
...Tidak menjawab Rafina hanya tersenyum kaku, jantung nya masih nyut nyutan berdebar, "Mandi sekarang Fin?.." tanya Bik Sum, " Ahh.. I. iya Bude" jawab Rafina terputus putus....
..." Kaki mu kenapa Fin?.... " pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Bik Sum, sejak dari ruang tamu Bik Sum sudah ingin bertanya tapi keburu malu karena sudah sempat teriak ngatai Rafina hantu....
..." Kecelakaan Bude " jawab Rafina singkat, Bik Sum begitu saja teringat perintah Alex, tampa banyak bertanya lagi Bibik membuka pintu kamar mandi, tapi sebelum masuk Bik Sum sempat menoleh menatap Rafina sesaat begitu banyak pertanyaan yang kini masih bersarang di fikiran Bik Sum akan apa yang sudah terjadi di kehidupan Rafina....
...Bik Sum menarik nafas sedalam dalam nya,setelah kembali terngiang perintah Alex, Bik Sum mengunci bibir nya rapat rapat lalu melangkah masuk ke kamar mandi , seperti permintaa Alex Bik Sum menyiap kan air hangat serta bebetapa wewangian dan menyalakan lilin aroma terapi agar Rafina rileks saat berendam....
...Tidak berapa lama Bik Sum sudah selesai menyiap kan semua keperluan Mandi untuk Rafina, "Apa ya yang terjadi sama si Fina" batin Bik Sum sebelum keluar menjemput Rafina, " ah sudah lah nanti Ku tanyak " batin Bik Sum lagi masih penasaran lalu melangkah keluar untuk menjemput Rafina,"Sudah Fin ayo mandi " ucap Bik Sum berdiri di depan pintu Kamar mandi....
...Rafina yang ngelamun kaget dengan kemunculan Bik Sum hanya mengangguk, kedua tangan nya kini bertumpu pada Roda sisi kiri dan kanan siap untuk bergerak maju, " Sini biar Bude bantu" Bik Sum memperhatikan keadaan Rafina....
..." Apa yang terjadi Ndok kok Kamu bisa kayak gini? " tanya Bik Sum lagi sambil mendorong kursi Roda Rafina kedalam kamar mandi, " panjang cerita nya Bude " jawab Rafina sendu Bik Sum terdiam terus mendorong kursi roda secara perlahan....
__ADS_1
...Sampai Rafina terperangah menatap bak mandi yang sudah di penuhi busa beraroma wangi hingga masuk menembus penciuman nya, " Bude untuk siapa air di bak itu?" tanya Rafina hati nya memanas....
..." Ya untuk kamu to ndok untuk siapa lagi cobak" jawab Bik Sum, "Apa Alex ya yang nyuruh Bude " tanya Rafina lagi, " Iya Ndok" jawab Bik Sum singkat, hati Rafina seketika merasa sedih kenapa Alex mempermainkan atau memang sengaja mengejek nya apa Alex lupa, batin nya lagi....
..." Bude Fina gak jadi mandi " ucap Rafina kesal, Bik Sum yang masih berdiri di belakang kursi roda menatap puncak kepala Rafina dengan bingung, " apa ada yang kurang ya? " batin Bik Sum lalu melihat bethap yang sudah Ia isi " Ya Allah " ucap Bik Sum baru tersadar akan penolakan Rafina untuk mandi....
..." Oh.. itu Den Alex yang nyuruh! yaudah nikmati aja Nduk!! Bude bantu ya biar kamu bisa berendam " jawab Bik Sum menghentikan pemikiran lebih di kepala Rafina....
..." Seharus nya gak usah Bude " ucap Rafina masih dengan nada kesal tidak bisa menyalahkan Bik Sum juga, " Ojo to Nduk kalau udah di perintah Den Alex Bude mana berani melanggar takut di pecat, Koe kan ngerti Ndok susah cari kerja apa lagi majiakan nya baik kayak Nyonya Nisa susah " jawab Bik Sum terus terang....
...Bik Sum langsung membantu Rafina membuka baju, " Kaki Mu kenapa to Nduk " tanya Bik Sum gak tahan kalau enggak nanya karena rasa ingin tahu nya itu terlalu tinggi, " Fina kecelakaan Bude dua kali syukur nya Fina masih di kasih umur untuk hidup ketemu Bude " jawab Rafina sedikit menceritakan kejadian kejadian yang menimpa Diri nya Rafina bicara sambil mikir gimana caranya bisa masuk kedalam Bak....
..." Ya sudah Kamu peluk Bude ya biar Bude bantu " ucap Bik Sum setelah berhasil membuka pakaian Rafina yang kini hanya menyisakan bra dan segitiga, perlahan Bik Sum mendorong kursi roda agar lebih dekat dengan bibir bathap....
__ADS_1
..."Bude maafin Fina ya? udah nyusahin Bude" ucap Rafina setelah Bik Sum berhasil mengangkat tubuh nya kedalam bathap, Rafina merasa gak enak karena daster yang di pakai Bik Sum ikutan basah karena memgangkat diri nya otomatis Bik Sum ikutan masuk kedalam bathap....
..." Yo gak popo to Ndok " jawab Bik Sum tersenyum pada Rafina sambil meres daster bagian bawah yang basah....
...Sementara Alex sudah menyelesaikan ibadah solat magrib, Alex memakai pakaian santai celana jeans selutut dan kaos oblong putih kesukaan Alex, lagi asik Alex mematut diri nya di depan cermin pintu kamar di ketuk dari luar, "tok.. tok.. tok.. Abang boleh Mama masuk" teriak Mama Nisa dari luar pintu....
..." Masuk aja Ma gak di kunci kok " jawab Alex masih fokus melihat pantulan diri nya di depan cermin, " udah cakep loh.. " ucap Mama Nisa setelah masuk karena mendapati Putra nya asik mematut diri malah tidak menghirau kan kehadiran diri nya....
..." Anak Mama loh " jawab Alex menyudahi lalu menghampiri Mama Nisa yang duduk di pinggiran tempat tidur, " Abang di mana ketemu Rafina? " tanya Mama Nisa membuka obrolan, " Oh tadi pagi di taman " jawab Alex singkat apa ada nya....
...Mama Nisa terdiam, perasaan nya langsung risau, " jadi ketemu di taman, berarti tadi pagi dong trus ngapain Abang bawa Rafina kemari atau jangan jangan Abang" batin Mama Nisa mendadak di serang ketakutan kalau Alex akan menikahi Rafina, " Mama kenapa? " tanya Alex sambil menoleh melihat Mama Nisa di samping yang terlihat murung....
..." Abang kenapa bawa Rafina kesini? " tanya Mama Nisa sambil menatap Putra nya, Alex tersenyum " Ya mau minta restu Mama " jawab Alex dengan senyuman lebar. Mama Nisa semakin di lema mendengar jawaban Alex melihat senyum yang begitu merekah di wajah Putra nya Mama Nisa tidak bisa berkutik....
__ADS_1
...Sebagai orang tua tentu kebahagiaan anak menjadi prioritas paling utama, tapi mengingat kedaan Rafina jauh di dasar hati Mama Nisa sangat menolak, tapi apa daya nya setelah ingat bagaimana terpuruk nya sang Putra tempo hari....
...Mama Nisa masih sangat mengingat bagaimana keadaan Alex saat terpuruk, " Ya Allah kasih Aku petunjuk ya Allah, kalau memang Rafina itu jodoh yang Engkau takdir kan untuk anak Ku ,Aku terima beri Aku kelapangan hati untuk menerima keadaan nya " lirih doa Mama Nisa dalam hati....