
...Rafina menatap punggung Alex kenangan kenangan masa lalu begitu saja melintas seperti potongan cerita pendek yang tengah di putar dalam ingatan nya, seulas senyum terukir di sudut bibir nya begitu banyak kenangan, Alex remaja yang dulu kurus sekarang sudah berbadan lebar dan berotot....
...Rafina meraba perasaan nya sendiri ternyata masih merasakan debaran yang sama seperti dulu, untuk sesaat Rafina terbuai dengan pemandangan yang membuat jiwa seolah ingin terbang berada di dalam pelukan lengan berotot milik Alex....
...Saat fikiran nya sedang trafeling Tiba tiba perut Rafina mendadak melilit mengalih kan hayalan manis yang ada di kepala nya, " sssssttt" Rafina mendesis tampa sadar dengan cepat juga menutup mulut nya agar suara desis nya tidak di dengar oleh Alex....
..." Aduh kenapa perut ku tiba tiba melilit begini " batin Rafina meremas perutnya, sangat sakit hingga Rafina sedikit membungkuk lalu menarik nafas dalam dan membuang perlahan untuk mengurangi rasa sakit, beberapa saat rasa sakit melilit itu memang sedikit berkurang tapi kemudian rasa sakit itu kembali lagi malah semakin sakit....
..." Aduh " rintih Rafina merasa isi perut nya seperti di putar wajah nya memucat sudah tidak kuat lagi menahan sakit, " Lex tolong antar Aku pulang ya?" pinta Rafina terbata dengan air mata mulai merembes, Alex berbalik dengan hati gundah karena Rafina terus saja minta pulang" Apa kamu tidak ingin menjawab pertanyaan ku tadi?" tanya Alex datar seolah tidak perduli dengan air mata Rafina, Alex bersikeras pertanyaan konyol nya harus tetap di jawab....
...Sakit perut Rafina tiba tiba saja hilang berganti dengan kesal Rafina menatap Alex dengan lekat, sungguh saat ini Rafina sangat kecewa " apa Dia meragukan ku selama ini" batin Rafina berubah sinis dada nya bergemuruh bak guntur panjang " cek... kekanakan sekali " batin Rafina berdecak sambil menyapu kasar air matanya di pipi nya....
...Alex bersandar di sisi jendela sambil menatap tajam Rafina seolah tidak perduli " apa yang membuat nya menangis " batin Alex mencoba tidak terkecoh dengan air mata Rafina yang di anggap nya hanya tangis mengelak....
..." Kamu beneran mau dengar jawaban Aku? " ucap Rafina penuh sesak di dada tidak tau harus mengarang jawaban apa, Alex mengangguk pasti membuat Rafina semakin dilema. Rafina coba merangkai kata di kepalanya yang pasti akan bikin Alex sangat marah bahkan membenci nya, " Ya jawab saja " jawab Alex santai....
__ADS_1
...Terlihat sangat tenang yakin jawaban yang akan Rafina bilang pasti sama seperti yang dia fikir kan bahwa tidak akan ada laki laki lain yang menggantikan posisi nya....
..."Ba..baik lah kalau Kamu memaksa, " ucap Rafina dengan bibit bergetar menahan gejolak hatinya, Rafina coba memasang senyum, sementara Alex terus menatap nya sambil menyipit kan mata menunggu jawaban....
..." Maaf Lex.... sudah ada laki laki lain yang mengisi kekosongan hati ku sejak kamu tidak lagi memberi kabar dan tidak pernah datang ke batu itu " jawab Rafina dengan suara berat karena terpaksa berbohong sekuatnya menekan perasaan agar terlihat kalau Diri nya baik baik saja dan sudah menyukai orang lain....
..." Duarrr... " Alex merasa dadanya seperti di sambar petir, tenggorokan nya tercekat seolah nafas nya sesak serta wajah yang merah padam " benar kah, berarti selama ini Dia sering datang kebatu itu" batin Alex tidak percaya dengan jawaban Rafina, Alex mengepal kan tangan dengan kuat urat dan buku tangan nya terlihat menonjol....
...Alex memejam kan mata sesaat untuk mengatur detak jantung nya yang kini tidak beraturan, " tidak!!...tidak mungkin Rafina pasti berbohong " batin Alex menyangkal tidak terima....
...Alex mendesah beberapa kali, tidak menyangka jawaban Rafina benar benar telah meluluh lantak kan seluruh isi hati nya, kenapa tidak seperti yang Ia fikir kan tampa sadar Alex mengeram ingin meluap kan amarah....
...Tubuh Alex bergetar menahan emosi ingin rasa nya langsung menyeret Rafina keluar. Berulang kali Alex mengucap istifar dalam hati agar tenang dan fikiran nya kembali jernih untuk menerima kenyataan kalau Rafina telah berpaling dari nya....
..."Ya Allah sakit sekali rasa nya, apa begini rasa nya orang patah hati " batin Alex terus ber istifar sambil merasa mulai nyesek pengen nangis." Apa kamu mencintai Dia? " tanya Alex terdengar parau setelah sekian detik mereka diam, Rafina mengangkat wajah nya " apakah dia menangis " batin Rafina lalu menunduk lagi suara Alex seperti menahan kesedihan dan itu dengan jelas oleh Rafina hingga semakin merasa bersalah....
__ADS_1
..." Apa kamu mencintai Dia " tanya Alex lagi, Rafina yang semula menunduk dengan segera mengangkat wajah dada nya berdentum kuat mulut nya terbuka tidak percaya pertanyaan Alex akan semakin dalam dan memojokan nya....
..." Ya Aku sangat mencintai nya "jawab Rafina datar dan dingin kepalang basah karena sudah berbohong harus berbohong lagi, " cih. .." Alex mendecih merasakan nyeri seperti di tikam pedang yang menembus dada nya, rahang mengatup rapat....
Rafina kembali tertunduk hati nya begitu sedih kenapa mesti ada pertanyaan konyol yang di lontar kan Alex, Rafina termenung sambil menarik narik ujung jari nya sungguh menyesali pertemuan iya ini.
"kruuukkk..."
...Suara perut lapar dan haus memecah keheningan, Alex terkejut langsung menatap Rafina begitu pula Rafina yang merasa jadi sangat malu, " Maaf " ucap Rafina tatapan mata mereka saling bertemu Rafina dan Alex merasakan debar debar yang sama....
" Aku... " ucap kedua nya nyaris bersamaan, " Gak kamu dulu " jawab Rafina yang awal nya ingin minta Alex untuk mengantar nya pulang.
...Alex diam " Apa Dia lapar?" batin Alex terus menatap Rafina" Ya Ampun tadi pagi kan Dia belum makan, pantesan cacing nya komen hihihi" lirih Alex tergelak dalam hati....
...Rafina meringis menahan mulas di perut juga sambil mengingat ingat apa Ia sudah salah makan hingga mengakibat kan sakit perut seperti sekarang, terdengar kumandang azan zuhur " pantesan" lirih Rafina tersadar bahwa hari ternyata sudah berlalu begitu cepat....
__ADS_1
...Alex mematung merasa sangat bersalah kenapa terlalu egois sampai membuat orang di cintainya kelaparan, amarah yang tadi begitu memuncak beralih jadi rasa kasihan. " apa Kamu lapar? " tanya Alex lembut, " Ya Aku lapar kamu sih gak tanggung jawab " jawab Rafina membuat kedua nya tertawa marah sakit menguap hilang entah kemana....