MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
DUIT YANG HILANG


__ADS_3

Kedua pria tampan masuk kelobi DIRHAM CORPORATION, " gilak Bro Gue bangga Lo udah sesukses ini sekarang gak nyangka Gue" ucap Frengky mengedar kan pandangan keseluruh ruangan lobi.


" ckk..ckk.. " Frengky berdecak kagum, " udah besok besok lagi Lo cuci mata di kantor Gue, mau keruangan Gue gak!? " tanya Alex karena Frengky masih saja berdiri sambil menatap sekeliling.


" Pagi Pak.. " sapa seorang karyawan Alex sambil membungkuk sedikit, " Pagi.. " jawab Alex. sedang Frengky menatap lapar pada karyawan Alex.


" Kalau Lo mau lihat lihat dulu Gue duluan ya?" ucap Alex jengah kayak nya Frengky masih betah berada di lobi.


" Eh.. enak aja ya Gue ikut lah keruangan Lo " jawab Frengky bersiul dengan kedua tangan di saku melangkah duluan seolah yakin tau di mana ruangan kerja Alex.


" Hah.. " desah Alex menarik sudut bibir membiar kan Frengky berlalu ke ruangan para karyawan bagian produksi, " Dira itu kamu liat tadi kan temen saya " ucap Alex pada resepsionis, " Ya Pak saya lihat " jawab Dira memang sedari tadi Dira menatap Alex dan Frengki . " Nanti kalau Dia balik tanya Saya tolong antar keruangan Saya " ucap Alex terus berlalu tampa menunggu jawaban Dira.


" uhh... Bos gak ada ahlak, Untung Bos kalau gak udah ku lempar pakai kemoceng " gerutu Dira karena Alex tidak menunggu jawaban dari nya malah ngeloyor pergi gitu aja.


Alex menuju lif khusus, tampa mikir Frengky Alex langsung saja menuju ruangan nya.


Frengky melewati satu persatu ruangan, " Hebat Lo Lex gak nyangka Gue Lo punya karyawan sebanyak ini " ucap nya tampa menoleh kebelakang.


Frengky tampa segan membuka satu persatu pintu ruangan sambil mengamati wajah wajah karyawan Alex terutama yang perempuan, " hhmm bening bening " lirih nya pelan. " Maaf Pak ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu karyawan Alex dari belakang membuat Frengky terjingkat kaget karena suara Alex berubah lembut kayak perempuan.

__ADS_1


Frengky membalikan badan, kaget setengah mati ternyata bukan Alex benar benar seorang perempuan lalu kemana Alex, Frengky melihat kebelakang perempuan itu seolah Alex sengaja bersembunyi di belakang kayawati itu.


" Hhmm.. kenapa Pak ada yang salah dengan penampilan saya!? " tanya karyawati itu nasis karena Frengky mencondong untuk melihat kebelakang nya.


Frengky membeku sesaat " Duh salah tanggap nih cewek " batin Frengky lalu berdiri tegak kembali " dasar kunyuk si Alex ninggalin Gue " tersadar kalau Alex memang sudah tidak ada.


Frengky menatap perempuan di hadapan nya, " cantik sih tapi sayang dada nya terlalu rata" batin Frengky saat tatapan nya pindah kedada karyawati itu.


" Ya sudah Kamu lanjut kerja Saya mau keruangan Bos kamu dulu " ucap Frengky dengan nada perintah lalu berlalu dengan gaya nya yang cool.


" Idihh.. siapa sih, sok ngatur ngatur siapa Elo monyet " Umpat karyawati itu menatap sinis punggung Frengky lalu masuk sambil menghentak hentakan kaki.


Sementara Frengky bingung kemana Alex, sejak kapan Alex meninggal kan nya pun Frengky tidak sadar, hanya bisa melewati lorong yang tadi Ia lewati, berpapasan dengan beberapa karyawan dan karyawati Frengky hanya melempar senyum samar hati nya begitu kesal karena Alex meninggal kan Diri nya gak tau entah kemana.


" Maaf Bapak di minta keruangan Bap..., Alex kan?, sontoloyo bos kamu itu enak aja ninggalin Gue " Dira melongo karena Frengky langsung meng kat ucapan nya yang belum selesai. " udah gak usah bengong melongo jelek tau, antarin Saya keruangan Bos kamu Saya mau buat perhitungan sama Dia" ucap Frengky membuat bibir Dira langsung Tertutup rapat.


" Ya Mari silah kan Pak " ucap Dira malu bercampur geram karena Frengky udah ngatainya jelek, sambil menunduk Dira mensejajari langkah Frengky yang lebar.


" Sebelah sini Pak!" ucap Dira saat Frengky mau belok kelorong lain lagi, " Emang ya Bos kamu itu dari dulu paling doyan main petak umpet hingga kantor nya mirip labirin lika liku sana sini " omel Frengky sampai kedepan lif khusus milik Alex.

__ADS_1


Dira hanya diam tidak memperdulikan semua ocehan Frengky, setelah menekan tombol angka pintu lif terbuka , " silahkan Pak nanti Bapak lurus saja cuma ada satu ruangan itu lah ruangan Pak Alex" ucap Dira santun karena udah neg dengar mulut somplak Frengky.


" Maksud Kamu saya naik sendiri gitu!? " tanya Frengky bersamaan dengan tertutupnya kembali pintu lif, Dira mengangkat kepala sebentar untuk menatap Frengky, " Ya Allah kenapa apes banget sih ketemu sama orang kayak gini " batin Dira lalu nunduk lagi.


" Baik Pak saya akan antar Bapak sampai ke ruangan Pak Alex " ucap Dira menekan angka lagi, " Nah gitu dong saya ini kan tamu jadi harus di jamu dengan baik " ucap Frengky santay tampa beban.


" Hih dasar orang gilak " gumam Dira tampa sadar, " Apa...!!?" tanya Frengky membuat Dira gelagapan hingga hampir jatuh saat melangkah masuk kedalam lif.


Frengky yang memang lelaki sigap tampa berfikir dua kali langsung nenangkap pinggang Dira, Dira yang terkejut dengan sponanitas Frengky merasa mendadak nafas nya terhenti.


Jantung Dira berpacu maha dahsyat, " Maaf " ucap Frengky ingin melepas rangkulan di pinggang Dira, " Ahh iya.. " jawab Dira buru buru membenar kan tubuh nya yang tadi nya sedikit membungkuk.


Tidak ada lagi percakapan Dira dan Frengky mereka sama sama bersandar di dinding lif, sesekali Dira melirik Frengky begitu juga sebalik nya hingga waktu terasa begitu lama berputar mereka sampai dilantai yang dituju.


" Mari silah kan Pak!" ucap Dira sopan saat pintu lif sudah terbuka, Frengky tidak menjawab kecanggungan melanda kedua nya. Frengky yang tadinya lancar bicara mendadak bisu.


Dira berjalan di belakang Frengky, Dira tidak sadar saat Frengky berhenti, sebenar nya Frengky memang sengaja karena dapat melihat dari pantulan dinding kaca kalau Dira jalan sambil menunduk mirip kayak orang lagi nyari duit yang hilang.


" Duggg.... Ohhh maaf Pak saya tidak sengaja" ucap Dira tampa mengangkat wajah nya untuk meliha Frengky, " Ya gak Papa " jawab Frengky tersenyum karena berhasil ngerjai Dira. saat melirik kesamping Dira baru sadar kalau mereka sudah sampai di depan ruangan Alex.

__ADS_1


,


__ADS_2