku ambil minum dulu " ucap Alex meninggal kan Rafina sendirian....
...Sepergi nya Alex mata Rafina menyapu setiap sudut ruangan, mata nya takjub melihat furnitur mahal yang ada di dalam ruangan itu, " sekaya ini kah Alex " batin Rafina kembali melihat lihat dan pandangan nya tertuju pada foto besar yang tersangkut di dinding dengan bingkai kuningan emas berukir, untuk melihat lebih jelas Rafina memutar kursi roda nya agar dapat melihat foto besar itu dengan jelas....
..." Itu Almarhum Papa Aku Sayang " ucap Alex mencul di belakang, Rafina menoleh dengan terkejut saat dengar Alex tiba tiba muncul bilang Papa nya sudah Almarhum, " Aku turut berduka ya Lex " ucap Rafina....
..." Ya Sayang seandai nya Papa masih ada tentu akan sangat bahagia dengan kehadiran Kamu " ucap Alex memutar kursi roda Rafina agar menghadap nya, " Minum Lah pasti Kamu haus kan? " timpal Alex ngambilin gelas air di atas meja....
__ADS_1
..." Bang bawa Rafina ke kamar Mama gih biar istirahat dulu, Mama mau bantu Bibik masak " ucap Mama Nisa setelah dari belakang, " gak usah tante Rafina di sini aja " jawab Rafina menyela rasa gak enak karena tidak bisa membantu apa apa saat calon mertua bilang mau masak....
..." Gak papa sayang Mama ngerti kok, satu lagi jangan panggil Tante dari dulu juga Mama sudah anggap Kamu anak Mama" ucap Mama Nisa menyapu pipi Rafina dengan telapak tangan penuh lasih sayang....
..." I... iya Ma, maaf Fina gak bisa bantu Mama " jawab Rafina hati nya begitu sejuk mendengar kalau Mama Nisa menerima diri nya, seketika ingatan nya teringat akan Ningsih Ibu yang sudah melahir kan nya tapi Rafina tidak tau keberadaan nya sekarang di mana....
..." Yaudah kalau gak mau istirahat di dalam, Abang temani Rafina dulu ya? " ucap Mama Nisa yang di angguki Rafina dan Alex kemudian berlalu kebelakang, " Yank duduk nya pindah ke sofa aja ya biar Kamu nyaman " ucap Alex setelah Mama Nisa pergi....
..." Gak usah Lex biar Aku duduk di sini aja, Kamu gak capek apa ngangkatin Aku terus dari tadi " jawab Rafina menolak tidak ingin menyusah kan siapa pun dengan keadaan nya....
..." Ihhh.. ni mulut ya... gak ada kata capek kalau untuk belahan jiwa Ku " ucap Alex mencubit sayang dagu Rafina, " Ahh gombal mulu " Rafina menepis tangan Alex sambil tertawa, "Aaakkk" tampa aba aba Alex langsung mengangkat tubuh Rafina hingga si empu tubuh langsung mengalung kan tangan di leher Alex....
...Perlahan dan dengan sangat berhati hati Alex meletakan Rafina di ayas sofa bed, Alex juga duduk di ujung kaki, sengaja meletakan kaki Rafina di atas paha agar Rafina lebih rileks, " Lex turunin kaki Aku, malu Aku nanti di kira Mama Aku gak sopan " pinta Rafina tapi sayang permintaan nya di anggap angin lalu oleh Alex....
__ADS_1
" Mama gak akan berfikiran begitu Yank, Mama tau kok Aku tuh cinta mati sama Kamu" ucap Alex mengaku apa yang ada dalam hati nya, Rafina terdiam pengakuan Alex membuat nya merasa jadi orang yang sangat egois.