
Alex terdiam menghembus nafas kasar saat mendengar penuturan Frengky, bukan karena soal permintaan Frengky untuk bekerja di perusahaan nya, tapi Alex menyimak dan mendengar penuturan Frengky entah kenapa ingatan nya malah tertuju kepada Ellen saat mendengar Frengky bilang cewek cantik yang di amputasi.
Entah memang kebetulan atau apa Alex berharap tidak seperti yang Ia fikir kan, berharap semoga bukan Ellen yang di ceritakan Frengky, karena dulu juga Alex sempat dengar Ellen kecelakaan namun gak tau karena di tabrak atau karena apa sebab hanya kabar kecelakaan saja yang sempat Ia dengar dan tidak pernah bertemu dengan Ellen atau Ziska lagi.
" Selamat pagi " sapa Yady dari depan pintu mengejut kan Alex, "Eh Bro baru dateng Lo " tegur Alex setelah menoleh melihat Yady. " Ya Maaf macet soal nya" jawab Yady sambil memperhatikan Frengky yang tertunduk sambil memangku kotak tisyu.
" Yad Lo tutup dulu tu pintu " perintah Alex, Yady mengangguk, lalu menuruti perintah Alex. Setelah menutup pintu Yady berdiri di belakang sofa tempat Alex duduk. Yady juga memperhatikan Frengky, dari gestur Yady merasa sangat familiar dan pernah kenal tapi entah siapa Yady juga tidak ingat.
Penasaran tinggi Yady menyentuh bahu Alex dengan telunjuk agar Alex melihat ke arah nya, ternyata benar setelah di sentuh Yady, Alex melihat kebelakang. " Siapa? " ucap Yady tapi hanya gerakan mulut dan dagu tampa suara, Alex meletakan telunjuk di bibir agar Yady diam tidak banyak tanya.
Yady menjadi bingung dan canggung dengan isyarat dari Alex, " siapa orang ini?" batin Yady tambah gak enak hati. takut kalau yang duduk di depan Alex itu salah satu relasi bisnis, Yady menjadi sungkan dan ingin pergi saja tidak ingin mengganggu apa lagi tamu itu terus tertunduk Yady semakin segan.
" Bro Gue keluar aja ya maaf udah ganggu " bisik Yady di telinga Alex, " Eh ngapain Lo keluar duduk Sini " ucap Alex langsung tampa berbisik bikin Yady mati kutu sekalian ngenes dengan Bos Alex yang ngomong gak bisa pelan.
Yady mengosok tengkuk yang mendadak pegel, " he... sini ah.. Lo pikir Dia siapa ini si Frengky temen kampus kita dulu " ucap Alex membuat Yady seketika beku melihat ke Frengky tampa berkedip karena bertepatan Frengky mengangkat wajah mungkin karena dengar Alex menyebut nama nya.
Yady masih berdiri terus memandangi Frengky otak nya berusaha mengingat seperti apa Frengky dulu apa kah termasuk dalam komplotan Santo yang suka ngebuli dan mencaci fisik serta kehidupan nya yang miskin.
Yadi memaksa otak nya berfikir keras sampe terasa pusing, sebagian memori seakan hilang karena tidak menemukan kejahilan dulu yang di buat Frengky.
"Duduk lah Yad " ahir nya Frengky bersuara sambil menepuk busa sofa di sebelah nya, setelah beberapa detik saling tatap sama Yady.
__ADS_1
Yady menghampiri Frengky, " apa kabar Bro " tanya Yady kaku setelah duduk di samping Frengky. " Ya seperti yang Lo liat Gue sehat" jawab Frengky.
Hening...
Hening...
" Lo pasti lagi ingat ingat dimana ketemu Frengky kan ?" tanya Alex memecah kesunyian sesaat di antara mereka, Yady hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Alex. " Lo udah ngupi belom ?" , " Udah tadi di rumah" jawab Yady makin ngerasa gak enak duduk di samping Frengky.
" Yaudah Gue ke pantri dulu bikin kopi lagi" alasan Yady setelah berfikir sesaat, " ngapain Lo kesana cukup panggil dari telephone suruh antar ke sini " sela Alex pada Yady yang baru saja bergerak hendak bangun.
" Yaudah gak jadi nanti aja Gue masih kenyang " jawab Yady kembali duduk, Alex tersenyum sedang Frengky meletakan kotak tisyu di bawah meja sambil melihat Yady di samping.
Frengky melirik Alex dan Yady secara bergantian, " Cerita nya panjang Bro, Elu gak pernah nonggol sejak kita selesai wisuda" ucap Alex.
" Berarti Gue banyak ketinggalan berita nih " ucap Frengky sambil bersandar di sandaran sofa, " Lu udah merid Yad ?" tanya Frengky pada Yady yang masih setia diam karena berusaha flasback ke belakang.
" Blom " jawab Yady singkat.
" Hahaha. ..Sama dong kita semua jomblo akut " tawa Frengky pecah sambil menatap Alex dengan tatapan mengejek.
" Enak aja.. ya gak lah Bos kita ini udah ada calon" jawab Yady menepis tuduhan kalau mereka di nyatakan jomblo akut.
__ADS_1
" Ahh.. yang bener Lo Yad, siapa temen sekampus dulu atau ada cewek lain yang bisa menggait hati pria susah muf on ini !?" ucap Frengky terkejut memandang Alex masih belum percaya kalau Alex sudah muf on.
Kedua nya malah lanjut gibah Alex tampa sungkan kalau orang yang sedang mereka gibah tepat di depan mata, Yady malah merasa semakin rileks dan lancar ngobrol dengan Frengky.
" Temen temen gak ada ahlak Lo bedua, pagi pagi Gue udah jadi topik gibah kalian " ucap Alex hanya bisa mendesah kesal dengan kedua nya yang tampa rasa sungkan ngegibah langsung di depan mata.
" Hahaha... hahaha... " Yady dan Frengky tertawa kompak, sedang Alex hanya bisa tersenyum pahit karena merasa di olok olok.
Ruangan kerja Alex ramai dengan kedatangan Frengky, karena tidak ada jadwal apa pun dengan senang hati Alex menemani Frengky seharian.
Jam empat sore Alex mengajak Frengky pulang ke rumah nya, " Lex Gue mohon ya kasi Gue pekerjaan biar bisa meneruskan hidup dan mengejar cita cita almarhum kedua orang tua Gue " ucap Frengky memohon ketika mereka sama sama dalam mobil perjalanan pulang.
" Udah Lo tenang aja pasti Gue bantu " jawab Alex fokus dengan jalanan. dua puluh menit mereka sampai di Mansion Dirham.
Melihat mobil Ronal terpakir di halaman Mansion, kulit kening Alex mengerut karena liat Pak Satpam berlari menghampiri mobil nya, " Tuan...tok... tok. Tuan " panggil scuriti dari luar sambil mengetuk kaca jendela mobil Alex.
Alex menurun kan kaca, " ada apa Pak? " itu Tuan saya liat itu Tuan besar pulang " ucap Pak Satpam terengah engah. Alex diam karena bingung Tuan besar mana yang dimaksud Pak Satpam.
" Yaudah Pak biar saya lihat kedalam " ucap Alex kembali menaikan kaca mobil lalu turun bersama sama Frengky, " Kenapa Scurity Lo?" tanya Frengky saat mereka sama-sama jalan masuk.
" Gua juga gak paham" jawab Alex terus melangkah masuk ke teras, " Assalamualaikum " ucap Alex dan Frengky dari depan pintu, " Wa'alaikum Salam " jawab Mama Nisa dan Ronal barengan Alex masuk langsung salam begitu juga Frengky.
__ADS_1