MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
MBAK YU


__ADS_3

Alex terpaksa harus pulang setelah Mama Nisa berulang kali menghubungi lewat via telephone, sebenar nya tidak tega meninggal kan Rafina yang sedang dalam keadaan sedih. Alex ingin terus berada di samping wanita tercinta nya, tapi apa boleh buat cinta nomor satu terus memaksa agar Alex segera pulang.


Dengan perasaan gundah Alex memutus kan untuk pulang, berulang kali membujuk Rafina tapi tetap gak mau, ahir nya Alex pulang.


Sampai di rumah waktu magrib pun tiba, Alex memutus kan melaksanakan solat magrib dulu sebelum menemui cinta pertama nya sang Mama.


Alex bergegas mandi lalu wudhu dan mengerjakan solat dengan khusuk. Mama Nisa yang tau Putra nya pulang langsung naik untuk menemui Putra nya.


" Abang.. Abang.. tok.. tok... boleh Mama masuk.


Tidak ada jawaban.


" Abang....Mama masuk ya? " ucap Mama Nisa sekali lagi sambil memutar handle pintu, " syukur lah ternyata tidak di kunci " lirih Mama nisa lalu membuka dan melongok kedalam, seulas senyum terbit di wajah nya karena melihat sang putra tengah solat.


Perlahan Mama Nisa masuk dan duduk di pinggiran tempat tidur, sambil menunggu Alex selesai solat inggatan Mama Nisa kembali ke beberapa jam lalu, dimana kedatangan tamu yang sudah lama menghilang tiada kabar.


" Mama Nisa sedang duduk di teras untuk ngeteh sore sambil menunggu Putra nya pulang, sedang asik Mama Nisa melihat lihat tanaman bunga nya tiba tiba pak satpam datang menghampiri.


" Assalammualaikum Nyonya " ucap Pak satpam.


" Wa'alaikum salam.." jawab Mama Nisa menatap Pak satpam.


" Maaf Nyonya di depan ada tamu, saya gak kenal nya tapi katanya tadi beliyau saudara Tuan besar nama nya kalau gak salah tadi katanya Ronal" ucap Pak satpam lalu menunduk untuk menerima perintah selanjut nya.


Mama Nisa mencerna omongan pak satpam, " apa Mungkin benar itu Ronal, " batin Mama Nisa lalu memerintah kan Pak satpam agar membiar kan tamu itu masuk.


Mama Nisa masih duduk untuk menunggu tamu yang di maksud Pak satpam masuk, terlihat mobil sport merah masuk pelataran mension setelah pak satpam membuka gerbang dan mempersilahkan tamu masuk.

__ADS_1


Entah kenapa jantung Mama Nisa berdebar saat mobil sport warna merah itu makin mendekat, Mama Nisa mencoba mengingat ingat wajah Ronal.


Turun seorang laki laki gagah yang membuat jantung Mama Nisa semakin bertalu talu, Mama Nisa seketika bangun dari duduk nya, satu langkah Mama Nisa berhenti hampir saja nyaris lari mengejar, " Asstafirullah " lirih Mama Nisa mengurungkan langkah kaki logika nya bermain tidak mungkin suami nya yang sudah bertahun tahun meninggal bisa hidup kembali.


" Assalamualaikum Mbak " sapa nya.


" Wa'alaikumsalam " jawab Mama Nisa menatap wajah Ronal lekat, " Ya Allah kenapa begitu mirip" batin Mama Nisa, lutut nya gemetaran karena rasa rindu itu menyeruak begitu saja lelehan bening tumpah tampa bisa di cegah.


 Mama Nisa benar benar sangat merindukan wajah itu tapi logika nya menuntun bahwa yang kini berdiri di depan nya bukan suami nya. melain kan sepupu almarhum suami nya yang memang mirip persis dan dulu mereka pernah bertemu dua kali.


Mama Nisa tercenung melamunan nya teringat saat saat suami nya menghembus kan nafas terahir pergi kembali kepada Sang Khaliq.


" Mbak...hey... Mbak.. " Ronal melambai lambai kan tangan tepat di depan muka Mama Nisa, " Yahh.. bengong, Mbak... Hey.. " batin Ronal kemudian menyentuh tangan Mama Nisa.


" Eh... iya " jawab Mama Nisa mundur selangkah sambil menghapus lelehan air mata dengan ujung hijab nya, "Mbak masih kenal Aku kan? " Tanya Ronal, " Mama Nisa hanya mengangguk.


" Ya gak apa apa doa kan saja Mamas mu tenang di sana " Mama Nisa tersenyum menyembunyikan sedih dan mencoba tetap tegar.


" Oh ya Mbak, Aku kesini bersama istri Ku "


" Loh mana kok gak turun!? "


" hhh.. iya Mbak sebentar Aku panggil Dia" Ronal langsung kembali ke mobil untuk menjemput Nengsih.


Mama Nisa sedikit kaget waktu melihat wajah Nengsih yang baru turun dari mobil, seperti pernah bertemu tapi Ia lupa kapan dan di mana pernah bertemu Nengsih.


" Assalammualaikum " ucap Nengsih ketika masuk keteras dan bertemu Mama Nisa, sejenak Nengsih terpaku karena masih ingat siapa Mama Nisa.

__ADS_1


" Ya Allah ternyata dunia sempit " batin Nengsih terbersit rasa malu karena dulu sempat ngusir juga bentak bentak Mama Nisa.


Mereka saling salim, " Yaudah kita masuk yuk" ajak Mama Nisa santun sambil terus mengingat ingat siapa Nengsih dan pernah ketemu di mana, Mama Nisa bersama dua tamu nya masuk.


" Duduk dulu Nal, Mbak kedapur dulu minta Bibi buat kan minum" ucap Mama Nisa berlalu meninggal kan tamu nya.


" Gimana hubungan persaudaraan kalian " tanya Nengsih setelah Mama Nisa pergi.


" Suami Mbak Nisa, Kakak sepupu Ku " jawab Ronal meraih jemari Nengsih.


Nengsih terdiam setelah mendengar penjelasan Ronal, " Ya Allah semoga Mbak nya Ronal tidak ingat kejadian tempo hari" batin Nengsihsambil menarik nafas dalam dan membiar kan Ronal menggenggam jemari nya.


Tidak lama Mama Nisa kembali dari dapur bersama Bik Sum yang membawa napan, Nengsih terkejut ketika melihat Bik Sum begitu juga Bik Sum sama terkejut.


tangan Bik Sum gemetar, Mata nya menatap Nengsih tampa berkedip, " Yah... " lirih Bik Sum memanggil Mama Nisa, " Ya Bik kenapa?" jawab Mama Nisa.


Mereka benar benar sudah sampai di depan meja tamu dimana Ronal dan Nengsih duduk, Bik Sum terus memandangi Nengsih, " sini Bik " melihat tangan Bik Sum gemeteran Mama Nisa mengambil napan dari tangan Bik Sum.


" Mbak Yu " Sapa Nengsih bangun ingin mendekati Bik Sum, " Mbak yuuu.. " teriak Nengsih kemudian karena Bik Sum langsung jatuh.


Bik Sum menganggap Ningsih sudah mati, hingga ketakutan sangking takut nya Bik Sum merasa dada nya sesak pandangan nya tiba tiba menggelap kemudian jatuh tidak sadar kan diri.


Mama Nisa dan Ronal panik, sedang Ningsih bengong karena kejadian nya sangat tiba tiba, Mama Nisa yang panik " Bik..Bik... Bik Sum bangun Bik... " Mama Nisa menepuk nepuk pipi Bik Sum, " Mbak punya minyak kayu putih" tanya Ronal juga sama panik seperti Mama Nisa.


" Itu di meja kecil dekat talephone barang kali di situ" jawab Mama Nisa tampa melihat, Ronal melihat sekeliling mencari meja yang di maksud kakak ipar.


"Mbak apa gak sebaik nya di bawa aja ke rumah sakit aja" saran Ronal karena tidak menemukan mintak kayu putih, " ya..bantu saya " jawab Mama Nisa takut juga kalau Bik Sum kenapa napa.

__ADS_1


__ADS_2