MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
MALU SETENGAH MATI


__ADS_3

...Mama Nisa hanya diam membuang nafas secara perlahan ketika permintaan nya di tolak Rafina, " Ya sudah biar Abang antar " ucap Mama Nisa pada ahir nya. Alex bangkit mendorong kursi roda Rafina menuju garasi lewat pintu samping yang terhubung dengan ruang tengah....


...Dengan sangat hati hati Alex mengangkat Rafina dari kursi roda memindah kan ke jok mobil, " Ma Abang antar Rafina dulu ya " pamit Alex setelah selesai menyimpan kursi roda Rafina dalam bagasi mobil nya, Alex mencium punggung tangan Mama Nisa....


...Mama mengusap lembut kepala Putra nya, "hati hati ya Bang jangan ngebut" ucap Mama Nisa sebagai seorang Ibu tentu Mama Nisa ingin yang terbaik untuk Putra semata wayang nya memiliki jodoh yang sehat tapi apa mau di kata Putra nya sudah tertambat hati, malah memilih Rafina yang kini cacat....


... fikiran tentang kaki Rafina terus mengusik, tapi Mama Nisa tidak dapat menolak hati nya kembali resah apa lagi saat melihat Alex membopong Rafina, Mama Nisa kembali merenung sambil berdiri melipat tangan bersidekap tampa Ia sadari mobil sport Alex sudah pergi jauh. ...


..." Nyah... " panggil Bik Sum dari ruang tengah, membuyar kan lamunan Mama nisa, " Ya Bik.. Ya Allah mikir apa sih, Asstafirullah ampun kan hamba Ya Allah tolong lapang kan hati hamba untuk menerima semua ini hamba akan terima kalau Rafina yang akan di pilih anak hamba" lirih Mama Nisa setelah menyahut panggilan Bik Sum....


...Mama Nisa merasa berdosa karena sudah sempat berfikiran untuk menolak kenyataan yang ada....


...Mobil yang di kendarai Alex sudah lumayan jauh meninggal kan Mension megah milik keluarga DIRHAM, jalanan lumayan ramai Alex harus fokus karena sekaran banyak anak anak yang sudah mulai pandai mengendarai motor tampa mengerti peraturan rambu rambu lalu lintas....


...Sementara Rafina juga diam sambil melihat keluar jendela mobil, tidak ada percakapan diantara mereka. Alex fokus dengan jalanan sambil bernyanyi kecil, Rafina melamun dengan fikiran nya sendiri, teringat Mama Nisa hatinya semakin di lema bukan tidak bersyukur, tapi semua itu terjadi karena kehidupan yang telah Ia lalui begitu berat sehingga tidak mudah untuk langsung percaya. ...

__ADS_1


...Rafina memejam kan mata, entah kenapa sekarang malah tidak mengerti dengan diri nya sendiri, kemarin kemarin begitu berharap bisa kembali pada Alex ee...setelah bertemu malah berfikir tidak pantas, " kenapa sih Aku?" batin Rafina. ...


..." Lex..." memecah kesunyian diantara mereka, " ya Sayank " jawab Alex penuh kelembutan tampa menoleh, Rafina merasa terbang mendengar kata sayang dari Alex pipi nya bersemu merah seketika jantung nya juga berdetak sedikit kencang mungkin karena bahagia dengan panggilan sayank itu. ...


...Rafina memperhatikan lekuk wajah Alex dari samping, memperhatikan hidung mancung bibir tipis rahang kokoh yang di tumbuhi bulu bulu halus sunggu mirip wajah pangeran di cerita dongeng, " Ahh kamu memang tampan Lex " gumam Rafina tampa sadar karena kagum dan untung nya Alex tidak mendengar gumaman Rafina karena terlalu fokus. ...


...Rafina terpesona dengan ketampanan Alex ingin rasa nya membelai rahang kokoh itu, seketika anggan Rafina melambung jauh ke hamparan rerumputan hijau yang indah, di sana nuansa begitu sangat indah saat mereka berdua sedang memadu kasih Rafina berlari dan Alex pun mengejar sambil terus memanggil nama nya. ...


...Alex memeluk nya hangat dan melabuh kan ciuman bertubi tubi di kening nya, sungguh Rafina tidak ingin semua itu berahir, " pukk..pukk.. . kenapa hah.. senyam senyum cengar cengir sendiri " Alex beberapa kali memukul lembut kening Rafina hingga membuat Rafina manyun malu juga kesel karena Alex sudah mematah kan imajinasi nya....


..." Lex kita udah sampai di mana? " tanya Rafina agar dirinya tidak canggung sambil melihat seputar tempat mereka berhenti, " sampe apa, justru Aku bingung Yank kamu Aku panggilin gak nyahut nyahut malah senyam senyum kayak lagi ngebayangin apa gitu " jawab Alex sedikit ketus terdengar....


...Rafina menutup mulut plus malu setengah mati, bisa bisa nya lamunan konyol tadi membuat nya tuli hingga tidak mendengar panggilan Alex, " Maaf.. A. Aku... enggak denger" ucap Rafina terbata merasa sangat Malu. ...


...Alex menarik sudut bibir, " apa sih yang kamu hayalin?" tanya Alex membuat Rafina langsung menutup muka karena malu, " Hey... mikirin apa tadi hayo " Alex menarik kedua tangan Rafina agar tidak menutup wajah nya. ...

__ADS_1


..." Apaan sih udah ahh...jalan lagi " ucap Rafina berusaha netral karena pipi nya mulai panas, " jalan kemana?.. Kamu gak bilang Aku harus antar ke mana! " jawab Alex sambil terus bertanya tanya dalam hati, apa yang tadi Rafina fikir kan sampe tidak mendengar panggilan nya dan yang lebih parah lagi Rafina senyam senyum sendiri bikin Alex penasaran....


..." Antar aja Aku ke cafe AlRaf " jawab Rafina membuang muka ke samping terlalu malu kalau bersitatap dengan Alex, sementara Alex terdiam karena Rafina minta di antar ke cafe AlRaf tempat Ia kunjungi kemarin bersama Yady. ...


...Suasan kembali hening Rafina larut karena merasa malu, kalau Alex malah mikir tentang permintaan Rafina, " kok minta di antar ke cafe mau ngapain ya?, Mau ngapain di sana apa mau ketemu kekasih nya, siapa sih Dia " batin Alex getir langsung panas dada terbakar cemburu....


..." Kok belum jalan sih Lex " tanya Rafina setelah sekian detik Rafina juga menoleh, Deg... Deg... jantung Rafina berdegup karena mendapati Alex sedang menatap nya dengan intens. ...


..." Kamu kenapah..? " tanya Rafina menyembunyikan ke gugupan, " kepentingan apa Kamu ke cafe malem malem? " Alex balik bertanya dengan nada kesal, ...


..." Aduh... pasti ini salah paham deh..., Apa Dia enggak tau kalau Aku ini pemilik cafe, cafe itu kan punya Aku...?" batin Rafina balas menatap Alex, " jawab Rafina ngapain kamu ke cafe? " tanya Alex tegas karena hati nya benar benar panas....


...Rafina membuang nafas kasar, gak ngerti kenapa Alex bertanya apa urusan nya ke cafe, sedang Alex masih keke menunggu jawaban Rafina, " Ya Allah apa lagi ini, tadi baru aja romantis sekarang nada nya malah ketus, baik lah akan Aku jelasin " batin Rafina....


" Udah jalan Ya cafe itu punya Ku " jawab Rafina menyentuh tangan Alex, " beneran cafe itu punya kamu?" tanya Alex memastikan hati nya mulai dingin setelah jawaban Rafina,

__ADS_1


..." Iya punya Ku " Rafina mengangguk , Alex sedikit lega rasa marah menguap begitu saja setelah Rafina menjawab. ...


__ADS_2