MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
KAYAK NENEK NENEK


__ADS_3

Setelah berhasil bikin Mama Nisa gemas sampe nyesek, Papa Alex ngeloyor pergi gitu aja untuk mencari Pak Ustad.


Perjalanan sore itu ternyata panjang sampai menjelang magrib, sudah beberapa rumah Ustad yang di datangi tapi entah mungkin memang waktu nya yang kurang tepat, heran saja selagi di butuhin semua nya pada sedang tidak ada di tempat. Pria paruh baya itu laju melanjut kan perjalanan untuk mencari Ustad berikut nya, gak terasa sudah jauh perjalanan Papa Alex kini sudah dekat dengan desa tempat tinggal Ellen.


Sampai di mushola besar azan pun berkumandang, lelaki paruh baya nan tampan itu menepikan mobil nya di halaman mushola, beberapa orang yang mengenali siapa pemilik mobil langsung menghampiri mobil Papa nya Alex.


Hampir rata rata penduduk desa mengenali sosok pemimpin DIRHAM CORPORATION yang terkenal sangat loyal sifat nya yang sangat perduli pada masyarakat miskin, tak jarang para Ibu ibu sering menasehati anak nya agar bisa sukses seperti pemilik DIRHAM CORPORATION.


" Assalamualaituan Tuan ," sapa salah satu warga yang sengaja datang menghampiri " Wa'alaikumsalam " jawab Papa nya Alex. mereka bersalaman nampak bapak bapak warga itu begitu hormat kepada Papa nya Alex.


" Angin apa yang mengantar Tuan sampai kemari " tanya Bapak bapak warga itu sambil menatap kagum pada Papa nya Alex.


" Hanya kebetulan lewat saja, dengar azan ya sekalian mampir untuk sholat " jawab Papa nya Alex tak kalah ramah.


" Wah udah kayak macam kebetulan saja ini " celetuk Bapak satu nya meringis karena di cubit dengan yang lain dari belakang.


" Oh ya mari silah kan Tuan kita berjamaah sama sama " ajak Bapak bapak warga itu.


" Ya mari silah kan duluan Saya wudhu dulu " ucap Papa nya Alex lalu pergi ke arah timur mushola.

__ADS_1


" Oh.. iya iya " Silah kan Tuan " jawab Bapak itu setelah Papa nya Alex berlalu.


Bapak bapak warga itu menatap punggung suami Mama Nisa dengan tatapan kagum. sosok Papa Alex yang ganteng berwibawa dan yang paling terpenting sikap sopan dan perduli dengan sesama. dulu Papa Alex sering jadi buah bibir di kampung nya Rafina, karena kebetulan pernah tinggal di sana selama lima tahun sampai Alex tamat kelas sembilan.


Setelah selesai melaksanakan solat magrib berjamaah, Papa Alex tidak langsung pergi sedikit beramah tamah sambil mengungkap kan tujuan perjalanan nya, mungkin saja ada Ustad yang tidak pernah Ia tau tinggal di daerah itu.


Imam dan beberapa tetua kampung yang kenal dengan Papa Alex, ikut duduk membentuk lingkaran mereka mendengar kan apa keinginan Papa Alex.


Mereka terdiam dan saling pandang setelah Papa Alex menjelaskan maksud dan tujuan nya bisa sampai kembali ke desa yang pernah Ia tinggalin. " Oh ada ada Pak, tapi setau Saya beliau kemarin itu juga keluar kota entah udah pulang atau belum Saya kurang tau juga " ucap salah satu bapak bapak warga.


Papa Alex terdiam seakan tidak punya harapan, " Udah pulang kok, lah saya tadi ketemu sama Ustad Rajab " solot Bapak bapak lain membuat Papa Alex menarik sudut bibir, secercah harapan muncul di kepala berharap sang Putra bisa kembali seperti sedia kala.


Ellen mengintip keluar jendela saat mendengar suara mobil seperti berhenti di depan rumah nya, setelah melihat siapa yang turun dari dalam mobil Ellen termangu karena melihat Papa nya Alex yang turun bersama salah satu tetangga Ellen juga, dan masuk pekarangan rumah Ustad Rajab.


" Oalah... " cicit Ellen baru teringat omongan Bik Sum tadi siang coba saja tadi siang Alex tidak bertingkah mungkin Ellen akan menginap, " Napa Dek kok oalah " tanya Ziska membuat Elen terjingkat kaget karena tiba tiba udah di belakang nya.


" Apaan sih Kak ngagetin tau " ucap Ellen dengan kesel menegur sementara Ziska nyengir, " hihihi kamu tu ya udah kayak nenek segitu aja kaget " ucap Ziska sambil terkikik.


" Oo jadi Kakak doain Aku cepet tua ya? " cebik Ellen ngambek, " Is kamu ini ada ada aja mulut nya, siapa juga yang ngedoain " ucap sambil memberengut kesel dengan sang Adik.

__ADS_1


" Kamu lagi ngapain intip intip keluar!? " sambung Ziska sambil bersidekap kedua tangan di dada, " Anu Kak...Ellen liat Papa nya Alex datang ke rumah Ustad Rajab " jawab Ellen jujur.


" Lah trus kenapa gak kamu samperin!!! kamu kan udah kenal dengan mereka "" tanya Ziska. Ellen menatap Ziska sesaat lalu nunduk membenar kan ucapan Ziska.


Dalam diam Ziska tersenyum Ia sudah tau kalau Ellen punya perasaan terhadap Alex, walau Ellen tidak pernah cerita tapi Ziska bisa tau karena gak sengaja melihat diary Elen yang tertinggal di kamar nya tempo hari.


" Dah sana samperin, gak baik loh kan udah kenal sono cepet " perintah Ziska, " emang boleh Kak!? " ucap Ellen menatap Ziska yang lagi tersenyum gembira.


" Ya boleh lah " jawab Ziska langsung berbalik udah gak tahan nahan geli lihat muka Ellen terlihat sangat lucu.


Ellen meninju udara karena senang Ziska memperboleh kan keluar untuk bertemu Papa nya Alex, biasa nya Ziska tidak akan mengijin kan nya keluar pada malam hari walau pun cuma sekedar duduk di teras. Elen melangkah santai menuju halaman biar tadi siang sempet kesel setengah mati dengan Alex tapi Ellen tidak bisa bohong kalau Alex tetap bertahta di dalam hati nya.


Ellen sampai di pintu pagar ternyata Papa nya Alex juga baru keluar dari rumah Ustad Rajab berama Utad Rajab juga, " eh Ell dimana rumah Kamu? " tanya Papa Alex yang memang sudah kenal Elen, Ellen mendekat menyalami Papa nya Alex dan Ustad Rajab.


" Nak Ellen ini tetangga Saya Pak? " jawab Ustad Rajab tersenyum ke arah Ellen, " Iya Om ini yang ini rumah Elen". Papa Alex mangut mangut sambil memperhatikan bentuk rumah minimalis yang sederhana.


" Emang Pak Ustad sama Om mau kemana? " tanya Elen sambil melihat Papa nya Alex dan Pak Ustad secara bergantian, " Hhmmm... gini aja Kamu ikut kerumah ya biar tau sekalian temenin tante Nisa" jawab Papa Alex setelah melihat pusaran waktu yang melingkar di tangan nya.


Elen terdiam karena mikir pergi atau tidak, tapi kalau gak pergi Elen merasa rugi kalau tidak dapat melihat Alex di obati, " ahh ikut aja Ahh " batin Elen, " Elen ikut tapi sebentar Ya Om Elen pamit sama Kak Ziska" jawab Elen berlalu masuk kedalam.

__ADS_1


__ADS_2