MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
PEREMPUAN ULAR


__ADS_3

Setelah mengantar Frengky, Dira duduk di pantri karena Alex minta di buat kan kopi. walau kesal dan ingin lihat muka Frengky lagi Dira terpaksa perintah atasan tidak akan ada yang berani menolak.


" Ahhh Lo kelewatan masak Lo biarin Gua sendirian keliling kayak orang gak ada kerjaan" ucap Frengky setelah menghempas bokong nya di sofa panjang.


Alex menarik sudut bibir, " Salah Lu lagian macem tau dimana letak ruangan Gue " jawab Alex menutup lembaran berkas yang sudah Ia bubuh kan tanda tangan.


" Ehh Lex sekretaris Lo cakep juga ya? " ucap Frengky malas bahas soal Alex meninggal kan nya, mana Alex mau ngaku salah dari pada gak berujung Frengky belok membahas soal Dira yang di sangka nya sekretaris Alex.


" Maksud Lo yang mana? " Alex balik tanya karena gak ngerti siapa yang di maksud Frengky apakah Noni atau Dira kalau Noni jelas belum masuk karena tempat tinggal nya jauh urusan telat udah jadi daftar kelam Noni setiap hari.


" Tok.. tok.. misi Pak " Ucap Dira di depan pintu dengan napan berisi dua gelas kopi.


" Ya masuk saja, letakan di situ " ucap Alex bangun dari kursi kebesaran ingin pindah ke sofa untuk menikmati kopi sekaligus ingin tanya tanya soal kehidupan Frengky sahabat nya.


Dira melangkah masuk lalu menunduk karena memindah kan isi napan, karena nunduk belahan gundukan dua semangka yang tertutup bra jelas dapat di lihat Frengky karena blues yang di pake Dira lumayan lebar di bagian kerah.


Glek.. Frengky menelan ludah semangka menantang itu terlalu putih, sangat menggoda untuk di remas apa lagi... Hhmm.. Frengky mengalih kan pandangan kearah lain, hasrat kejantanan seorang laki laki yang punya iman setipis kulit bawang kayak Frengky tentu langsung terpancing hingga boy kecil bangkit sempurna berontak di balik celana jeans yang di pake Frengky.


" Misi Pak silahkan di minum " ucap Dira tersenyum mempersilahkan lalu pergi sambil membawa napan, " aisss gilak tuh cewek, Lex kamar mandi di mana Gue kebelet nih " ucap Frengky setelah bangkit dari sofa.

__ADS_1


"Tuh.. " Alex menunjuk dengan dagu nya, Frengky bergegas setelah tau dimana letak kamar mandi Alex, Frengky berselancar menuntas kan hasrat gila nya, bayangan belahan semangka Dira membawa nya jauh keimajinasi seperti nyata.


Hanya lima menit Frengky sudah mencapai puncak, barengan dengan suara Alex manggil dari luar, " Lu eek batu ya? " ucap Alex dari balik pintu karena Frengky di rasa cukup lama berada di dalam.


" Hufff... lega... " desah Frengky tampa perdulikan suara Alex, Frengky membasuh wajah dengan air agar tidak terlihat titik keringat yang tadi membanjir di kening.


" Hufff...sory lama sakit perut Gue " ucap Frengky begitu keluar, " pantesan " jawab Alex kemudian membakar nikotin.


" Wah perkembangan baru nih sejak kapan Lo ngeroko? " tanya Frengky sambil menghempas kembali bokong nya di sofa empuk.


" Ya sejak sekarang lah " jawab Alex santai sambil menyesap nikotin yang terasa lebih nikmat pagi ini.


" Ngapain Lo liatin Gue kayak gitu?, jatuh cinta Lo sama ke gantengan Gue " ucap Alex membuat kopi yang di minum Frengky hampir tersembur keluar dari mulut.


" Hahh gilak Lo, udah macem banci aja Gue suka jeruk makan jeruk " ucap Frengky tertawa sambil meletakan kembali gelas cangkir keatas piring alas cangkir.


" Gue punya pertanyaan banyak buat Lo " ucap Alex mulai mode serius. " ya Apa tuh " jawab Frengky menaikan kedua kaki sengaja selonjoran juga meletakan kedua tangan di belakang kepala sangat santai menikmati sejuk nya pendingin ruangan yang ada.


" Kemana Lo selama beberapa tahun ini, apa pekerjaan lo sekarang trus dimana Lo tinggal? " Alex memberi pertanyaan bertubi tubi membuat Frengky menoleh.

__ADS_1


" ck.. gini ini kalau Bos nanyak gak satu satu udah macem di interviu Gue " jawab Frengky kembali menurun kan kaki duduk berhadapan dengan Alex.


" Selama empat tahun ini Gue di penjara " Frengky memulai cerita hidup nya, lalu meraih bungkus nikotin beserta mancis untuk menghidup kan nikotin tersebut, sedang Alex diam menatap nanar wajah Frengky.


" ssssttt.. Gua di tuntut menggelap kan beberapa saham, dan itu semua ulah perempuan ular yang Gua cintai " ucap Frengky mendung di wajah setelah menghisap dalam asap nikotin dan mengeluarkan secara perlahan.


" Gue hancur sehancur nya Lex karena itu perempuan " ucap Frengky merasa dada nya sesak karena kalau mengingat cerita yang Ia lalui wajah kedua orang tua nya akan silih bergati hadir di pelupuk mata.


Alex diam memperhatikan wajah Frengky yang berubah sendu dan marah.


" Ssssttttt.. hahh.., setelah Gue serahkan seluruh harta Gue, Gue pikir Dia mau nikah sama Gue tapi ternyata semua salah Lex Dia nikam Gue dari belakang, Dia kerja sama dengan laki laki lain sampe Gue buron dan ketangkap saat itu juga bokap Gue langsung anfal saat dengar berita Gue " Frengky mematikan nikotin yang tersisa setengah.


" Gue gak punya tempat tinggal sekarang semua sudah di sita, saat surat penyitaan itu datang giliran nyokap Gue yang anfal dan lo tau itu cuma berjarak tujuh hari setelah bokap Gue hik... hik.. " Frengky tidak dapat lagi membendung sedih, refleks Alex mengambil kotak tisu di bawah meja lalu menyerah kan pada Frengky.


" Yang bikin Gue tambah sakit, waktu Gue buron melarikan diri Gue nabrak cewek cantik sampe patah... Frengky menjeda karena harus melap air hidung yang beler keluar, sayang Gue terburu buru harus kabur jadi Gue tinggalin aja tu cewek Gue nyesel wajah cewek itu terus bayang bayangi Gue sampai Gue gak tahan nyerah kan diri ke pihak berwajib " tutur Frengky sambil menangis.


Alex terdiam bisu mendengar semua penuturan Frengky, dapat Alex rasakan kemarahan juga penyesalan yang dalam dari setiap kata kata yang Frengky papar kan.


" Lex kalau ada tempat Lo yang kosong bisa Lo tolong Gue kerja di perusahaan Lo, Gue mau merintis dari nol dan Gue mau cari cewek yang Gue tabrak soal nya kabar terahir dari orang suruhan Gue tu cewek kaki nya di amputasi, Gue kepikiran terus kasian siapa cobak yang mau dengan cewek cacat walau pun muka nya cantik, jadi Gue mau tanggung jawab jadi suami dan membahagia kan Dia " ucap Frengky terdengar sangat tulus di telinga Alex.

__ADS_1


__ADS_2