
...Setelah sedikit drama lagi di parkiran ahir nya Rafina setuju di antar Alex, " Kamu punya uang?" tanya Alex pada Eka setelah selesai mendudukan Rafina di dalam mobil kebetulan taksi yang di pesan sudah datang " Ada Kak jangan khawatir " jawab Eka tersenyum ramah sambil membuka pintu mobil Eka langsung naik" titip kak Rafina ya Kak? " ucap Eka sebelum menutup pintu kemudian melambaikan tangan karena taksi langsung bergerak membawa nya....
...Alex cuma mengangguk, Setelah Eka pergi Alex mengitari mobil " Kita mau kemana? " tanya Rafina setelah Alex masuk, " Kita pacaran lah, kamu gak kangen apa sama Aku " jawab Alex sambil mengedip kan sebelah mata....
...Rafina tertunduk malu dengan muka memerah, tapi kemudian wajah Rafina berubah muram kata pacaran dari Alex itu membuat hati nya gelisah, Alex mengusap pipi Rafina dengan punggung tangan nya, " kenapa diam apa yang kamu pikirkan Sayang? " tanya Alex, Rafina tidak menjawab malah membuang pandangan nya keluar....
...Alex tersenyum getir, paham kenapa Rafina begitu, pasti Rafina sakit hati dengan ucapan rombongan Abg tadi, karena Alex sebenar nya juga marah tapi gak mungkin langsung marah di tempat jadi Alex bersikap santai seolah olah gak dengar, kalau menuruti kemarahan nya ingin rasa nya Alex menampar mulut mulut pedas itu satu persatu...
..." Ihh.. mas itu ganteng keren lagi, tapi sayang istri nya cacat "ucapan para ABG tadi terus terngiang, kemudian Rafina menjatuh kan pandangan nya ke bawah melihat jari jari kaki nya yang sudah dua tahun mati rasa " Ya Allah apa Aku masih pantas untuk nya " lirih Rafina dalam hati merasa minder....
...Dua puluh menit perjalanan di lalui dengan kebisuan ahir nya mereka sampai, Alex duluan turun untuk ambil kursi roda di bagasi, setelah itu Alex membuka pintu sebelah Rafina lalu menggendong Rafina....
... Rafina yang tadi nya bengong reflek mengalung kan kedua tangan nya di leher Alex karena takut jatuh, sungguh jadi sulit bernafas detak jantung nya seakan berlarian, wangi tubuh Alex menyeruak indra penciuman Rafina tampa sadar Rafina menghirup wangi itu sedalam dalam nya....
...Alex meletakan Rafina secara perlahan di atas kursi roda, " terimakasih " ucap Rafina berbisik " Ya " jawab Alex singkat lalu memutar untuk mendorong kursi roda Rafina....
__ADS_1
...Rafina baru tersadar kalau sekarang Ia bukan di antar pulang ke rumah nya, Rafina menengadah ingin minta penjelasan kerumah siapa Alex membawa nya....
...Alex tersenyum " jangan tanya apa apa dulu nanti kita bicara di dalam " ucap Alex terus mendorong kursi roda masuk ke teras rumah tersebut....
...Alex meraba kunci di salah satu pot bunga, yang berjejer cantik, sementara Rafina terus bertanya tanya rumah milik siapa yang kini mereka datangi....
..." yuk kita masuk Sayang " ucap Alex membuyar kan lamunan sesaat Rafina, mereka masuk di dalam Rumah itu ternyata masih kosong belum ada furnitur apa pun, bahkan sebagian dinding belum di cat masih terlihat plasteran semen....
..." Kita naik ke lantai atas aja ya?" ucap Alex tampa di jawab oleh Rafina, Alex mendorong kursi Roda masuk kedalam lif, Rafina terkagum tidak menyangka di rumah yang belum ada perabotan malah sudah ada lif....
...Di dalam lif suasan hening tidak ada yang memulai percakapan sampai pintu lif terbuka entah di lantai berapa Rafina juga gak tau karena kurang perhatian terlalu sibuk dengan alam fikiran nya sendiri....
...Sampai di depan salah satu pintu tiba tiba ponsel Alex berbunyi " sebentar Sayang " Alex memberhentikan kursi roda Rafina tepat di depan pintu yang masih tertutup, Alex menjauh untuk menerima panggilan tersebut....
..." Lex lo dimana jam berapa ini " tanya si penelphone, " Hari ini Lo urus semua jadwal Gue, Gue ada urusan mendadak " ucap Alex langsung mematikan sambungan secara sepihak karena Rafina terus menatap nya....
__ADS_1
...setelah memasukan kembali ponsel kedalam saku Alex menghampiri Rafina, Alex membuka pintu lalu mendorong kursi roda masuk kedalam....
..." Buat apa kita kemari " tanya Rafina sarkas karena ternyata Alex membawa nya kedalam kamar, " Hhhmm, jangan fikiran negatif Aku cuma ingin bicara tenang tampa ada orang lain yang mengganggu " jawab Alex sambil menutup pintu rapat....
..." kenapa bicara saja harus di dalam kamar apa tidak ada tempat lain, atau dia malu membawa ku yang hanya duduk di kursi roda" batin Rafina tidak suka dengan jawaban Alex yang di anggap nya terlalu mengada ada, " pletak " tiba tiba Alex menyentil jidat Rafina, " ssstt...sakit tau " ucap Rafina sambil menggosok jidat nya, sebenar nya gak sakit tapi keget aja karena itu secara tiba tiba....
..." Maka nya fikuran jangan ngelantur " ucap Alex merunduk ingin mengangkat Rafina dan memindah kan keatas tempat tidur king size milik nya, " plak...apaan sih " ucap Rafina setelah menepis tangan Alex....
...Alex kembali tegak tidak jadi mengangkat Rafina, Alex merasa sikap Rafina sekarang sangat berbeda tidak seperti dulu selalu hangat kalau di dekat nya, entah karena sekarang duduk di kursi roda atau memang ada hal lain Alex tidak mau menebak takut salah....
...Rafina melirik Alex karena cuma berdiri seperti patung di samping nya, Rafina menggigit bibir bawah nya tentu diam di saat seperti ini tidak mengenak kan bagi mereka berdua, timbul sesal karena telas menepis tangan Alex. kemarin kemarin Ia begitu merindukan kehangatan Alex tapi kenapa sekarang Ia malah menolak nya mentah mentah ahh.. Rafina tertunduk sangat menyesal....
...Alex membuka bajunya mendadak suhu ruang menjadi panas, memang belum terpasang Ac karena rumah itu belum selesai, kamar itu digunakan Alex saat Ia malas pulang ke kediaman megah Dirham....
...Alex melempar baju kaos ke atas tempat tidur lalu berjalan kearah jendela untuk membuka jendela agar udara tidak terlalu panas, Rafina menatap tubuh atletis Alex penuh kekaguman....
__ADS_1
...perut sixpek ala roti sobek menonjol kan otot otot di bagian tertentu yang tentu nya sangat di minati kaum hawa apa lagi wajah Alex yang belasteran " huff..." Rafina membuang pandangan kearah lain tidak ingin melihat Alex....
Alex melirik Rafina yang kini tertunduk sambil memilin milin jari nya sendiri, berdiam diri terus Alex juga gak tahan, " Apa perubahan ini mungkin karena Dia sudah duduk di kursi roda hingga jadi orang perasa dan sensitif, Ahh bisa jadi " batin Alex berbalik menatap Rafina dengan intens.