MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
SAYANG AKU KANGEN


__ADS_3

...Nenek Yati geleng geleng kan kepala melihat tingkah kedua remaja itu, " Anak muda jaman sekarang lupa segala nya kalau sudah jatuh cinta " batin Nenek Yati lalu bergerak beringsut kebawah perlahan untuk kembali berbaring....


" Nek tunggu biar Rafina bantu " ucap Rafina gak sampe hati Nenek nya kesusahan, " gak usah!, Nenek bisa sendiri kok urus saja kaki mu biar cepat sembuh " tolak Nenek Yati.


..." Kak... Kak Rafina..." Panggilan Eka memutus kan bayangan cerita masa lalu yang tengah kembali mengusik hati membuat Rafina kesal karena tengah asik membayangkan Nenek Yati, Rafina menoleh dengan kesal seketika, " Kakak nangis kenapa Kak ada yang sakit? " tanya Eka mendekat dengan penuh kekhawatiran karena melihat mata Rafina yang basah dan bengkak....


..." Saya gak pa pa kok Ka " jawab Rafina menghalau rasa kesal lalu kembali duduk, Eka terus menatap Rafina dengan perasaan tidak menentu Eka paling gak rela kalau ada orang yang menyakiti Rafina, baginya Rafina sosok Kakak yang sangat kuat walau ada kekurangan pada fisik nya, Eka pegawai yang paling dekat dengan Rafina hingga Rafina pun menganggap Eka seperti adik kandung....


..." Kak kalau Kakak ingin cerita Eka siap kok jadi pendengar yang baik di jamin lah Eka gak akan ember " ucap Eka, Rafina tersenyum mendengar ucapan Eka. percaya kalau Eka tidak ember tapi untuk menceritakan kisah nya Rafina masih harus berfikir ulang, tidak ingin orang lain tau akan nasib cinta nya yang tragis, entah berujung bahagia atau penderitaan seumur hidup " Saya gak pa pa kok Ka " jawab Rafina sambil menggapai tisyu di atas meja nya....


..." Huff...yaudah kalau gitu Eka keluar dulu ya Kak " ucap Eka segera putar balik dengan hati penasaran karena tangisan Rafina tadi dan Eka sempat mendengar samar Rafina menyebut nama Alex di sela sela tangis nya, Eka juga tidak ingin terkesan kepo serba ingin tau urusan orang Eka harus berbesar hati kalau Rafina tidak ingin bercerita tentu nya Ia tidak bisa memaksa karena itu frivaci Rafina....


...Setelah Eka keluar dan menutup pintu, Rafina kembali menatap layar monitor cecetv, tapi sayang Alex sudah tidak ada di meja tiga belas bahkan sudah berganti dua laki laki lain yang duduk di meja itu Rafina menghembus nafas kasar....

__ADS_1


...Sementara di kediaman Arhan Dirham, Alex baru saja sampai setelah mengantar Yadi pulang terlebih dahulu, Alex bergegas masuk ke rumah setelah masukan mobil kegarasi....


..." Abang baru pulang?, gimana tadi pertemuan nya sekses kan? " tanya Mama Nisa yang sudah menyambut putra nya di depan pintu, setelah mendengar deru mobil masuk ke bagasi Mama Nisa sengaja membuka kan pintu untuk menyambut putra tercinta nya....


..." Alhamdulillah Lumayan capek Ma tapi senang lah persentasi nya gol " jawab Alex tersenyum puas lalu mencium punggung tangan Mama Nisa....


..." Syukur lah Mama senang dengar nya " ucap Mama nisa mengusap rambut Alex, " Yaudah Alex ke kamar dulu ya Ma, gerah mau mandi juga istirahat " pamit Alex melangkah , " ehh.. tunggu dulu apa kamu udah makan? " tanya Mama Nisa penuh perhatian....


..." Udah Ma Abang udah makan kok " jawab Alex menghentikan langkah " yaudah ya Ma? " ucap Alex menerus kan melangkah naik ke lantai dua dimana kamar nya berada....


...Alex merebah kan tubuh nya di atas kasur untuk sekedar meregang kan otot otot yang terasa kaku, " Ahh seandai nya ada kamu sayang betapa bahagia nya Aku saat ini " lirih Alex lalu mengusap dada nya, entah kenapa tiba tiba saja teringat dengan Rafina dan itu cukup buat jantung nya bedegup kencang. ...


...Sementara di cafe Rafina juga merasa hal yang sama, jantung nya tiba tiba berdetak lebih cepat, " Alex apa dia ingat Aku ya? " batin Rafina mengatur nafas yang mendadak sesak....

__ADS_1


...Alex menatap langit langit kamar, bayangan perempuan yang duduk di kursi roda itu melintas di benak nya, " kenapa Dia natap Aku begitu ya? siapa Dia? apa Aku pernah kenal!?" batin Alex teringat tatapan perempuan yang duduk di kursi roda....


..." Ahh pusing " lirih Alex lalu bangkit pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Alex berdiri di bawah shower, mata nya terpejam rapat jleb... wajah Rafina hadir begitu saja, Alex terkejut lalu membuka mata selebar mungkin. Alex berbalik pandangan mata nya menyapu setiap sudut kamar mandi, " Ahh kenapa Aku ini kenapa juga wajah Rafina seperti nyata tadi " batin Alex menyudahi mandi nya tampa memakai sabun....


...Alex buru buru keluar, otak kecil nya terus teringat Rafina, " Ya Allah, apa Rafina merindukan Ku " batin Alex yang kini duduk di tepi ranjang, masih memikir kan kejadian barusan di mana Rafina tersenyum sangat manis saat Alex menutup mata rapat di bawah guyura shower. ...


...Alex memejam kan mata coba menghalau fikiran nya tentang Rafina, tapi sayang wajah Rafina seolah lekat di kelopak mata nya, dada Alex sesak kesedihan itu muncul menyeruak relung hati nya....


...Tidak ingin larut Alex bangkit kembali masuk ke kamar mandi untuk bersuci, " Baik lah sayang Aku akan mendoa kan mu " lirih Alex lalu memakai peralatan solat, Alex solat sunah untuk mendoa kan Rafina. kabar terahir yang Ia terima Rafina sudah berpulang, yang membuat Alex menutup pintu hati untuk wanita mana pun, jiwa nya terus di bayang bayangi rasa bersalah....


...Setelah melakukan solat, Alex sedikit tenang Ia langsung naik ke tempat tidur berbaring tampa menunggu lama Alex tertidur, jiwa nya berpindah ke Alam mimpi....


...sekarang Alex sedang berada di lapangan berumput tebal, hanya ada satu pohon yang lumayan rindang cukup untuk Alex berteduh dari teriknya matahari, Alex duduk bersandar untuk mengistirahatkan kan jiwa nya yang lelah....

__ADS_1


..." Sayang Aku kangen " terdengar suara isak tangis,, "Alex coba melihat ke kiri dan kanan tapi tidak ada siapa pun, " Sayang Aku kangen " terdengar lagi suara yang sama , Alex masih sama melihat ke kiri dan ke kenan sambil mengingat ingat suara itu mirip suara siapa....


Alex bangkit untuk mencari sumber suara, Alex terkejut ternyata yang berteduh di bawah pohon itu bukan cuma diri nya sendiri, tapi ada orang lain yang kini duduk di kursi roda, Alex mengamati sosok itu ternyata seorang perempuan. " sayang Aku kangeng hik...hik.. " ucap perempuan itu disela tangis nya, Alex merasa dada nya berdesir mendengar tangis kerinduan itu seolah dalam sekali.


__ADS_2