MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
GUE DEMEN


__ADS_3

Kedatangan Frengky dan Santo benar benar bikin pagi Mama Nisa penuh canda tawa, Kedua teman Alex itu memang sudah manja dari sejak dulu. dulu sering kali Mama Nisa menengahi pertengkaran kecil diantara mereka, biar pun Santo dan Frengky bukan darah daging nya tapi Mama Nisa menyelesaikan persoalan mereka tampa membedakan anak kandung dan anak angkat.


Karena Keadilan itu yang selalu membuat Fredy juga Santo santun dan lebih menyayangi Mama Nisa, ketimbang kedua orangtua kandung nya sendiri.


" Gimana kedaan orang tua kalian?" tanya Mama Nisa setelah tiga pemuda itu diam saling menikmati teh buatan Bik Sum.


" Alhamdulillah baik Bun " sahut Santo.


" Kalau orang tua Ku udah gak ada dua duanya! " jawab Ferdy mendadak berubah mendung.


" Innalillahi wa'ina ilahi rajiun, apa yang terjadi kok gak ngabarin Bunda!!?" ucap Mama Nisa.


" Aku turut belasungkawa ya Bro " ucap Alex membelai pundah Frengky.


" Terimakasih Bro " jawab Frengky dengan muka semakin murung dan sedih.


" Apa sebenar nya yang terjadi Ky? " tanya Mama Nisa karena menangkap kesedihan yang dalam pada Frengky.


" Aku menyesal Bun gara gara Aku orang tua Ku kena serangan jantung " jawab Frengky sambil tertunduk dalam karena air mata tidak dapat lagi di bendung.


Mama Nisa menutup mulut dengan telapak tangan, dari cara bicara Frengky Mama Nisa merasa ada penyesalan yang menggerogoti dada Frengky.


" Apa yang Lo perbuat Bro " Tanya Alex.


" Yang sabar Ky, Doa kan selalu mereka, Bunda rasa bukan salah Kamu kita semua juga akan mati karena itu sudah tertulis " timpal Mama Nisa sebelum Frengky menjawab pertanyaan Alex, membuat Alex langsung menatap Mama Nisa dalam.

__ADS_1


" Iya Bun makasih Frengky akan selalu ingat nasehat Bunda " jawab Frengky sambil mengusap air mata di pipi nya.


" Si Frengky kesandung kasus Bun " timpal Santo yang dari tadi diam, " Ahh yang bener lo kalau ngomong!? " sergah Alex menoleh pada Santo di samping nya.


" Iya Lex, Santo benar Aku kesandung kasus, Aku lah penyebab meninggal nya kedua orang tua Ku " jelas Frengky. Mama Nisa dan Alex shock mendengar kalau Frengky tersandung kasus.


" Ya Allah, masalah apa Ky " tanya Alex masih shock, tidak menduga Frengky akan terkena pasal hukum.


" Hik... hik...Aku di buta kan cinta Lex, Aku gak tau kalau perempuan itu ternyata drakula penghisap darah, semua usaha yang di rintis Papa Ku hancur karena Aku yang gila terlalu mencintai dan lupa segala nya" cerita Frengky di tengah tangis penyesalan nya.


Alex terdiam, walau belum tau cerita utuh nya tapi Alex bisa mengambil kesimpulan kalau Frengky sudah menyerah kan semua usaha nya kepada perempuan yang Ia sebut drakula. penghisap darah.


Suasana berubah hening, mereka tenggelam dalam fikiran masing masing, hanya suara tarikan hidung meler Frengky yang terdengar.


" Sudah gak usah di sesali, semua itu sudah kehendak Yang Kuasa, itu sebagai peringatan buat Kamu, terlepas Bunda gak tau apa sebenar nya masalah Kamu, Bunda mau Kamu belajar dari kesalahan yang Kamu buat agar kedepan Kamu lebih bijak lagi dalam melangkah ini apa yang Bunda bilang gak ada pengecualian Abang, Santo juga hati hati lah dalam bergaul " nasehat Mama Nisa panjang lebar membuat ketiga nya diam seribu basa.


" Sini Lo peluk Gue aja " ucap Alex menarik Frengky, " Lo lupa ya!? " Alex berbisik di telinga Frengky. " Maaf Gue lupa " jawab Frengky berbisik pula.


" Ya ampun lama lama Gue nikahin juga Lo bedua " celetuk Santo membuat pelukan di antara Frengky dan Alex terlerai, " Ih.. ih.. Lu kura eike cewek apaan ihhh.. " ucap Frengky menirukan gaya waria.


" Huaaaa... hahaha... " Meledak lagi tawa ketiga nya, " njirr... kalau lo yang jadi waria nya Gue demen " ucap Alex di tengah gelak tawa mereka.


Mama Nisa memperhatikan mereka satu persatu, Memang wajah Frengky lebih dominan mirip perempuan hingga dalam diam Mama Nisa juga terkikik dengan ulah ketiga nya.


" Lu bedua ikut Gue ya kekantor " sela Alex setelah melihat penunjuk waktu ternyata sudah jam tujuh lewat, " Gue gak usah karena jam sepuluh Gue ada jadwal oprasi, biar si Frengky aja " jawab Santo yang memang punya jadwal tugas hari ini.

__ADS_1


" Oh Nak Santo sekarang udah jadi Dokter ya!?" tanya Mama Nisa , " Iya Bunda berkat doa Bunda cita cita saya tercapai " jawab Santo.


" Alhamdulillah, tapi bukan karena Bunda loh itu murni karena ketekunan Kamu belajar "...


" Bukan Ma Dia itu masih teringat waktu Dia demam kan Mama sibuk ngurusin Dia " celoteh Alex.


" Kapan Bang Mama Kok lupa!! " ucap Mama Nisa sambil ingat ingat kapan ngurusin Santo demam.


" Ada waktu dulu Bun, sampe Papa ikutan ngomel karena Bunda bangunin " Santo mengingat kan kejadian beberapa tahun lalu.


" Ohh iya Bunda ingat " ucap Mama Nisa sambil tertawa karena masih teringat betul gimana ngomel nya Papa Alex yang berujung minta servis di atas ranjang.


" Yaudah Mah Abang berangkat dulu ya " Alex mencium punggung tangan Mama Nisa, di ikuti Frengky dan Santo.


Mama Nisa mengantar ketiga sampai kedepan teras, seulas senyum mengiringi dua mobil yang membawa Alex dan Frengky sedang Santo naik mobil sendiri.


Keluar dari gerbang mansion, mobil a


Alek mengambil jalur kiri sedang Santo jalur kanan, " Apa sebenar nya terjadi Bro ?, berapa tahun cobak Gue gak dengar kabar Lo " tanya Alex ketika mereka sama duduk dalam kuda besi yang membawa mereka ke perusahaan DIRHAM CORPORATION.


frengky menoleh menatap Alex sesaat, " Hufff... Lo kenal Nola kan? " tanya Frengky.


" Ya Gue ingat si Nola yang tukang morotin cowok cowok di kampus kan!? " ...


" Ya tepat sekali ya dia itu Bro, tapi yang jelas Gue kapok yang paling bikin Gue ngerasa berdosa ama cewek yang Gue tabrak tempo hari. dengar kabar dari orang kepercayaan Gue kalau tu cewek kaki nya di amputasi sebelah, nyesel Gue tapi gimana waktu itu Gue juga serba salah karena lagi buron "....cerita Frengky.

__ADS_1


Alex menyimak semua cerita Frengky, tapi saat Frengky bilang cewek yang di tabrak harus di amputasi kaki sebelah entah kenapa bayangan Ellen melintas di kepala gitu aja. " Apa mungkin yang ditabrak Frengky, Ellen!?.. Hhmmm.. entah lah " batin Alex berkata kata.


Dua pulih menit menempuh perjalanan ahir nya mereka sampai digedung DIRHAM CORPORATION decak kagum serta pujian begitu saja keluar dari mulut Frengky.


__ADS_2