MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
BOS LUMPUH


__ADS_3

Sekilas Alex menyapu pandangan melihat sekeliling memang belum begitu ramai pengunjung yang datang, Sengaja Alex memilih meja paling pojok duduk membelakangi, biar gak tau apa urusan mereka tapi Alex tetap merasa terbakar.


Melihat ada pengunjung pekerja Rafina itu mengambil buku menu juga note buku kecil dan pulpen, lihat fasion Alex pelayan itu terpesona tafsiran nya tentu bukan orang sembarangan , " kemana lo Ra?" tanya Eka yang kebetulan tidak tau kalau Alex datang.


",Ya mau melayani pelanggan lah, mana tau Gue cepat dapat jodoh tajir biar gak payah kerja lagi kan!! " jawab nya lalu melenggang pergi Eka hanya mengulum senyum menanggapi jawaban Rara.


 "selamat sore Pak ini dafta menu silah kan di liat Pak apa yang mau di pesan!?" Rara menyapa sambil berkedip genit " uhhh.... ganteng banget jadi gemes " batin Rara terus memandangi Alex yang justru sama sekali gak perduli dengan kehadiran nya.


Alex melihat Rara sekilas lalu menerima buku menu dengan dingin, Alex cuma membolak balik buku menu yang cuma beberapa lembar itu tampa selera pada satu pun menu nya apa lagi untuk memesan, hati nya gelisah tidak tenang.


Alex meletakan buku menu begitu saja karena ponsel bergetar di saku, membuka dan melihat ada satu notifikasi dengan Nama cinta ku, " sadar juga Dia kalau aku ada di sini" batin Alex lalu membuka pesan singkat dari Rafina, " Lex sini , ngapain di situ . sini kenalin papa Aku 😊😊😊" isi pesan.


Lama Alex melihat isi pesan dari Rafina ada sedikit keterkejutan dengan kata Papa Aku, sebab selama mengenal Rafina tidak sekali pun Rafina pernah bercerita sosok Ayah atau Papa.


Alex menoleh demi melihat Rafina, dari jarak yang selisih tujuh meja nampak Rafina melambaikan tangan memanggil Diri nya, Alex tersenyum sedikit lega karena pria tersebut tidak patut untuk di cemburui pengakuan Rafina cukup jadi bukti kalau isi pesan itu benar.


Rara baper ketika Alex tersenyum, mengira senyum di wajah tampan itu untuk nya, tapi setelah melihat kebelakang muka Rara langsung merah menahan kesal.


" Oh ya saya minta kopi saja tolong antar kemeja itu" Alex menunjuk meja di mana ada Rafina dan kedua orang tua nya. Alex selangkah pergi Rara membanting kaki karena gondok Alex menyuruh tampa melihat ke arah nya.

__ADS_1


" Huh lagi lagi bos lumpuh itu, kenapa sih selalu Dia apa yang mereka lihat dari si lumpuh itu udah kurus lumpuh lagi " Rara si pelayan ngomel dalam hati sambil berlalu ke dapur untuk minta barista membuat kan kopi pesanan Alex.


" Kenapa muka Lo? "... tegur Eka setelah melihat Rara tiba di dapur sambil menghentak hentakan kaki, "gagal Gue napa seneng Lo kan!!!? " jawab Rara emosi.


" Santai cin jangan marah marah nanti cepet tua loh " kata Eka menanggapi santai, " lama lama males Gue kerja di sini! " Rara mengepal kan tangan dengan bibir mencebik, " apa hubungan nya lo gagal tebar pesona sama pekerjaan, sabar Ra jodoh pertemuan ada di tangan Yang kuasa " jawab Eka coba menyabar kan Rara.


" Percuma tau kalau laki laki itu lebih sukak sama Bos lumpuh kesayangan Lo itu. heran Gue pelet apa yang di pakek si lumpuh sampe cowok lebih ngelirik dia yang cacat ketimbang gue yang cantik seksi dan bahenol ini !!" ledak Rara merasa tersaingi.


Eka diam kata kata Rara terdengar sangat menghina juga menyakit kan, ingin rasa nya langsung tampar biar tu mulut dapat pelajaran, " Asstafirullah " ucap Eka, kesal tapi mau bilang apa memang sifat nya si Rara kalau gak tercapai ke inginan nya pasti mulut pedas nya langsung nyerocos tampa mikir perasaan orang.


Terlalu malas menanggapi manusia seperti Rara, Eka pergi kedepan untuk melihat sendiri laki laki mana yang sudah buat si Rara kepincut hingga berani lancang menghina Rafina.


Eka menarik kesimpulam kalau Rara sudah salah sasaran, " yaampun rupanya Kak Alex!!" Eka tertawa geli setelah tau siapa laki laki yang di maksud Rara,


" Pa perkenal kan ini Alex yang Fina ceritain tadi " ucap Rafina memperkenal kan Alex yang baru sampai di dekat nya, lelaki paruh baya yang di panggil papa itu terkejut begitu menoleh, Alex juga sama terkejut detak jantung nya berpacu lebih kencang.


" Ya Allah Papa. ahh gak mungkin Papa hidup lagi pasti kebetulan aja mirip" batin Alex, langsung menguasai rasa keterkejutan nya dengan menyalami Papa Rafina, " Ya Allah siapa ini kenapa mirip Papa Ku " batin Alex mencium punggung tangan Papa nya Rafina dengan tangan gemetar.


Papa Rafina terdiam dapat di rasakan tangan pemuda di depan nya gemeteran, hati nya bertanya tanya tentang siapa pemuda ini kenapa begitu mirip dengan saudara tertua nya, " kok malah pada bengong sih " ucap Rafina.

__ADS_1


" hhmm.. Mari silah kan duduk " Papa Rafina tersenyum lalu menarik kursi di sebelah nya


 mempersilahkan Alex duduk.


Sesaat suasana berubah canggung. Rafina dan Nengsih risih dengan keadaan ini kedua nya saling lihat satu sama lain mereka gak ngerti kenapa dua pria tampan beda usia di depan mereka sama sama diam.


Rafina melihat Eka yang keluar dari dapur sambil membawa napan berisi kopi, " Ka...sini" panggil Rafina, Eka hanya tersenyum menghampiri Rafina dan yang lain.


" Kopi siapa Ka?! " tanya Rafina karena Eka langsung meletakan secangkir kopi di atas meja tepat di depan Alex, " ini pesenan kak Alex kak " jawab Eka yang langsung di angguki oleh Alex.


Benar saja kedatangan Eka membuat suasana kembali hangat tidak kaku seperti tadi, " maaf Anak ini bekerja di mana? " tanya Papa Rafina.


Alex menatap wajah Papa Rafina, jujur dalam hati rindunya pada almarhum sang papa terobati karena wajah di depan nya memang punya banyak kemiripan dengan almarhum.


" Saya bekerja di DIRHAM CPR " jawab Alex masih menelisik wajah lelaki paruh baya di sebelah nya.


Jantung papa Rafina berdenyut ketika mendengar nama perusahaan yang di sebut kan Alex, " Apa ini putra mu kak?, maaf kan Aku seandainya anak anak kita berjodoh Aku mohon Kakak merestui maaf kalau Aku tidak datang pada saat Kakak membutuh kan Aku " monolok Papa Rafina.


" Ih... Papa kenapa malah diam sih " omel Rafina membuat laki laki paruh baya itu tersadar dari lamunan nya, panggilan Papa yang barusan benar benar telah membuat riak kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2