MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
PAK USTAD


__ADS_3

* Maaf ya besty agak telat sebab ada urusan keluarga jadi harap maklumi 🙏sehat semua kita sambung lagi ya? "*


Sore hari Mama Nisa sengaja melalai kan diri dengan menyiram tanaman nya, mengurus Alex sudah sangat menguras semua energi hingga melupakan tanaman tanaman kesayangan yang tentu minta di urusin juga.


Sesekali dada Mama Nisa terasa sesak saat ingat kondisi Alex, entah perasaan cinta sedalam apa yang kini tengah di rasa Putra nya sungguh Mama Nisa tidak habis fikir, rasa kehilangan itu terus berlarut sudah hampir satu bulan lama nya bukan nya iklas tapi semakin parah.


Mendengar suara mobil masuk Mama Nisa yang lagi menyiram tanaman bunga berhenti dari kegiatan nya, Mama Nisa tersenyum sumringah menyambut suami yang baru pulang dari kantor, dengan tergopoh gopoh Mama Nisa mencuci tangan lalu berlari menyambut sang suami.


" Pah " sapa Mama Nisa kemudian mencium takjim punggung tangan sang suami yang baru turun dari mobil, " apaan sih Mah pake lari lari jatuh gimana?" Papa Alex mencolek hidung mancung sang istri, kemesraan dua insan paruh baya itu sudah sering jadi tontonan Pak satpam yang hanya meneguk ludah iri dengan adegan mesra pada saat Papa Alex mendarat kan ciuman sayang di kepala Mama Nisa.


Mama Nisa meraih tas kerja dari tangan sang suami, Papa Alex tersenyum melihat kelakuan sang istri yang selalu membuat nya jatuh cinta, lalu merangkul bahu sang Istri mengajak nya masuk, mereka sama sama masuk kedalam.


Tiba tiba aja Mama Nisa teringat saran Bik Sum tadi siang, " gimana Abang Ma " Papa Alex menanyakan kabar sang putra, " uh... pas kali " batin Mama Nisa girang merasa dapat angin segar untuk menyampaikan saran Bik Sum tadi siang.


" Sebentar ya Pah " ucap Mama Nisa menunda jawab pertanyaan sang suami, meninggal kan sang suami yang kini terduduk di sofa, Papa Alex mengangguk lalu tersenyum menatap punggung perempuan yang selalu memberinya sejuta rasa. menurut kebiasaan Mama Nisa menuju kedapur untuk mengambil segelas air putih untuk sang suami kebiasaan ini memang sudah Ia lakukan dari semenjak awal mereka menikah.


Sampai di dapur Mama Nisa tercenung sesaat tentang apa yang akan Ia sampaikan pada sang suami, " kira kira Papa mau gak ya? " batin Mama Nisa lalu mengambil gelas dan menuangkan air putih.

__ADS_1


 " Pah apa gak sebaik nya kita panggil Pak Ustad, lihat lah si Abang Mama khawatir Pah " ucap Mama Nisa sambil menyerah kan segelas air putih ketangan sang suami.


Sesaat Papa Alex melihat wajah sang istri kemudian langsung menengggak air putih pemberian sang istri sampai tandas, Mama Nisa menatap leher sang suami sambil menelan saliva memperhatikan naik turun nya jakun sang suami, terbayang bagaiman hebat nya sang suami saat mereka memadu kasih, Mama Nisa menunduk sambil tersenyum mengingat kegilaan sang suami, biar sudah kepala lima sang suami mampu membuat nya melayang.


" Memang Abang kenapa Mah kok payah manggil pak ustad segala !?" tanya Papa Alex setelah meletakan gelas di meja, seketika Mama Nisa menoleh menatap sang suami.


Mama Nisa menatap dalam manik mata coklat sang suami, " Abang semakin hari semakin lain Pah " ucap Mama Nisa dengan mata berkaca kemudian menunduk kembali.


"Maksud Mama lain gimana? " tanya Papa Alex.


" Ya beda aja Pah " jawab Mama Nisa berusaha meredam tangis yang hampir meledak.


Sepeninggal Mama Nisa Papa Alex naik kelantai dua untuk melihat keadaan sang putra, apa yang di sampai kan sang istri barusan mengusik hati nya, " Bugh.... " suara benda jatuh cukup kuat membuat Papa Alex berjingkat kaget.karena suara itu memang terdengar cukup besar, seketika langkah nya terhenti melihat sekeliling untuk memastika ternyata masih sama, tidak ada nampak ada yang jatuh semua masih tersusun rapi.


Setelah lihat tidak ada yang aneh, Papa Alex menganggap mungkin suara itu dari luar lalu melanjutkan langkah menuju pintu kamar, sesaat Papa Alex berdiri di depan pintu yang ternyata tidak di kunci karena nampak sedikit renggang, tampa mengetuk Papa Alex langsung menerobos masuk.


Sampai di dalam Papa Alex di buat tercengang dengan kelakuan putra nya, laki laki paruh baya itu terperangah melihat kamar Alex sudah mirip kapal meledak, ternyata suara gebuk tadi berasal dari kamar putra nya yang kini sedang membalikan semua perabotan yang ada di kamar.

__ADS_1


Papa Alex termangu menatap kelakuan putra nya yang selama ini belum pernah Ia dapati, "Abangg.... " panggil nya untuk menghentikan tidakan Alex yang kini sedang melempar lempar semua buku buku di rak.


Alex Tidak bergeming bah kan seakan tuli, Alex yang tidak menyadari kehadiran sang Papa terus asik saja melempar buku buku kelantai, Alex sedang meratap kesal sambil menyebut nyebut nama Rafina.


Papa Alex tersadar " pantas Mama suruh manggil pak Ustad " lirih Papa Alex turut sedih melihat perubahan drastis mental sang putra.


" Ya Allah Abang ngapain Nak!? " teriak Mama Nisa frustasi dari belakang tubuh suami nya, "ya Allah Mamah ngagetin aja " ucap Papa Alex kaget hampir saja jantung nya copot sebab Ia juga lagi termangu melihat kelakuan sang putra hingga tidak sadar kalau Mama Nisa sudah berada di belakang.


Mama Nisa yang kepalang sudah shock dengan kelakuan sang putra tidak menggubris ucapan Sang suami, Mama Nisa melewati suami nya begitu saja untuk menghampiri Alex agar berhenti dari kegiatan gila menghancur kan barang barang.


cukup lelah kedua nya menenang kan Alex, " Mah temani Abang dulu papah mandi " ucap Papah nya Alex lalu keluar dari kamar sang Putra.


Mama Nisa hanya mengangguk tidak menjawab suasana tengah di landa kesedihan yang dalam, air mata tidak henti henti nya membasahi pipi Mama Nisa.


Selesai mandi dan berpakaian suami Mama Nisa kembali ke kamar Alex untuk menemui sang istri untuk bilang akan pergi kerumah Pak Ustad


" Mah, Papa pergi dulu ya " ucap Papa nya Alex dari depan pintu, " kemana Pah? " tanya Mama Nisa bangkit menghampiri sang suami karena wangi maskulin menyeruak penciuman nya, seketika lelaki paruh itu menarik pinggang ramping Mama Nisa tampa segan ******* bibir sang istri.

__ADS_1


" Ihh...Papa " Mama Nisa menolak dada bidang suami nya walau sempat sang suami menyesap penuh nafsu, " hehehe, nanti lanjut ya Mah " ucap Papa nya Alex sambil mengedip nakal, lalu melepas rangkulan nya. Mama Nisa hanya bisa menggeleng sambil tersipu malu sungguh yang barusan bikin jantung nya mpot mpotan.


__ADS_2