
...Mama Nisa syok terduduk di kursi dapur setelah melihat kelakuan putra nya sendiri, tidak menyangka Alex sudah berani berbuat jauh sudah berani menyentuh perempuan yang belum mahram nya" Ya Allah apa kah Aku sudah gagal mendidik Anak Ku ?, ampun kan hamba Mu ini ya Allah " batin Mama Nisa yang kini terduduk lemas di kursi....
Bibik lewat di depan Mama Nisa sambil membawa sapu untuk membersih kan pecahan vas yang pecah, saat melewati Mama Nisa Bibik tertegun " kenapa Ya Nyonya kok berubah murung?" batin Bibik melihat wajah cantik majikan nya itu murung,
...Bibik menelan pertanyaan yang hampir saja terlontar Karena sudah di ujung lidah, " Ah bukan urusan Ku " lirih Bibik dalam hati melangkah meninggal kan Mama Nisa sadar posisinya hanya seorang pembantu merasa tidak berhak tau apa persoalan majikan....
...Sepeninggal Bibik Mama Nisa masih duduk, angan nya kembali kemasa lalu dimana saat Alex mulai beranjak remaja, masih jelas teringat saat sang Putra menceritakan akan ketertarikan nya dengan lawan jenis....
^^^flas back :^^^
..."" Anak Mama kok telat pulang nya " Tanya Mama Alex di depan pintu pagar menyambut kepulangan putra semata wayang nya....
..." Iya Ma Alex jalan jalan bareng temen tadi " jawab Alex, " temen apa demen " goda mama Alex sampil menaik turun kan kedua alis nya....
^^^Alex tersenyum malu " Temen Ma " jawab Alex dengan wajah bersemu merah, " Aihh...anak Mama mulai cinta monyet nih " goda Mama Nisa lagi.^^^
..." Apaan Sih Ma " perotes Alex yang sudah gak sanggup menahan malu karena di goda terus oleh sang Mama, " Alex kekamar dulu ya Ma?" ucap Alex segera beranjak meninggal kan sang Mama....
..." Yudah mandi ganti baju makan abis itu cerita ke Mama cantik gak temen Mu itu " goda Mama lagi membuat Alex semakin malu....
__ADS_1
...Tidak perlu lama Alex sudah selesai membersih kan diri, perut yang sudah keroncongan minta asupan gizi, Alex keluar dari kamar langsung menuju ruang makan....
..." Mama masak apa Ma?" tanya Alex sesampai nya di ruang makan, " lihat aja tuh, Mama masak kesukaan Kamu " ucap Mama Nisa tampa terasa bulir bening menetes teringat Akan keplosan sang putra duli....
flas back selesai.
...Bibik kembali kebelakang meletakan sapu dan membuang pecahan vas ketempat sampah " Nya...Nyonya kenapa?, Nyonya gak papa Kan?" tanya Bibik kuatir Karena mata majikan nya merah dan Mama Nisa sedang menghapus air mata saat Bibik balik....
..." Saya gak apa apa Bik cuma kaget aja tadi " jawab Mama Nisa mengusap kembali lelehan air mata lalu bangkit dari duduk " ayo bik kita lanjut masak" Mama Nisa langsung ajak Bibik untuk melanjut kan pekerjaan yang tadi sempat tertunda....
...Bibik yang mau bertanya lagi malah sudah sempat buka mulut bahkan kembali menutup mulut mengurungkan dan menelan kembali pertanyaan karena melihat wajah Mama Nisa berubah serius bikin segan untuk bertanya lagi....
..." Ya ampun Nyah kenapa? Aden Tolong...." teriak Bibik panik Karena lihat tetesan darah di lantai, darah yang keluar lumayan deras karena sayatan di jari Mama Nisa lumayan dalam, Bibik yang panik langsung merobek ujung daster nya untuk mengikat jari Mama Nisa....
Alex langsung berlari meninggal kan Rafina setelah mendegar teriakan Bibik,
..." Ada apa Bik...?" tanya Alex yang baru datang dengan nafas terengah karena berlari setelah kaget mendengar teriakan Bibik, Alex datang tepat saat Bibik Akan mengikat jari Mama Nisa, " Nyonya kena pisau Den " jawab Bibik langsung melanjut kan kegiatan nya membalut jari Mama Nisa....
...Darah di lantai yang menetes dari jari Mama Nisa seketika membuat pandangan mata Alex menggelap, " Abaaang... " teriak Mama Nisa barengan dengan Bibik, saat lihat Putra kesayangan nya jatuh kaki Mama Nisa langsung lemas, untung Bibik reflek menahan kepala Alex sebelum Benar Benar terbentur kelantai....
__ADS_1
..." Ya Allan Dennnnn... " teriakan Bibik juga tidak kalah panik sampai Bibik juga hampir tersungkur, sementara Rafina yang hanya bisa mendengar teriakan teriakan dari dapur hanya bisa menyesali keadaan Kaki nya, Rafina merasa jadi manusia tidak beguna, " hik.. Ya Allah ada apa di dapur" gumam Rafina sambil menangis Rafina juga memukuli kaki nya sendiri sangking kesal nya Karena tidak berdaya....
...Di dapur Bibik semakin panik setelah meletakan kepala Alex di lantai, Bibik langsung lari menanggal kan Mama Nisa tujuan nya untuk mencari Pak Marno....
..." Marno... Marno.... " terdengar suara Bibik memanggil nama Marno, Rafina mengangkat wajah nya kebetulan Bibik juga melihat Rafina, " Han... hantuuuuu... " teriak Bibik saat mata nya Tampa sengaja melihat ke arah sofa di mana Rafina duduk....
...Mulut Rafina ternganga lebar, " Bulek Sum " lirih Rafina sementara Bibik berjongkok gemetar ketakutan menutup muka, " Ada apa Sum teriak teriak Wes kayak tukang parkir sampean" ucap Pak Marno dengan suara Bariton, saat mendegar teriakan Bik Sum Pak Marno segera bangkit meninggal kan segelas kopi yang sedang Ia nikmati....
..." Aku takut No ono hantu " jawab Bibik masih menutup muka dengan posisi semula....
..." Hahahaha ono ae koe hantu apa!? " Tanya Pak Marno sambil tertawa, teringat keadaan sang majikan dan tuan Muda nya Bibik bangkit menepis segala rasa takut Karena merasa aman sudah ada Pak Marno,, " Tolongin Nyonya Sama Den Alex No " ucap Bibik sambil menangis tidak berani melihat ke arah sofa....
..." Kenapa!? " Pak Marno panik karena lihat wajah Bibik pucat, " Kenapa Alex Bulek? " tanya Rafina yang awal nya hanya diam Karena ayok Di katai Hantu oleh Bik Sum....
..." Bibik dan Pak Marno bersamaan melihat ke sumber suara, " Fi...fina..." ucap Pak Marno melotot, Rafina tersenyum kecut saat bersitatap, sementara Bik Sum juga melotot lebih lebar tidak menyangka Rafina hidup lagi....
..." Itu beneran koe Fin...?" tanya Pak Marno memastikan seolah Rafina memang hantu yang harus di takuti, Rafina menelan ludah yang tersangkut di tenggorokan nya, "ya pakde ini Fina bukan hantu kok" jawab Rafina tampa mengalih kan pandangan dari dua orang yang memgingat kan nya pada sang nenek....
...Pak Marno melihat kursi Roda di samping Sofa, hati tua nya bertanya tanya apa yang sudah terjadi dikehidupan malang Rafina, Pak Marno mendekati Rafina, " Iki beneran koe nduk?" tanya Pak Marno memperhatikan dalam dalam walah Rafina, " Iya Pak De ini Fina" jawab Rafina sambil mengulur kan tangan....
__ADS_1