MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
KECEMBURUAN


__ADS_3

" Mama sebenar nya mau ngomong apa sih" tanya Alex penasaran karena melihat Mama Nisa seperti orang gelisah, sejak tadi kata restu juga tidak terdengar dari mulut Mama Nisa, " huuff.." Mama Nisa membuang nafas sambil menengadah menatap langit langit kamar Alex.


Mama Nisa gak tau harus bicara apa kejadian yang di alami putra nya saat mendengar kematian Rafina tempo hari, serta kedatangan Rafina yang tiba tiba masih hidup, permintaan restu Alex untuk kelanjutan hubungan dengan Rafina seperti memerangkap fikiran Mama Nisa .


" Ma... " panggil Alex perasaan nya ikutan gelisah melihat ekspresi Mama Nisa, " Bang apa Abang udah fikir habis untuk melanjut kan hubungan dengan Rafina, Mama mau Abang cari istri bukan pacaran udah berapa umur Abang, Mama udah semakin tua apa Abang gak mau kasih Mama sedikit kebahagiaan di ujung ujung usia Mama ini" ucap Mama Nisa lancar seperti apa yang ada di fikiran nya memberi pengertian sambil menahan sesak di dada.


Alex terdiam tau kemana arah omangan Mama Nisa, Alex faham betul Mama nya menolak kehadiran Rafina secara halus, " Ma'...Mama ngomong gini apa karena Rafina duduk di kursi roda? " tanya Alex membuat Mama Nisa membuka mata secara lebar ternyata Alex tetap anak nya yang kritis selalu peka, " Bukan bukan itu Bang" elak Mama Nisa jadi serba salah menghadapi putra nya.


" Ma Abang tau Mama menolak memberi restu karena keadaan Rafina?...Mama juga pengen nimang cucu kan?..,Abang ngerti dengan mau nya Mama justru itu Mama harus restui Abang dengan Rafina, Rafina itu cacat cuma kaki nya Ma " Mama Nisa merasa terpojok dengan ucapan dan pertanyaan Alex.


" Tok... tok... tok.. Assalamualaikum " ucap Bik Sum dari depan pintu kamar yang tidak rapat, " Wa'alaikum salam masuk Bik " jawab Alex dan Mama Nisa barengan, Bik Sum membuka pintu lalu masuk sambil menunduk setelah mendapat ijin dari Alex dan Mama Nisa.


" Ada apa Bik?" tanya Alex setelah Bik Sum di dalam, " I.. itu Den, Non Rafina udah selesai trus ada Tuan Yadi di bawah " jawab Bik Sum sedikit tergagap karena tadi sempat nguping pembicaraan Ibu dan anak itu.

__ADS_1


Bik Sum melirik Mama Nisa sekilas, pembicaraan Mama Nisa dan Alex sempat Bik Sum dengar, Bik Sum juga mengambil kesimpulan setelah mendengar pembicaraan mereka, kalau Nyonya nya tidak setuju dengan hubungan Alex dan Rafina.


Ingin rasa nya Bik Sum ikut bicara untuk membantu Rafina dengan menjelas kan pada Mama Nisa kalau Rafina itu anak baik dan santun, walau hanya duduk di kursi roda itu bukan satu penghalang untuk dua anak manusia yang saling mencintai, banyak juga yang lebih cacat dari Rafina tapi jodoh mereka konglomerat dan bisa menerima kecacatan fisik pasangan nya.


Bik Sum lagi lagi harus menelan ludah pahit, mengingat Diri nya hanya seorang pembantu, walau hati nya gundah terpaksa Bik Sum harus menutup dan menelan maksud nya kalau tidak ingin di anggap terlalu lancang.


" Yaudah Bik " ucap Ifan menghalau Bik Sum supaya Bik Sum pergi meninggalkan kamar nya, " permisi Den, Nyonya " ucap Bik Sum sedikit membungkuk sangat mengerti apa maksud Alex, Bik Sum berlalu pergi.


" Ma... restui Abang sama Rafina ya?...Abang janji akan kasih Mama cucu yang banyak " ucap Alex tersenyum tetap minta restu, Alex menggenggam tangan Mama Nisa seolah memberi keyakinan kalau kebahagiaan nya adalah Rafina, Alex juga tau Mama nya tidak akan sanggup menolak kemauan dan permintaan nya karena Ia tau Mama Nisa perempuan yang berhati mulia.


Alex mengikuti langkah Mama Nisa dari belakang, dari atas Alex melihat interaksi Rafina dan Yadi ada sedikit kecemburuan saat mendengar tawa Rafina, " seneng amat apa sih yang di bicarain" batin Alex mempercepat langkah nya sampai melewati Mama Nisa begitu saja.


Mama Nisa malah berhenti saat Putra nya melewati, Mama Nisa mematung di anak tangga melihat Alex menghampiri Rafina langsung dengan sengaja mencium kepala Rafina tampa sungkan di depan Yadi, "ya Allah begitu besar kah cinta mereka " batin Mama Nisa masih terdiam di anak tangga.

__ADS_1


" Ahh sehari lagi Lo gak masuk Gue risain dari kantor, pusing Gue " ucap Yadi menyerahkan beberapa dokumen pada Alex, " Ya elah baru sehari Gue suruh handel lo udah ngomel ngomel kayak perempuan datang bulan, apa gunanya Lo tangan kanan Gue " kata Alex panjang lebar kemudian mengedip kan Mata sebelah kepada Rafina.


" Oh ya Dy Lo kenalin nih Bini Gua " ucap Alex memperkenal kan Rafina, " Telat Lo Gue udah kenal duluan sebelum Lo turun " jawab Yadi sambil tersenyum pada Rafina.


" Udah Lo gak usah senyum senyum gitu " ucap Alex lagi membuat muka Yadi sepontan berubah datar, " Apaan Sih Lex " solot Rafina gak enak sama Yadi karena Alex ngomong gak mikir perasaan Yadi.


" udah gak papa kok Fin, udah biasa laki Lo ini ngata ngatain Gue seenak jidat " ucap Yadi,


" Pokok nya Gue gak mau tau Lo besok harus masuk, itu jadwal miting udah ada di situ semua jangan sampe Lo gak masuk lagi" timpal Yadi masih kesal karena seharian tampa Alex membuat nya begitu lelah.


" Iya bawel, lama lama Gue ***** juga lo nyocot terus " kelakar Alex sengaja mamajukan wajah nya tepat kedepan wajah Yadi untuk memberhentikan keluhan Yadi, " plakk... apaan sih Lo Gue masih normal pe ak " Yadi reflek memukul jidat Alex sambil meniru gaya transjender.


" Aduh... Sakit nih kalau jidat Gue memar gaji Lo Gue potong setengah bulan ini" ucap Alex berpura pura kesakitan, " Ahh tega amat sih Lo, sini Gue tiup biar cepat sembuh " Yadi bangkit dengan gaya gemulai ingin meniup jidat Alex.

__ADS_1


" Duduk sumpah Gue gak mau Lo tiup ntar ubun ubun Gue lepas " ucap Alex menutup jidat nya dengan dukemen yang di serahkan Yadi tadi, pecah lah tawa Alex dan Yadi sementara Rafina geleng geleng kepala juga ikut tertawa.


" Udah dulu ngobrol nya nanti di lanjut Yuk kita makan dulu " ucap Mama Nisa di tengah tawa Alex dan Yadi, " Ya Mama hayuk kebetulan Nih belum makan " jawab Yadi kemudian bangkit di ikuti Alex yang langsung mendorong kursi roda Rafina.


__ADS_2