
...Setelah mengambil sapu lidi, Rafina menatap halaman sekolah yang lumayan luas hingga tidak menyadari kehadiran Elen, " Eh...dari pada bengong mending cepat lo sapu biar cepat kelar, jadi lo gak perlu jadi penunggu sekolah ketika kami udah pulang semua " ucap Elen yang tiba tiba bikin bulu kuduk rafina merinding....
..." Ah..kamu udah kayak penunggu sekolah tiba tiba muncul " jawab Rafina sedikit resah dengan omongan Elen....
..." He.. gue sengaja permisi ke kamar mandi saat Bu salamah masuk untuk melanjut kan pelajaran, gue perduli ingin tau apa hukuman untuk teman sebangku gue biar bagaimana pun lo anak baik dan pintar, jadi jalani hukan lo! ya dah gue mau balik ke kelas lo lanjut nyapu terus "..ucap Elen kesal lalu meninggal kan Rafina....
..." Ahh.. ini gara gara Alex karena makanan nya Aku jadi ngantuk padahal kan Aku memang gak pernah makan pagi kecuali pulang sekolah dan malam hari, ahh.. yaudah lah langsung nyapu aja biar cepat selesai " monolok Rafina pada diri nya kemudian mulai mengayun kan penyapu....
...Dua puluh menit berlalu bel tanda pulang berbunyi, Rafina menyapu keringat yang mengalir di dagu nya, " ihhh...masih belum selesai " kesal Rafina menghempas sapu ke pelataran rumput....
...Sementara Alex berdiri di depan kelas nya menunggu Rafina lewat, tapi sudah hampir habis murid di kelas Rafina keluar namun Rafina tetap tidak nampak yang ada Alex lihat Elen yang lagi kepayahan membawa dua tas....
..." Ehhh itu kan tas nya Rafina, kenapa ada di Elen, ahh mending Gue tanya aja sama Elen " batin Alex setelah mata nya meneliti kemudian mendekati Elen....
..." Rafina mana?" tanya Alex dengan muka datar, " Nih ambil tas cewek lo, Dia lagi dapat hukuman nyapu satu sekolah " jawab Elen gak kalah datar sambil menyerah kan tas Rafina kemudian Elen langsung pergi meninggalkan Alex yang ingin membuka mulut untuk bertanya lagi....
..." Hhhmm cewek gila belum selesai orang nanyak udah main pergi aja " Omel Alex sepeninggal Elen....
...Alex menyusuri halaman depan sekolah, senyum nya terbit saat melihat Rafina yang sedang menumpuk sampah di pojokan tembok pagar sekolah, Alex sengaja jalan perlahan agar Rafina tidak menyadari kedatangan nya....
..." Ngapain sayang " bisik Alex tepat di belakang Rafina yang sedang berdiri, " Bruuuh" Reflek kaget Rafina menghambur sampah daun ke muka Alex....
__ADS_1
..." Apaan si kok kamu mandiin Aku dengan sampah " kesal Alex menghardik mengibas rambut dengan tangan, wajah Rafina pias " ma.. maaf gak sengaja " jawab Rafina terbata dengan suara bergetar....
...Melihat wajah Rafina yang ketakutan Alex gak sampe hati, Rafina selalu menghiasi setiap mimpi dan angan nya " Udah gak pa pa, apa Kamu udah selesai sayang? " tanya Alex dengan suara penuh kelembutan, " Udah" jawab Rafina lega tersenyuman kaku....
..." Ayo kita pulang " ajak Alex ingin mengamit tangan Rafina, " plakk.. tunggu dulu Aku belum simpan sapu nya" Rafina menepis tangan Alex kemudian nunduk meraih sapu....
..." Yaudah Kamu simpan Aku tunggu di sini, " Jawab Alex, " Hhmm" Rafina menggangguk pergi, tapi baru beberapa langkah Alex kembali ngomong " Sayang gak usah kembali kekelas ini tas Kamu sama Aku! " ucap Alex yang hanya di acung kan jempol oleh Rafina tampa menoleh....
...Ke akraban Alex dan Rafina semakin hari semakin erat, mereka bagai pasangan dewasa yang sudah benar benar memahami perasaan satu sama lain, tak jarang teman teman sekolah membuli mereka, tapi bagi Alex bulian itu cuma di anggap sampah....
...Sampai saat mereka naik kelas tiga dan lulus dengan nilai tinggi, Alex menatap Rafina dari jarak dua meter, terlihat Rafina sangat bersemangat saat tau nomor kelulusan nya terletak paling atas berseblahan dengan nomor Akex....
..." Iya " jawab Alex tampa semangat, " Kamu kenapa sayang kok kayak gak senang gitu kalau kita ini jadi orang paling pintar di sekolah" ucap Rafina yang menangkap keresahan Alex....
..." Yudah ayok kita pulang " ucap Alex menarik tangan Rafina, mereka tidak perduli dengan teriakan menyorak teman teman nya. ...
..." Ada apa ya? dengan Alex " batin Rafina terus mengimbangi langkah Alex, " Ya Tuhan gimana cara Aku menyampai kan nya" lirih Alex dalam hati saat sesekali menoleh kesamping melihat Rafina....
Mereka sudah sampai dibatu yang biasa jadi tempat duduk mereka bertukar cerita atau sekedar memandang lepas alam nan hijau, seperti biara Alex membantu Rafina naik dan mereka duduk berdempetan tampa jarak.
...Alex meraih jemari Rafina menaut kan jemari nya, jantung keduanya berdegup lebih cepat memang biasa juga begitu tapi kali ini serasa ada yang berbeda Rafina gak tau apa itu....
__ADS_1
..." Kamu lanjut kemana Sayang " tanya Alex dengan lembut nyaris tak terdengar karena deru angin yang kencang, memulai percakapan setelah lama mereka diam....
..." Aku gak tau sayang apa aku bisa lanjut atau tidak" Jawab Rafina dengan pandangan lurus kedepan, entah kenapa filing nya mengatakan kalau pertemuan mereka kali ini akan jadi pertemuan terahir....
...Alex merasa tenggorokan nya tercekik saat mendengar jawaban pasrah Rafina, " Apa gak mau jadi orang sekses " tanya Alex lagi....
..." Ya, maulah kamu kan tau cita cita ku jadi dokter agar bisa nyembuhin penyakit Nenek ku " jawab Rafina melirik Alex sekilas....
...Alex diam, " Kamu nyambung kemana? " tanya Rafina, " Deg.. " Alex melepas tautan jemari mereka cukup sulit untuk menjawab pertanyaan Rafina sekian lama bersama Alex gak sanggup jauh dari Rafina....
...Suasan mendadak hening hanya suara deru angin yang terdengar, Alex merangkaian kata dalam hati untuk menjelas kan semua pada Rafina, kalau Ia terpaksa harus pindah jauh dan itu akan membuat mereka berpisah dengan tempo jarak yang gak tau entah kapan akan bertemu kembali....
...Alex melepas kalung besi putih kesayangan nya, " Sayang Kamu pake ini ya? " ucap Alex memakai kan kalung nya ke leher Rafina....
...perlakuan Alex sangat menyentuh perasaan Rafina filing nya semakin kuat mengatakan kalau mereka akan berpisah....
..." Sayang apa ini kenang kenangan terahir dari kamu?" tanya Rafina tudupoin dengan mata yang mulai panas, gak sanggup membayangkan kalau mereka benar benar berpisah....
...Alex menunduk, dada nya bagai di himpit batu besar, tapi Alex harus berterus terang tentang kepindahan nya beserta orang tua. walau berat, Alex harus tetap menyampai kan berita perpisahan ini kepada Rafina....
"
__ADS_1