MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
BERGERAK KIRI KANAN


__ADS_3

Frengky juga menyalami Mama Nisa dan Ronal, " Apa kabar Om " Sapa Frengky dengan sangat ramah dan santun. " Alhamdulillah Saya baik" jawab Ronal mengernyit kan kening heran kenapa Frengky menanyakan kabar seolah mereka sudah pernah kenal.


" Gimana hari ini di kantor ?" tanya Ronal pada Alex, " baik Om " jawab Alex singkat, Frengky menatap bingung Alex dan Ronal secara bergantian. "lah kok Om sih " batin Frengky masih bingung menatap Ronal tampa berkedip.


" Mah, Om, Abang ke atas dulu ya gerah yuk Freng.. " pamit Alex sambil ajak Frengky keduanya bangkit dari sebelah Mama Nisa. " Bunda, Om. Frengky naik juga ya? " Frengky juga ikutan pamit pada Ronal dan Mama Nisa.


" Iya " jawab Ronal singkat sambil menatap kepergian Frengky dan Alex menaiki tangga, yang bikin penasaran Ronal siapa Frengky, Ronal coba mengingat dimana pernah ketemu apakah memang kenal sebelum nya dengan Frengky. " Si Frengky kira kamu Papa nya si Abang " ucap Mama Nisa mengobati rasa penasaran Ronal seketika juga menoleh.


" Pantesan " ucap Ronal lega pantas kalau Frengky merasa kenal dengan nya, " Dia itu temen nya si Abang dari kuliah dulu cuma udah lama gak pernah kemari jadi dia gak tau kalau Almarhum udah gak ada " Mama Nisa menjelas kan pada Ronal tentang siapa Frengky.


" Iya Alex itu sama persis kayak Almarhum cara nya bergaul " jawab Ronal tersenyum sekilas terbayang kenangan semasa Almarhum Papanya Alex masih hidup.


" Ya sudah gak usah di bahas doa kan saja biar tenang " ucap Mama Nisa dengan suara sedikit berbeda batin nya seperti di toreh karena sangat merindukan sosok suami yang selalu membuat nya seperti ratu.


Ronal tertunduk, hati nya juga sedih mengingat tentang Almarhum yang memang terkenal dengan semua kebaikan, tidak ada kecacatan dari sikap apalagi perbuatan sangat menyesal karena tidak hadir mengantar Almarhum keperistirahatan terahir.


Sementara di lantai atas, Alex dan Frengky berbaring di atas springbad, Keduanya menatap langit langit kamar, " Lex sementara Gue numpang di rumah Lo ya? " ucap Frengky memecah kesunyian.

__ADS_1


Alex yang tadi nya hampir merem seketika membuka mata dan menoleh melihat Frengky di samping nya, " kenapa Lo pake ijin sih dulu aja waktu Lo ngambek berhari hari nginap di sini Gue kan gak pernah ngusir Elo " jawab Alex kembali menatap langit langit kamar.


Frengky memutar badan hingga miring menghadap Alex, " Iya itu dulu Gue paling cuma seminggu, sekarang Gue gak punya apa apa lagi Lex semua sudah hancur " ucap Frengky dengan suara dalam.


Alex menoleh lagi menatap wajah sendu Frengky, sudah tidak perlu Alex tanya kan lagi karena Frengky sudah cukup jelas menceritakan semua kekacauan yang sudah terjadi dalam hidup nya. Alex bangun dan duduk menghadap Frengky yang masih berbaring dengan posisi miring.


" bugh... udah lah gak usah kayak banci, kita ini laki laki gak wajib nangis Lo gak usah ijin sama Gue tetep di sini sampe Lo mampu dan Gue pasti bantu lo untuk bangkit lagi " Alex menepuk bahu kiri Frengky sambi berkata penyemangat agar Frengky bangkit menjadi Frengky yang tegar bukan Frengky yang cengeng.


" Udah ahh Lo ikut gak!?, Gue mau mandi mau ketemu yayang Gue " ucap Alex beringsut turun dari tempat tidur, Frengky menatap Alex dengan tersenyum smirk.


" Ya dah Gue ikut lah pengen kenalan ama cewek yang udah berhasil ngerebut hati panggeran kutup " ucap Frengky ikutan turun dari tempat tidur. sedang Alex hanya menoleh mendengar ocehan Frengky.


" Ya Gue mau mandi lah masak mau ketemu calon ipar badan Gue bau " ucap Frengky tampa ngerasa apapun.


" Sana ihh... Gue dulu " ucap Alex menahan jidat Frengky, " Bam... " lalu masuk kamar mandi dengan cepat Alex mengunci pintu dari dalam. " uhhh.. "Frengky hanya membuang nafas kasar sambil manyun kan bibir bergerak kiri kanan.


Di dalam kamar mandi, Alex bersiul sambil menyabuni seluruh badan, ingatan nya kembali melanglang buana pada kejadian semalam waktu bersama Rafina.

__ADS_1


Tampa sadar Alex menjilat bibir nya sendiri, "aakkhh... " desah Alex bagaiman pun rasa itu masih begitu terasa hingga membuat sesuatu di bawah sana mengembang sempurna, " Mandi apa Lo kok lama banget sih " teriak Frengky dari luar mengejut kan Alex yang sedang mengarungi rasa sendiri.


" Ihhh... ganggu aja tu coak " ucap Alex melirik ke pintu dimana Frengky berada, Alex melanjut kan ritual mandi agar cepat selesai, menyambar handuk di gantungan mati matian menahan hasrat agar sesuatu yang bangkit tadi segera layu biar gak malu maluin kalau keluar, kalau sempat di lihat Frengky Ia tegak maka matilah Alex akan jadi bahan olokan yang bakal gak ada habis nya.


Alex kembali menyangkut handuk di sangkutan lalu kembali kebawah shower untuk menyiram kembali kepala agar bisa menghilang hawa panas yang masih tersisa.


setelah di rasa aman, Alex menyelesaikan ritual mandi nya dengan segera, cukup lama Alex berada di kamar mandi hingga Frengki tadi yang niat cuma baring baring saja malah ketiduran.


" Yah... ni anak malah tidur " ucap Alex di depan pintu kamar mandi setelah keluar dari kamar mandi Alex mendapati Frengky tidur diatas ranjang, Alex mendekat sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil yang baru saja di ambil di laci.


" Woii... bangun mandi sana " Alex menendang kaki Frengky dengan menendang pake lutut, " hoooaam.. dasar Lu ya mandi aja berjam jam udah kayak cewek aja " ucap Frengky sambil bangkit perlahan.


" udah gak usah ngomel kayak ibuk ibuk sana mandi atau Gue tinggal Lo " gertak Alex agar Frengky segera turun dari tempat tidur. Alex berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk untuk Frengky.


" Lex pinjemin baju Lo ya " ucap Frengky sebelum masuk kamar mandi.


" udah sana cepat mandi lama Gue tinggal " ucap Alex lalu kembali ke lemari untuk mengambil pakaian yang akan Ia pakai untuk menemui pujaan hati.

__ADS_1


Selesai memakai pakaian Alex mematut penampilan nya di depan kaca, merasa sudah cukup tampan Alex menatap keseluruh sudut kamar, " Ahh.. iya lupa " desah Alex karena baru ingat kalau Frengky meminjam pakaian nya.


Sedari Frengky datang Alex tidak melihat apa pun yang di bawa Frengki, hanya pakaian yang melekat di badan entah kehudupan yang bagaimana di lalui Frengky, Alex milah milah pakaian ahir nya tertuju pada satu baju kaos oblong warna hitam dan celana ponggol selutut warna coklat muda tentu sangat pas di tubuh Frengky yang gak beda sama kekar dengan Alex.


__ADS_2