MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
PERBUCINAN.


__ADS_3

Alex tidak langsung begitu saja meninggal kan Rafina setelah tiba di rumah sakit, Alex memperhatikan sekeliling menerka apa saja yang di butuh kan Rafina, perasaan cinta yang begitu besar yang mengharus kan Alex untuk lebih perhatian.


Setelah mengeluarkan beberapa lembar uang " Ka Kamu beli nya di supermarket depan aja " ucap Alex menyerah kan uang minta Eka mencari cemilan dan minuman untuk Rafina dan Eka karena mereka akan menginap di rumah sakit untuk menjaga Nengsih, Alex gak mau kurang satu apa pun hingga begitu banyak memesan.


Eka menatap Alex sekilas, huh.." desah Eka dalam hati, segera pergi setelah mencatat semua pesanan Alex di ponsel pintar nya, " ih banyak amat apa dikira mau kenduri apa mesen segitu banyak " dumel Eka dalam hati, ingin protes karena cukup lumayan banyak pesanan Alex tapi Eka bisa apa selain menuruti walau sebenar nya hati kesel karena pesanan Alex udah kayak mau ngeborong isi super market.


Setelah Eka pergi Alex mengangkat Rafina ke atas sofa yang ada di ruangan itu, Alex ingin Rafina beristirahat dengan nyaman, Rafina yang terus perhatika Alex tidak tau harus berkata apa Alex begitu sempurna bagi nya, " pulang lah kasian Mama nungguin kamu " ucap Rafina sengaja agar Alex pergi meninggal kan nya apa lagi Rafina masih ingat tadi Mama Nisa menelpohone.


" Kamu ngusir Aku Yank? " tanya Alex karena cara Rafina berucap seperti sedang mengusir Dirinya secara halus, Rafina memutar bola mata " uh.. salah lagi terlalu sensitif " batin Rafina kemudian menatap Alex dengan perasaan bersalah.


" enggak kok Aku malahan mau nya Kamu disini tapi gimana ya?.. " belum muhrim maksud kamu " ucapan Rafina langsung di sambung oleh Alex sebelum Rafina selesai.


" Belum jugak selesai ngomong udah main potong potong aja " Walau sebel Rafina berusaha tersenyum untuk menutupi rasa kesal nya, Rafina menatap manik mata elang yang selalu Ia rindukan, ada rasa hangat menjalari keseluruh dinding hati nya tidak tau harus berkata apa. dari dulu Alex terlalu baik begitu juga Mama Nisa, kalau di catat Rafina telah banyak berhutang budi.


Tidak tau harus membayar dengan cara apa, Rafina mendengus kesal pada diri nya karena sudah terlalu banyak menerima uluran tangan Alex atau Mama Nisa dulu, " harus dengan apa Aku berterima kasih pada nya " batin Rafina.

__ADS_1


"Lex terimakasih banyak ya? " ucap Rafina membuat dahi Alex mengerut karena gak ngerti ucapan terimakasih untuk apa yang Rafina lontar kan, melihat muka Alex yang bingung seperti dorongan naluri Rafina untuk mengucap kan terimakasih dengan cara nya, hilang akal sehat dengan tampa rasa malu Rafina berinisiatif mencium bibir Alex.


" Sekali lagi terimakasih " ucap Rafina menangkup kedua pipi Alex sambil menyatukan bibir mereka, gerakan tiba tiba Rafina membuat dada Alex seakan ingin meledak, Alex terpaku sesaat lantas merasa girang dalam hati, tapi baru saja senang Rafina malah ingin mengahiri ciuman singkat itu Alex tidak rela sengaja menahan tengkuk Rafina agar ciuman mereka tidak berahir.


Alex menikmati sesap demi sesap hingga membuat adik kecil nya bangkit, penyatuan bibir mereka seperti memantik api gairah.


Alex menyesap lembut bibir yang kini mulai menjadi candu nya, Alex menyusuri tiap inci rongga mulut Rafina yang terasa manis serta geleyar kulit tubuh yang seakan memberi sensasi memabukkan.


Rafina sendiri terbawa hanyut tidak menolak dengan rasa yang sudah membawa nya terbang membalas walau terasa kaku tapi Rafina coba mengimbangi ciuman Alex, kedua nya semakin merasakan getar aneh yang seakan ingin menuntun mereka harus berbuat lebih, lumayan lama hingga Rafina mendorong dada Alex karena tangan Alex mulai meraba bagian dada.


Begitu sesak dan Alex merasakan adik kecil nya berdenyut, " Kamu tega perkosa perempuan lumpuh seperti Ku " jawab Rafina yang paham kemana arah mata dan omongan Alex.


" Hhmm... kalau aku lupa diri udah dari siang tadi waktu di rumah Ku " jawab Alex bangkit pergi ke kamar mandi, setelah Alex masuk ke kamar mandi Rafina tersenyum penuh arti.


Rafina meraba bibir nya yang terasa lebih tebal sisa ciuman itu masih bersisa sangat manis, Tidak dapat Rafina bantah rasa itu hadir semakin besar mereka sudah sama sama hampir kepala tiga, hayalan Rafina terbang jauh kedepan, di mana mereka memiliki buah hati yang lucu " mirip muka siapa ya " batin Rafina tak sadar seulas senyum tersunging di bibir Rafina.

__ADS_1


"Hhhmmm I love you Sayank" ucap Alex pas di depan wajah Rafina, Rafina kaget setengah mati karena tidak sadar kalau Alex sudah kembali dari kamar mandi, " Ahh kamu mengaget kan Aku " ucap Rafina membuang muka karena malu.


Alex duduk kembali di samping Rafina, tangan sebelah sengaja melingkar di pinggang ramping Rafina, " Yank I Love You " ucap Alex di telinga hingga Rafina meremang, " Love you to honey " jawab Rafina tertunduk dengan bibir bergetar.


Alex berulang kali menghirup harum rambut dan ceruk leher Rafina, malas sekali untuk pulang ingin terus berada di samping Rafina, kedua nya larut dalam fikiran masing masing.


Tampa mengetuk pintu, Eka masuk sambil menenteng dua kantong plastik lumayan gede, " capek ya Ka" sapa Rafina ketika adik angkat nya itu baru masuk, Rafina sengaja agar Alex sedikit geser karena ada Eka, tapi gak tau dirinya Alex entah memang sengaja atau apa malah makin meluk erat dari belakang.


Eka menggangguk lalu melirik sekilas, dalam hati ngedumel, sungguh Eka merasa salah tempat tapi mau kemana toh Ia ada di sini juga karena ajakan Alex tadi, apa memang sengaja dia ajak untuk di jadikan tumbal sebagai obat nyamuk atau penonton serial drama perbucinan.


Eka gerah bukan karena cemburu tapi karena jiwa jomblo nya yang iri " Kak Eka kekantin dulu ya mau beli kopi tadi lupa " ucap Eka lalu berbalik tampa menunggu jawaban Rafina.


" Lex...Alex.... Alexxx... " Rafina memanggil tapi Alex tidak menyahut hingga Rafina menggoyang goyang bahu nya, " hhhmm.. hooaamm.. apa Sayank" jawab Alex yang pura pura tidur, " kamu tidur? " tanya Rafina yang memang gak tau kalau Alex sengaja pura pura karena gak ingin pulang.


Alex masih ingin berduaan menghirup oroma wangi tubuh Rafina, berat rasa nya untuk pulang

__ADS_1


__ADS_2