MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
SANWICH


__ADS_3

Lumayan lama Alex berdiri dalam keheningan, tersadar setelah Elen benar benar menghilang Alex melanjut kan langkah menuju ruangan Nengsih, fikiran nya masih terus bertanya kenapa Elen hanya punya satu kaki sekarang.


Sampai di depan pintu ruangan inap Nengsih, Alex berdiri masih enggan masuk karena fikiran nya masih tertuju pada kaki Elen, batin nya masih terus bertanya kejadian apa yang di alami Elen hingga mengakibat kan kaki nya cacat.


" Loh kak kenapa bengong " tanya Eka yang kaget karena begitu buka pintu Alex sudah berdiri tegak di depan pintu, Rafina yang tadi nunduk langsung angkat kepala kaget juga karena tiba tiba Eka bersuara.


Tatapan Rafina beralih ke Alex setelah tau kalau Eka sedang menyapa Alex, Alex terlihat murung tampa semangat" kenapa dia murung " batin Rafina melihat wajah Alex seperti tidak punya gairah.


Penampilan Alex yang rapi sudah dapat di tebak bahwa akan pergi kekantor, " Kamu gak ngantor Lex?" tanya Rafina basa basi dengan tatapan penuh selidik. " ya..ini mau kekantor tapi Aku mau liat Ibuk dulu " jawab Alex terbata tampa sekalipun melihat Rafina fikiran nya masih tertuju pada Elen.


Rafina diam perasaan nya mengatakan kalau Alex sedang memikir kan sesuatu. entah apa itu Rafina tidak tau dan tidak ingin menebak nebak, " udah Ka ayok saya udah lapar nih " ajak Rafina sedikit kesal karena Alex datang tidak langsung masuk tapi malah bengong kayak orang bingung.


" Fin Aku gak yakin bisa nahan diri kalau dekat Kamu" kata kata Alex semalam masih jelas teringat ''Baru semalem manis manis ini udah murung" lirih Rafina dalam hati " Apa mungkin Mama Nisa tidak merestui hubungan kami ya? " timpal batin Rafina tiba tiba aja fikiran itu muncul. " Ihh.. mikir apa sih kok Aku jadi sujon sama Mama " monolok batin Rafina lagi dengan rasa berdosa telah menebak yang gak pasti.


Alex masih mematung tidak masuk kedalam untuk melihat Nengsih atau mengejar Rafina yang kini di dorong Eka, fikiran nya entah kemana mana tampa Alex sadari sepasang mata masih setia mengintip dengan tatapan penuh dendam dengan lelehan air mata yang terus mengucur deras.

__ADS_1


Elen yang tadi sangat buru buru ingin meninggal kan rumah sakit, teringat Alex. Elen memilih berbalik tidak langsung pergi, setelah sampai parkiran Elen memilih balik rasa ingin tau nya begitu besar hingga memutuskan untuk balik mencari tahu urusan apa Alex ada di rumah sakit.


Saat melihat Alex berhenti di depan satu ruangan Elen sempat bertanya tanya ruangan siapa yang di datangi Alex, tapi setelah tidak lama melihat Eka dan Rafina keluar, Elen menutup mulut hampir saja Ia bersuara memanggil Rafina.


" Ya Tuhan Kenapa Rafina. apa dia korban Alex juga!?" batin Elen, setelah lihat Rafina duduk di kursi roda, entah kenapa kejadian tempo hari benar benar telah menciptakan luka begitu dalam bagi Elen.


Alex melangkah gontai memasuki ruang rawat Nengsi, tidak lupa Alex menutup pintu setelah masuk, mata Alex menyipit memperhatikan Nengsih yang masih nampak tertidur pulas.


" Hahh Apa yang terjadi sama Kamu Len " Alex berucap sambil menghempas nafas seoalah melepas beban yang menghimpit dada, " sebaik nya Aku susul Rafina " gumam Alex lalu keluar lagi dari ruangan Nengsih.


Setelah Alex masuk ruangan Nengsih. Elen memilih pergi tidak sanggup berlama lama memandang Alex biar Alex telah menoreh luka tapi di hati Elen tetap hanya ada Alex sebagai laki laki yang di cintainya.


Jantung Alex berpacu lebih kencang, rasa ketakutan Rafina menjauh begitu saja menyeruak relung hatinya, " Ahh Aku harus cari Dia " gumam Alex kembali melangkah meninggal kan areal kantin, Alex melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan Rafina.


Ada rasa bersalah karena sudah mengabaikan Rafina begitu saja, Alex menyusuri setiap koridor Rumah sakit tapi tetap tidak menemukan jejak Rafina, " Apa Dia sudah pulang ya? " lirih Alex sambil kembali melihat kesana kemari.

__ADS_1


" Huf...." Alex meraup kasar wajah nya, " pasti udah balik ke cafe " batin Alex sambil melihat pusaran waktu yang kini melingkar manis di tangan, " masih ada waktu baik lah Aku susul kesana" ucap Alex pada diri nya karena masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor.


Alex menyusuri koridor yang satu arah ketaman dan parkiran, tampa sengaja telinga nya mendengar cekikan yang mirip suara Rafina, Alex menghentikan langkah untuk mencari sumber suara. ternyata benar Rafina sedang duduk di taman bersama Eka.


kedua nya tampak tengah bercerita, samar Alex mendengar nama nya di sebut Rafina, secara perlahan Alex mendekat ingin nguping apa saja cerita mereka hingga nama nya ikut di sertakan dalam obrolan antara Rafina dan Eka.


Eka yang duduk bersebrangan dengan Rafina terlalu fokus dengan cerita Rafina, hingga tidak menyadari kehadiran Alex dibalik tembok yang ada di belakang Rafina.


Alex bersandar di dinding tembok demi mendengar oceha Rafina dan Eka, malang bagi Alex kaki nya menginjak Aqua gelas hingga berbunyi dan itu cukup mengecoh Eka untuk melihat kebelakang Rafina.


Alex yang tidak ingin ketahuan segera memberi isyarat agar Eka diam, Eka mengangguk samar tanda paham yang di maksud Alex, senyum terkembang di bibir Alex saat mendengar Rafina sedang bercerita pasal sanwich hingga Ia di hukum gara gara ketiduran di dalam kelas.


Cerita Rafina membuat ingatan Alex kembali kemasa remaja dimana Ia menjalin cinta monyet bersama Rafina, yang lebih Alex tidak habis fikir ternyata cinta monyet mereka dulu bukan sekedar cinta monyet biasa seperti anak anak lain nya. Yang kalau sudah pisah akan langsung lupa kemudian cari ganti.


Beda dengan Alex dan Rafina ternyata cinta monyet antara mereka ibarat tali jodoh yang memang sudah di ikat Sang Pencipta, buktinya setelah sekian lama mereka berpisah takdir jua lah yang mempertemukan mereka.

__ADS_1


Setelah cukup lama mendengar celoteh Rafina tentang masa masa mereka dulu, Alex memberi isyarat agar Eka meninggal kan Rafina, Eka yang paham masud Alex, langsung maminta ijin beralasan ingin melihat Nengsih.


"Kak Eka mau liat Ibu dulu takutnya Ibu sudah bangun " ucap Eka mulai melancarkan aksi seperti rikwes Alex, Rafina tersenyum Tidak ada kata lain yang terucap selain, " terimakasih ya Ka " Ucap Rafina, Eka sudah begitu baik padanya selama ini, " Iya Kakak yaudah Eka liat Ibu dulu kedalam" Eka bergegas pergi meninggal kan Rafina.


__ADS_2