
...Alex menarik nafas sedalam dalam nya, saat ini Alex merasa dada nya sesak seakan tampa udara, rangkaian kebersamaan yang sudah terlewati begitu manis tergambar dalam benak nya....
..." Kalau kamu mau sekolah di kota lain pergilah " ucap Rafina mentapa Alex yang masih setia menunduk....
"Deg...
...Jantung Alex serasa melompat, Alex mengangkat wajah nya dan pandangan mata mereka bertemu, Alex kesusahan mengungkap kan apa yang kini terasa sangat berkecamuk di dalam dada nya beda dengan perasaan Rafina yang semakin kuat mengatakan kebenaran atas filing nya....
..." Benar kah Kamu akan meninggal kan Ku sayang, bagaimana Aku melewati hari hari Ku tampa Kamu " batin Rafina dengan dada mulai sesak, air mata lolos tampa permisi jatuh begitu saja di pipi putih Rafina....
...Hati Alex seperti di remas kuat, sementara Rafina terus menatap Alex dengan air mata mengucur deras, " Sayang" lirih Alex kemudian memegang kedua pipi Rafina tampa sungkan Alex menyatukan kening mereka....
...Tangis Rafina semakin pecah, dengan kasar Rafina menarik kepala ke belakang lalu membentur kan kepala nya dengan kepala Alex, " Pergi lah, lupakan Aku! pergiiii.. " teriak Rafina penuh emosi setelah berdiri....
...Alex tegugu diam, baru tau sisi lain Rafina yang tidak pernah Ia jumpai selama ini. sambil memegang kening yang masih sakit Alex bangkit perlahan untuk berdiri, Namun sebelum sempat Alex benar berdiri, Rafina nekat lompat dari atas batu, kaki Rafina nyaris hampir patah saat menapak di atas rerumputan....
...Alex merasa jiwa nya terbang saat itu tidak menyangka sama sekali akan perbuatan nekat Rafina, di tatap nya Rafina yang kini berada di bawah dengan tatapan kosong, sementara di bawah Rafina mengaduh karena tidak bisa bangkit sedang Alex seperti tuli tidak mendengar rintihan Rafina....
__ADS_1
...Rafina mencoba bangkit tapi seluruh tulang belulang nya seakan rontok tidak berpungsi, " Ya Tuhan beginakah nasib yang harus Aku terima, kenapa sakit sekali berpisah " batin Rafina sambil menangis tersedu....
..." Ahh... Aku gak boleh lemah biar lah Alex mengejar cita cita nya seandai nya Tuhan mengijin kan pasti kami akan bertemu lagi seperti kata Alex tadi " Rafina coba menghibur diri nya sendiri. " Aku harus tegar gak boleh cengeng " batin Rafina lagi mencoba berdamai dengan hati keadaan meredam segala rasa sakit Rafina mencoba berdiri lagi secara perlahan....
...Rafina coba melangkah setelah dengan susah payah bisa berdiri tegak , " aakkk..." jerit Rafina kemudian jatuh kembali di atas rerumputan setelah bergerak selangkah....
...Alex tersadar kemudian bergegas turun menghampiri Rafina, " Fin...Rafina..kamu gak pa pa kan? maaf kan Aku sayang " panik Alex membawa Rafina kedalam pelukan nya dengan rasa bersalah. Rafina membalas pelukan Alex dengan erat, " Jangan tinggalin Aku sayang"satu kata yang terlontar dari bibir Rafina saat wajah nya terbenam di dada Alex...
...Pertahanan Alex bobol, Alex juga ikut menangis, " Aku gak akan tinggal kan Kamu, Aku harus menerus kan sekolah, Berjanji lah Kamu akan terus tersenyum setelah ini, Aku juga berjanji untuk menemui kamu setiap ahir tahun di tempat ini" ucap Alex semakin mempererat pelukan nya....
...Hari menjelang sore, suara azan asar berkumandang menyadar kan kedua remaja Itu, " sudah sore kita pulang yuk sayang " ajak Alex halus setelah mencium punca kepala Rafina beberapa kali, entah keberanian dari mana hingga Alex berani melakukan itu tapi yang jelas naluri hati nya menuntun untuk berbuat seperti itu....
...sementara Rafina menutup mata meresapi saat Alex mencium punca kepala nya, perasaan melambung yang tidak bisa di jabar kan dengan kata kata, " Sudah jangan nangis lagi, Aku belum mati sayang nanti pasti kita ketemu lagi " ucap Alex mencair kan suasana, Alex juga menghapus air mata Rafina dengan telapak tangan nya....
...Rafina menangkap tangan Alex, tampa malu Rafina mencium tepak tangan Alex, " hufff... sayang "... lirih Alex mau tak mau air mata nya kembali lolos karena perlakuan Rafina....
...Tidak ingin sedih tampa berkesudahan Alex membantu Rafina berdiri, Alex juga memapah Rafina berjalan sampai ke simpang tiga, " Sayang Kamu Aku antar? atau naik ojek?" tanya Alex selembut mungkin karena tidak ingin menyakiti perasaan Rafina lagi....
__ADS_1
..." Aku jalan aja pelan pelan " jawab Rafina, " jangan dong sayang kaki kamu itu mulai bengkak " tunjuk Alex ke bawah kaki Rafina, Rafina tersenyum kecut perhatian kecil Alex kembali menghantam jiwa nya....
..." Udah jangan menangis lagi, mata kamu bengkak nanti di kira orang aku berbuat kurang ajar terhadap mu "...ucap Alex tau kalau mata Rafina mulai berkaca kaca lagi....
...Rafina tertunduk menyembunyikan air mata yang sempat keluar beberapa tetes, " naik ojek ya? " bujuk Alex " gak Aku jalan aja " ucap Rafina tetap dengan pilihan nya karena gak punya uang untuk bayar tukang ojek....
..." Ok kalau gitu Aku yang antar Kamu sampe rumah " ucap Alex tegas tidak mau di bantah, Rafina terdiam gak tau harus jawab apa, kalau Alex antar jelas akan membuat Ningsih marah besar sedang kan naik ojek dia juga gak punya uang....
..." Hehh.. malah bengong udah yuk Aku an " ucap Alex terputus keburu di potong Rafina " gak usah sayang Aku naik ojek aja tapi kamu bayar ya? " jawab Pertanyaan Rafina menyingkir kan rasa malu....
..." Yaudah " ucap Alex kembali memapah Rafina ke pangkalan ojek di depan, "uluh...uluh... anak remaja sekarang berani ya? " ucap salah satu bapak tukang ojek, " ya gitu Man jaman udah canggih emang jaman kita dulu pacaran sembunyi takut di tangkap warga, liat nih mereka fain fain aja gelendotan lagi, ahh... kalian bikin jiwa lajang tua Pak Man tersakiti " timpal satu nya lagi sambil tertawa terbahak....
...Alex dan Rafina hanya tersenyum kecut menanggapi ocehan para bapak bapak tukang ojek, " Oh ya Pak bisa tolong antar teman saya pulang? berapa ya pak ongkos nya? " ranya Alex pada Pak Man tukang ojek....
..." Antar kemana ya dek? " tanya Pak Man, " kerumah Nek Yati Pak " jawab Rafina. " oh... kamu pasti Anak Nengsih ya? " tanya Pak Man lagi, " Iya Pak " jawab Rafina....
..." weh... kebetulan Man dulu kan cinta Mu pernah di tolak sama si Nengsih gara gara Dia gilak sama laki laki dari kota, sekarang waktu nya Man nyambung cinta lama mungkin Si Nengsih udah patah hati jadi milih kamu lagi " timpal tukang ojek lain sambil terkekeh, Pak Man menggeleng geleng kepala dan menghembus nafas kasar mendengar ocehan temennya....
__ADS_1