
Setelah mendengar pengakuan Rafina soal cafe, Alex diam sampai mereka benar benar memasuki areal parkir kedua nya masih tetap membisu hingga mereka sampai, Alex memakir kan mobil sedang Rafina melihat kedepan sambil tersenyum puas Pengunjung di cafe terlihat sangat ramai, bagi Rafina keadaan ini lah yang paling Ia suka karena pundi pundi keuntungan semakin besar.
" Bukkk.. " suara pintu mobil di tutup membuat Rafina menoleh ternyata Alex sudah turun, "hhmm" lirih Rafina membuang nafas kasar karena sempat deg degan kaget saat Alex menutup pintu mobil lumayan kencang.
Rafina melihat seputaran areal parkiran cafe, tidak sengaja mata nya menangkap sosok yang jongkok tidak jauh dari mobil lain yang terparkir.
Samar Rafina melihat sosok itu bergerak seperti sedang memungut sesuatu, " Siapa itu ya? orang kah " batin Rafina agak sedikit bergidik takut kalau sosok itu beneran mahluk beda alam, " apa iya di tempat ramai seperti ini ada yang begituan" batin Rafina menolak percaya kalau yang dilihat nya sosok astral Rafina menurun kan kaca agar bisa melihat lebih jelas.
" Ya Allah..." pekik Rafina tertahan, setelah melihat jelas sosok tersebut karena areal parkiran cafe lumayan terang, tersadar sosok itu beneran manusia dan yang lebih bikin Rafina kaget ternyata itu Nengsih Ibu kandung nya, Rafina merasa tenggorokan nya kering seketika.
Jantung nya berdetak lebih kencang dengan dada semakin sesak air mata lolos seketika, kerinduan menyeruak begitu saja Ingin rasanya Rafina turun mengejar Nengsih untuk memeluk meluap kan kerinduan tapi apa daya dengan keadaan yang sekarang Rafina hanya bisa menangis dengan lidah kelu tampa sanggup mengeluarkan sepatah kata untuk manggil Nengsih.
Jantung Rafina semakin bertalu kencang saat Nengsih bangkit berjalan ke arah nya, lidah nya serasa sangat kaku sama seperti kaki nya yang lumpuh, " Non bagi duit dong " ucap Nengsih sambil cengar cengir saat sudah sampai di pinggir mobil, sedang Rafina terpaku menatap Nengsih seperti mimpi rasa nya bisa bertemu kembali.
" Heyyy.. pergi sana! " usir Alex karena melihat Nengsih berdiri pas di samping pintu mobil, sedang kan Nengsih seakan tidak perduli melirik Alex sekilas karena sudah biasa di anggap gila, Nengsih malah tertawa sambil bersenandung, Hati Rafina seperti di remas kuat ternyata Nengsih sekarang kurang waras.
__ADS_1
penampilan dekil Nengsih tentu membuat Alex berfikir kalau Nengsih beneran orang gila yang suka mengganggu, dengan langkah cepat Alex mendekati Nengsih dengan maksud untuk menghalau Nengsih agar pergi karena tidak mau Rafina ketakutan.
" Pergi dari sini! " ucap Alex menyambar pergelangan tangan Nengsih, " jangannn.. " pekik Rafina spontan tidak terima kalau Alex berbuat kasar, walau dulu Nengsih sering berlaku kasar terhadap nya tapi Rafina tidak fikirkan soal itu karena apa pun perlakuan Nengsih dulu tetap Nengsih perempuan yang sudah melahir kan nya ke dunia ini.
Alex melepas cengkraman nya seketika dari tangan Nengsih, suara pekikan Rafina cukup membuat nya terkejut Alex menoleh dan mendapati wajah Rafina di penuhi air mata.
" Kamu kenapa Yank? " tanya Alex bingung, "Hihihi.. bagi duit dong " Nengsih masih tertawa sambil meminta, " dasar gila " batin Alex kesal merogoh saku untuk mengambil uang pecahan lalu menyerah kan pada Nengsih.
" Hihihi.. makasih " ucap Nengsih sambil tertawa lalu ingin bergegas pergi, " Ibukk... " Panggil Rafina sambil tersedu, Deg.. " kenapa Rafina manggil orang gila ini Ibuk.. " batin Alex semakin bingung menatap Rafina dan Nengsih secara bergantian sementara Nengsih yang tadi nya hendak berbalik pergi mendadak kaku di tempat menoleh.
Nengsih terdiam seketika setelah mendengar panggilan Ibu yang di ucap kan Rafina, jantung nya berdebar lebih kencang pendengaran nya masih jelas dan suara itu sering Ia rindukan, walau sering berlaku kasar dan tidak terima kenyataan akan kehadiran nya tapi jauh di dasar hati sangat menyayangi karena Rafina terlahir dari rahim nya.
" Ya Allah apa yang harus Aku lakukan!? " batin Nengsih masih berdiri kaku sambil melihat Rafina, dalam hati Nengsih sempat memuji kecantikan yang di miliki putri nya, " Lex tolong turunin Aku " pinta Rafina terdengar jelas di telinga Nengsih.
Alex tidak menjawab hanya langsung membuka pintu mobil dan langsung mengangkat Rafina, sementara Nengsih menelan ludah pahit saat melihat putri nya di angkat Alex, " Apa yang terjadi dengan Anak Ku " lirih Nengsih dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
"Siapa dia Yank? " bisik Alex sambil meletakan kan Rafina di kursi roda, " Ibuk.. " jawab Rafina singkat, Alex diam otak nya mendadak beku saat ingin mengingat sosok Nengsih yang dulu pernah Ia lihat sekali.
Rafina langsung mengayuh roda kursi nya dengan menggunakan kedua tangan nya, sementara Nengsih merasa hati nya semakin tercabik saat melihat keadaan Rafina.
" Ibuk... " ucap Rafina sambil menarik tangan Nengsih untuk salim, Nengsih merasa dada nya sesak suhu tubuh mendadak dingin Nengsih tidak tau harus berbuat apa, harus kah Ia bersikap seperti orang gila di depan Rafina putri nya.
Sekian tahun setelah kejadian Rumah terbakar Nengsih tidak punya tempat berteduh, berulang kali mencoba mencari pekerjaan tapi tetap terima penolakan bahkan cacian, Nengsih tidak menyangka kalau Rafina ternyata masih hidup ,Nengsih sudah lama menganggap Rafina tiada saat kebakaran Itu.
Nengsih mematung, " Buk.. ini Fina Buk.. " ucap Rafina sambil menggoyang goyang tangan Nengsih, " Ya Allah apa yang harus Aku lakukan " batin Nengsih sambil melihat Alex yang mematung.
" Siapa pria ini?, menantu Ku kah" monolok batin Nengsih menggira Alex suami Rafina, sedang Rafina hanya bisa menatap Iba pada Nengsih, " Ya Allah kembali kan kesadaran Ibuk Ku " doa tulus Rafina dalam hati.
" Buk ikut Fina ya? " pinta Rafina sambil terus menggenggam telapak tangan kasar Nengsih, " Ya Allah maaf kan Aku, biar lah Aku menghindar agar anak bahagia " lirih Nengsih menyadari kedaan nya yang kotor dan dekil, Nengsih kekeh akan terus akting menjadi orang gila.
" Lepas Aku bukan ibuk Mu... plaak.. " sentak Nengsih tidak sengaja penggung tangan nya mengenai pipi Rafina saat menghentak agar genggaman Rafina terlepas, " Heyy...dasar gila " bentak Alex tidak terima, " Lex cukup Dia Ibuk Ku.. " timpal Rafina marah gak suka kalau Alex membentak Nengsih.
__ADS_1
Nengsih ingin sekali menangis saat mendengar pengakuan tulus Rafina, Yang menyebut nya Ibuk Ku, " Ada apa sih Kak " ucap Eka terbata karena ngos ngosan habis lari, Rafina menoleh sekilas " enggak apa apa kok Ka, kenapa di luar " tanya Rafina