MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
TERBUNGKUS KULIT


__ADS_3

Dokter Santo tersenyum ketika melihat Alex datang menghampiri nya, kagum dengan ketampanan sahabat nya rasa bangga karena sekarang sahabat nya terlihat begitu sehat tidak seperti Alex yang dulu " apa kabar Bro lama kita gak ketemu" sapa Dokter Santo.


" Alhamdulillah baik. Ya maklum lah, Gue masih sibuk ngurusin usaha nya bokap jadi gak sempat nongkrong nongkrong lagi " jawab Alex mereka berpelukan temu kangen.


" Siapa yang sakit? " tanya Dokter Santo memperhatikan Alex dari atas hingga kebawah, menduga kalau Alex yang sakit.


" Bukan Gue tapi om juga calon mertua Gue " jawab Alex santai.


"Whats Lo udah ketemu ama pujaan hati Lo!?, yang mana nih apa mirip kayak cewek yang Lo dulu sering cerita. tapi kan...? " tanya Dokter Santo sedikit shock dengan omongan Alex barusan, omongan Dokter Santo tidak jadi lanjut hampir aja keceplosan tapi cepat tersadar hingga tidak melanjutkan lagi, senang Alex ahir nya muf on dari cinta masa lalu.


" Gue ubah pernyataan Gue dulu "ya?, cewek Gue sebener nya blom meninggal yang ikut kebakar itu orang lain cewek Gue selamat " jawab Alex mengklarifikasi, Dokter menatap Alex dalam mencari kebenaran tentang kata kata Alex barusan.


" Hhmm kayak nya bener " batin Dokter karena tidak menemukan kalau Alex sedang menghayal atau berimijinasi.


" Gimana kabar Bunda? "tanya Dokter


" Mama Ku sehat wal afiat, Lo kan tau Mama Gue itu paling jaga kesehatan dan pola makan pokok nya semua serba teratur " jawab Alex di barengi tawa.


" Iya Gue ingat Bunda memang serba segala nya dah, Gue masih ingat waktu nginep di rumah Lo. Gue demam Bunda tuh ya sampe kelabakan bangunin Bokap Lo nyuruh bawa Gue ke rumah sakit, padahal itu udah jam dua pagi, untung ya kebiasaan Bunda tuh meriksa Elo anak kesayangan nya coba kalau gak bisa kejang kejang Gue saking panas nya " Dokter teringat kenangan bersama mama Nisa.


" hahaha... emang Lo bayi, dasar Dokter pe ak, Lo tau itu berlaku sampe sekarang tau" jawab Alex tertawa lebar kembali terbayang gimana protektif Mama Nisa yang tiap malam masuk ke kamar memeriksa Alex yang sedang tidur.


" Iya salut Gue sama Bunda, ahh jadi kangen Gue " ucap Dokter sambil melirik arloji mahal yang melingkar di tangan nya.


" Iya Gue berasa kayak bayi sampe sekarang hahaha.. " jawab Alex.

__ADS_1


" Lex kayak nya Gue gak bisa lama deh, entar kapan kapan kita ngobrol lah"...ucap Dokter


" Eh enak aja Lo main pamit, bosan hidup Lo, emang Lo pikir Gue manggil Lo kemari buat apa? " jawab Alex jutek.


"Oh.. hahaha...iya Gue lupa. salah Lo malah ngajakin Gue ngobrol, yaudah mana pasien nya? "


" Ada di dalem udah yuk.." ajak Alex bangun dari duduk. di ikuti Dokter.


Di dalam Rafina tertidur karena lelah menangis, sedang Nengsih duduk berdampingan di sofa yang tidak jauh dari Rafina, batuk Ronal juga mulai berkurang setelah meminum obat yang tadi sempat di beli di apotik.


" Tok... tok.. tok.. " kedua nya sengaja bergeser duduk agar berjarak setelah mendengar ketukan pintu, " masuk.. " ucap Ronal.


Alex masuk setelah mendengar perintah masuk dari dalam, " Maaf Om ini Alex bawa Dokter kemari" ucap Alex kemudian mempersilahkan Dokter Santo masuk.


" Siapa yang panggil Dokter? " tanya Ronal dan Ningsih saling lihat satu sama lain dengan tatapan bingung, Nengsih menggeleng begitu juga Ronal karena mereka merasa tidak ada yang memanggil Dokter untuk datang.


Dokter Santo menoleh melihat Alex, paham apa Maksud Dokter Santo. Alex mengangguk.


"Sudah berapa lama batuk nya Pak? " tanya Dokter Santo, Ronal melirik Nengsih tapi Nengsih malah melihat kearah lain seolah sengaja pura pura gak tau.


Ronal ingin sekali mengusir Dokter yang di bawa Alex, tapi gak tau gimana cara nya, Sebenar nya Ronal paling malas berurusan dengan medis tapi apa boleh buat nolak gak mungkin, gak enak sama Alex karena Alex tentu sudah susah payah mengupayakan Dokter untuk datang.


" udah dari dua hari lalu Dok " jawab Ronal jujur, " Boleh saya periksa Pak? " pinta Dokter Santo, " Ya boleh " jawab Ronal walau dalam hati takut kalau Dokter Santo akan tau penyakit sebenar nya.


Dokter Santo mengeluarkan alat periksa dari dalam tas nya, " Maaf ya Pak " ucap Dokter Santo dengan sangat hati hati menaikan kemeja Ronal agar mudah bagi nya.

__ADS_1


" Tarik nafas nya Pak " ucap Dokter Santo setelah menempel kan alat periksa di dada kurus Ronal, Nengsih hanya melihat sesekali betapa kurus dada Ronal kalau dulu dada itu tempat nya bersandar tapi kini dada itu sudah tidak seperti dulu.


" Apa memang Dia sakit? " batin Ningsih karena lihat dada Ronal kurus dengan tonjolan tulang belulang yang terbungkus kulit.


" Baik Pak sudah selesai, boleh saya tanya tanya sedikit!?" tanya Dokter Santo. Ronal hanya mengangguk pasrah.


" Apa sebelum nya Bapak punya rekam medis ?" tanya Dokter Santo lagi.


" Ya " Jawab Ronal singkat.


" Ok baik lah Pak, Saya akan kasi resep untuk sementara tapi kapan ada kesempatan Bapak bisa datang kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut " ucap Dokter Santo.


" Ini Lex " Dokter Santo menulis beberapa macam Obat lalu menyerah kan pada Alex, " Ya sudah Bapak, Ibuk saya permisi " ucap Dokter Santo kembali menyalami Ronal dan Nengsih.


Ronal bangun dari duduk berniat untuk nengantar Dokter Santo, " Gak usah Om biar Saya aja " ucap Alex, Ronal kembali duduk.


" Lex kayak nya calon mertua Lo itu ada masalah pada paru paru nya " ucap Dokter Santo ketika mereka sampai di parkiran.


" Masa sih,?" Alex menatap Dokter Santo.


" Lo meragukan diaknosa Gue?"


" Gak sih cuma Gue gak nyangka aja Om Gue punya masalah di paru paru " jawab Alex, memang Alex tidak meragukan kepintaran sahabat nya tapi sedikit ragu " masa Iya baru tempel alat langsung bisa tau " itu yang ada di fikiran Alex.


" Ya bisa aja Lex banyak penyebab terjadinya flak atau lain sebagai nya, Lo bukan orang medis cobak dulu Lo kuliah ambil jurusan kedokteran pas. ...., Yadeh yadeh Gue ngerti, Gue juga ogah jadi Dokter " jawab Alex langsung motong sebelum Dokter Santo selesai bicara.

__ADS_1


" Kenapa Lo ogah jadi Dokter? " tanya Dokter Santo. " Ya karena itu bukan cita cita Gue, Lo kan tau otak Gue bebel, urusan kantor untung ada Yady yang ngebantuin Gue kalau gak ada dia entah lah " Alex merenung teringat Yady.


"


__ADS_2