MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
GOSONG


__ADS_3

Bulan telah berlalu Elen sudah terbiasa bisa sedikit melupakan tentang mimpi bersama Alex, berpisah dan tidak ketemu adalah jalan terbaik bagi Elen, lebih memilih persahabatan dari pada cinta yang belum tentu. ya kalau kata orang mah jodoh gak akan kemana.


Pagi hari Rafina sudah teriak teriak di depan rumah Elen, "Elen...Eleeeen... " teriak Rafina dari depan pintu, sengaja bikin Elen gaduh di dalam.


" Apaan sih Ribut amat pagi pagi udah teriak kayak di hutan " omel Elen sambil buka pinta, " Cin... " ucap Rafina lalu berhambur memeluk Elen.


" Apaan sih kayak orang utan aja jerit jerit" ucap Elen di barengi tawa.


" Iya Len aku mau pergi takut gak ketemu kamu lagi " ucap Rafina semakin mempererat pelukan. Elen terdiam karena masih mencerna maksud dari kata kata Rafina.


" Aku mau pergi Len " ucap Rafina lagi sambil melerai pelukan mereka.


" mau kemana? " tanya Elen sambil memperhatikan wajah Rafina dalam dalam.


" Aku mau tempat paman ku mungkin lanjut sekolah di sana" jawab Rafina.


" eh... masuk dulu " Elen menarik Rafina mempersilahkan masuk, karena ada seorang tetangga sedang memperhatikan mereka, apa lagi saat ini Elen sedang pake baju tali satu dan celana pendek.


" Aku gak lama ya Len soal nya tadi mobil udah di pesen " ucap Rafina melangkah masuk.


" ih kok gitu sih, entah kapan kita ketemu lagi" Elen mengamit tangan Rafina.


" hehehe iya nanti pastilah kita ketemu lagi" jawab Rafina di barengi tawa.


" Trus hubungan Kamu sama Alex gimana? " tanya Elen meluncur gitu aja.

__ADS_1


" Ya masih lah cuma ya gitu dia di mana Aku di mana, tahun baru kemaren dia gak datang " ucap Rafina tertunduk lesu.


Elen tau semenjak Alex pindah, setiap tahun baru Alex akan mengunjungi Rafina di tempat mereka biasa bertemu.


Triiiingg...


Telepon Rafina berdering, Rafina buru buru mengangkat, " Oh iya ya Pak ini Fina mau pulang sebentar lima menit ya pak!? " ucap Rafina pada orang di seberang.


Rafina emasukan kembali telepon jadul kesaku nya, " Len Aku pamit ya titip Nenek Ku sesekali kamu jenguk ya" ucap Rafina menarik Elen kedalam pelukan nya.


" Ya hati hati nanti kapan ada waktu Aku jengukin Nenek " jawab Elen sambil membalas pelukan Rafina. Menatap Elen sesaat lalu Rafina melangkah pergi.


Elen memandang punggung Rafina, entah apa arti pandangan Rafina Elen juga gak ngerti, hati nya merasa kehilangan karena cuma Rafina sahabat yang dekat dengan nya.


Setelah tiga hari kepergian Rafina, kejadian tragis menimpa Nenek Yati, " El.. buruan cepat!!" ucap Ziska tiba tiba masuk kayak orang tergesa gesa.


" Itu rumah Nenek Yati kebakaran " ucap Ziska lagi sambil memakai jaket.


Elen terkejut dengan mulut ternganga, tenggorokan nya mendadak kering, tidak dapat bicara apapun, lutut nya mendadak gemetar, " udah ayok buruan " Ziska langsung menarik tangan Elen.


Setelah menutup pintu Ziska kembali menarik tangan Elen menuju rumah Nenek Yati, Elen hanya mengikuti langkah Ziska. fikiran nya melayang entah kemana mana, nampak beberapa warga berlarian panik Elen hanya melihat tidak perduli, batin nya begitu shock baru kemarin sore menjenguk Nenek Yati.


mereka sampai di tempat kejadian, api berkobar sangat besar tidak ada yang berani mendekat hanya beberapa warga yang saling bahu membahu mencoba memadam kan api.


Hampir satu jam baru lah pemadam kebakaran datang, api berhasil di padam kan tapi sayang karena bangunan rumah Nenek Yati yang memang sudah lapuk dengan mudah terbakar sampai ludes hanya menyisakan dinding beton bagian bawah itu pun hitam gosong.

__ADS_1


Terlihat warga sibuk menggeser puing puing yang sudah di nyatakan dingin dan tidak mengandung panas lagi, air mata Elen tumpah tidak dapat di bendung ingatan nya kembali ke kemarin sore saat Nenek Yati meminta nya untuk menjaga Rafina.


teringat pesan Nenek kemarin Elen tidak dapat lagi menahan air mata nya, " Rupanya ini maksud dari pesan Nenek " ucap Elen lemas terduduk di rerumputan sambil tersedu membuat Ziska ikut terenyuh.


" Udah Dek jangan di tangisi doa'in biar Nenek senang di sana" ucap Ziska membawa Elen kedalam pelukan nya, " Maaf kan Aku Fin gak bisa jaga Nenek " ucap nya di sela isak tangis di dalam pelukan Ziska.


sampai pukul tiga subuh ahir nya satu jenazah di temukan sudah dalam keadaan gosong, tapi selang setengah jam lagi ada satu jenazah lagi yang di temukan dengan kondisi yang sama.


Warga yang memang kenal dan dekat dengan Nenek Yati menangis tersedu di samping jenazah, mereka meratap mengingat kebaikan Nenek Yati semasa hidup.


semua warga menyimpul kan korban adalah Nenek Yati dan Ningsing Ibu dari Rafina, Tapi tidak seberapa lama salah satu warga yang baru pulang dari kampung sebelah kata nya sempat melihat Ningsih.


Semua yang ada di situ terdiam termasuk para perangkat desa, "Jadi siapa sebenernya korban satu lagi " tanya salah satu warga, semua pada saling pandang.


" Lihat dari bentuk seperti nya ini gadis belia" potong salah satu warga, Elen yang mendengar jantung nya berdegup tidak karuan, nalar nya mengatakan tidak mungkin Rafina.


Perlahan Elen minta bantuan Ziska agar membawa nya mendekat untuk melihat jelas dua jenazah yang di temukan, tungkai kaki Elen tidak mampu menahan bobot tubuh nya sendiri kala melihat dua jenazah yang memang sudah tidak dapat di kenali lagi.


Elen terduduk lemas dengan mata tertutup, tidak berani melihat sebab sangat menakut kan bagi Elen, " Dek kita pulang aja ya? " bisik Ziska yang juga takut melihat jenazah gosong.


suara serene ambulan terdengar semakin dekat, para warga di minta pak Rt dan Rw agar tidak terlalu dekat agar petugas yang akan mengedentifikasi jenazah lebih leluasa bekerja.


Ziska menuntun Elen pulang kerumah, " Lah Zis kebapa adek Mu " tanya salah satu ibu ibu warga setempat, " Elen shock Bu karena baru kemarin jenguk Nenek Yati " jawab Ziska membawa Elen masuk ke halaman.


" Ya kasian ya?, padahal Mak Yati itu sangat baik cuma anak nya saja yang kebangetan kelakuan nya " ucap si Ibu malah mau ngajak Ziska ngibah.

__ADS_1


" Yaudah ya Bu Saya bawa adek Saya masuk dulu " pamit Ziska langsung ngeloyor bawak masuk Elen, males ngeladeni Ibu ibu itu yang bakalan gak selesai ngoceh kalau di jabanin.


Sampai di dalam Ziska membawa Elen ke kamar nya, " Dek Kakak bikinin teh panas ya badan Kamu dingin banget" ucap Ziska.


__ADS_2