
Sepeninggal Eka. Rafina duduk diam bubur ayam di pangkuan hanya dipandangi tanpa selera tadi begitu enak kini di abaikan, nafsu makan nya mendadak hilang setelah teringat muka lesu Alex tadi.
"Ada apa ya?. kenapa muka Alex tadi seperti itu?.
" Apa di marahi Mama semalam gara gara pulang telat atau Mama tidak jadi memberi restu untuk hubungan kami.hmm...andai saja Ibuk ku tidak pingsan tentu Alex bisa pulang cepat" Rafina menerka nerka hingga mendadak sedih.
" Ahh ya Allah apa yang harus Aku lakukan. harus kah menjauh lagi dari Alex " monolok lagi, setiap memikir kan itu dada Rafina seperti nyeri di tusuk ribuan jarum, air mata meleh gitu saja Rafina menengadah agar bisa mengendalikan air mata agar tidak semakin deras keluar, tapi nyata nya semakin mencoba malah semakin tidak terbendung.
Menjauh dan berpisah sangat lah menyakit kan, Rafina tidak sanggup membendung lagi air mata terus mengucur deras, meredam tangis sambil menggigit bibir agar suara tangis nya tidak keluar, " Ya Allah apa Aku gak punya hak bahagia" kata kata itu meluncur mulus begitu saja dari bibir Rafina.
Alex tersentak mendengar kata yang keluar dari mulut Rafina, Alex yang sedari tadi diam di belakang merasa hati nya kebas kala mendengar ucapan Rafina, jantung nya berdegup Alex meraba dada yang terasa nyeri.
" Ya Allah apa karena kemarin Aku berusaha menolak, tapi itu kan karena aku menyadari keadaan diri ku yang sudah cacat ini " lagi lagi kata sedih meluncur dari bibir Rafina.
Alex semakin dilema sudah tidak tahan mendengar kata kata kesakitan Rafina.
memutus kan keluar dari persembunyian belakang Rafina tidak tahan bersembunyi terus.
Apa lagi melihat bahu Rafina terus berguncang, Alex naik ke atas beton dimana Rafina masih menangis sedih dengan segala keluh kesah hati.
" grebb.. " Alex memeluk bahu Rafina dari belakang untuk menenangkan dan sekedar memberi kekuatan.
" Hehh... plak..plak.. lepas " teriak Rafina kaget kok tiba tiba ada yang meluk dari belakang.
" Ahh... sakit Sayank, belom belom kamu udah KDRT " bisik Alex mendesah pas di telinga Rafina.
" Ka.. kamu Lex " ucap Rafina terbata karena masih sesengukan kaget nafas nya juga masih memburu.
" Ya ini Aku " jawab Alex sambil mencondong kan muka sebagai bukti kalau benar Dirinya lalu Alex dengan sengaja sedikit menggigit daun telinga Rafina, " sakit Lex " pekik Rafina tertahan ingin rasa nya langsung cakar karena Alex udah sesuka hati.
__ADS_1
" ya sekarang sakit coba nanti pasti Kamu tuh minta di gigit Aku terus tiap hari " jawab Alex santai tampa beban, " mesum " ucap Rafina sambil melotot tau arah omongan mulai fulgar.
Alex melepas pelukan dari bahu Rafina, memutar lalu duduk di samping Rafina, " Sayang nikah yuk " Ajak Alex setelah duduk.
" Apaan sih Kamu ini. nikah kok di buat main main" kata Rafina melirik sebal ke Alex.
" Sumpah Aku gak main main Yank " jawab Alex kembali merengkuh bahu Rafina dengan tangan sebelah, Rafina melirik Alex dengan ekor mata. kelihatan dari raut wajah kalau Alex serius dengan kata kata nya barusan.
" Cup.. " Alex mencuri mencium pipi Rafina, seketika detak jantung Rafina seperti berhenti, gugup Rafina melihat sekeliling, " Alhamdulillah sepi " batin Rafina.
" kenapa hhmmm, malu di lihat orang?" ucap Alex yang menyadari gelagat Rafina , langsung dapat pelototan mata dari Rafina.
" Ya lah malu. emang kayak Kamu urat malu udah putus jadi gampang nyosor nyosor sembarangan " omel Rafina panjang lebar.
Rafina kesal karena Alex bertindak sesuka hati " seperti orang tidak punya ahlak" , ucap Rafina lagi lalu membuang muka melihat ke arah lain, gak suka dengan kelakuan Alex yang sesukanya saja main sosor tampa mikir tempat.
" Tapi Kamu suka kan?, Aku gak perduli apa kata orang, selagi Aku senang dan bahagia kenapa enggak " jawab Alex cuek.
Rafina menarik nafas panjang Alex memang slenge an dari dulu, tiba tiba Rafina teringat Ellen dulu pernah nyebut Alex spesies langka ,
" Kenapa senyum?" tanya Alex meraih jemari Rafina.
" Plaak... gak usah pegang pegang " senyum Rafina hilang menepis kasar tangan Alex.
" Kenapa?, Kamu marah sama Aku apa salah Ku Sayank? " tanya Alex sok kelembutan, Rafina diam kesal setengah mati, Alex memang sengaja entah kenapa suka aja kalau liat Rafina ngmbek atau jutek Rafina lebih menggemas kan di mata nya.
Dreet... Dreet.. suara ponsel Alex di saku .
" Alah siapa sih ganggu aja masih pagi jugak " dumel konyol Alex sambil ngerogoh saku buat ambil HP, nama Yady tertera di layar " hhmm pasti ada yang penting nih " batin Alex kamudian langsung menerima panggilan Yadi.
__ADS_1
" Assalammualaikum pak Bos " ucap Yady dari seberang.
" Wa'alaikum salam, ada apa Yad? " tanya Alex kembali meraih jemari Rafina.
, " Sory pak Bos maaf banget semalam Aku lupa ngingatin. hari ini kita ada jadwal miting dengan Tonio yaka grawa...eh salah si orang jepang itu lo " ucap Yady malas menerus kan takut salah.
Alex terkikik mendengar Yady mengucap kan nama klien nya, " Toyno naka gawa nama nya. jam berapa emang nya Yad " tanya Alex sambil meremas lembut jemari Rafina.
"jam sepuluh nanti " jawab Yady. " yaudah Aku akan datang sebentar lagi " jawab Alex lalu memutus sambungan secara sepihak.
Alex meletakan ponsel di sebelah tempat nya duduk, " Kamu gak langsung pergi ke kantor? " tanya Rafina sambil menarik perlahan jemari nya lama lama di genggam Alex telapak tangan nya jadi berkeringat.
" Kenapa Kamu gak suka Aku temenin? "
" gak bukan gitu aku sukak kok " jawab Rafina gugup selalu saja Alex salah arti kalau Ia bicara.
" Ya nanti setelah urusan ku dengan kamu selesai " jawab Alex membuat Rafina terkejut juga bingung.
"urusan apa ?"...
Rafina langsung bertanya. karena merasa mereka tidak punya urusan apa pun, Alex tersenyum.
"ada lah urusan nya " jawab Alex meredam tawa gemes lihat bibir manyun Rafina semakin menggemas kan kalau lagi bingung.
melihat gelagat Alex, Rafina yakin Alex pasti sengaja mengerjai nya, " mau tau gak? " tanya Alex lagi.
" hmm..ya apa? " Rafina jadi kepo penasaran juga ahir nya.
Alex diam memikir kan, urusan apa yang belum selesai diantara mereka, Alex melirk sekeliling, " hhhmmm syukur lah sepi kesempatan nih " batin Alex dengan seringai.
__ADS_1
" Sayank" panggil Alex langsung menyergap bibir pink milik Rafina, ciuman Alex sangat mendebar kan, dengan segala kewarsan Rafina mendorong bahu Alex.