MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA

MELANJUTKAN CINTA YANG TERTUNDA
AKU TERHARU


__ADS_3

...Rafina terus diam Alex kesal lalu berbalik lagi melihat keluar jendela, mematung bingung kenapa mereka sekarang malah jadi kayak orang asing, harus nya setelah ketemu mereka akan kembali mengukir cinta dan bermanis manis setelah sekian lama berpisah. Alex merasa otak nya buntu merayu bukan skil nya, seharusnya saling mengungkap kan kerinduan masing masing, tapi kenapa sekarang malah kayak orang gak saling kenal....


...Alex berbalik lalu duduk di pinggir ranjang sengaja berhadapan dengan Rafina, Alex gak sanggup terus diam diri, " Sayang Kamu marah sama Aku? "tanya Alex untuk memulai percakapan karena cuma itu yang terfikir....


..." Gak Aku gak marah kok" jawab Rafina melihat Alex sekilas lalu menurun kan lagi pandangan malu lihat dada telanjang Alex, Alex semakin heran dan sedikit kesal kenapa Rafina tidak mau menatap nya dan pelit bicara apa Ia terlalu menjijikan hingga Rafina ilfil, " Apa jari jari kamu itu lebih berarti dari pada Aku " ucap Alex awal nya agar Rafina melihat Diri nya tapi kemudian Alex terkikik dalam hati karena omongan nya salah ya jelas jari jari Rafina berarti buat Rafina gimana coba kalau gak ada jari....


...Rafina menatap Alex seketika, Alex tersenyum ternyata kata kata konyol tadi berhasil membuat Rafina menatap nya, " Gak usah senyum senyum jelek tau " ucap Rafian membuang muka geli mendengar kata kata Alex barusan, bagai manapun Rafina sangat merindukan saat saat seperti ini, Ia masih ingat dengan jelas saat saat kebersamaan mereka dulu....


...Alex mencebik kesal di katai senyum nya jelek, " Kamu kangen gak sama Aku " tanya Alex dengan tatapan menggoda, Rafina membuang nafas kasar sambil melengos kesamping, ingin jawab jujur takut kalau Alex hanya ingin menghibur Diri nya....


..." Sayang Kamu ingat gak waktu kamu dapat hukuman nyapu halaman sekolah ?" tanya Alex berusaha terus agar suasana tidak lagi canggung membisu, " Ya ingat lah, itu juga kan gara gara Kamu kan " jawab Rafina " hahaha iya " Alex tertawa lepas....


...Rafina hanya tersenyum melihat Alex tertawa, " Sumpah Aku gak ada niatan untuk bikin kamu kena hukuman loh" ucap Alex lagi dengan nafas tersengal, " Iya Aku tau " jawab Rafina....

__ADS_1


...Alex menyudahi tertawa nya, lalu menarik nafas dalam di tatap nya manik mata Rafina, " boleh Aku peluk kamu Sayang? " tanya Alex, Rafina diam sesaat "kenapa minta ijin tadi di taman malah gak minta ijin langsung main peluk peluk aja" batin Rafina lalu mengangguk, Alex menjatuhkan Diri berlutut di depan Rafina dengan segenap rasa rindu membawa Rafina kedalam pelukan nya....


...Momen ini yang sangat Alex rindukan, " kenapa mau peluk harus minta permisi tadi aja di taman Kamu langsung peluk gak minta ijin " Ucap Rafina tepat di telinga Alex....


...Alex mengulum senyum, " Iya tadi itu kan spontan karena Aku terharu masih bisa melihat mu lagi " ucap Alex semakin mempererat pelukan Alex juga melabuh kan ciuman beberapa kali di pipi Rafina tampa segan....


...Sesaat hati Rafina berbunga bunga, tapi kemudian sendu lagi karena mengingat keadaan Dirinya sekarang, jauh di dasar hati Rafina merasa sangat bahagia dan takut kehilangan Alex tapi logika nya mengatakan kalau Ia harus mengiklas kan Alex....


...puas memeluk Rafina Alex mengurai pelukan nya, " Berjanji lah Kamu akan ada selalu di sisi ku " ucap Alex memandang lekat wajah yang bertahun tahun selalu hadi di setiap tarikan nafas nya, " apa kah Aku pantas " batin Rafina mempertanyakan, hati Rafina seperti di tusuk beribu jarum jujur Ia memang berharap berada di sisi Alex tapi bagaimana pun sekarang kedaan berbeda. ...


..." Kenapa Kamu bicara seperti itu!?, Aku gak mandang fisik kamu Aku tulus mencintai Kamu! Rafina " ucap Alex penuh penekanan karena mulai tersulut emosi, dada nya bergemuruh gak menyangka Rafina bisa menolak nya mentah mentah. Alex mengusap wajah dengan kasar lalu berdiri begitu kesal mendengar ucapan Rafina....


...Rafina terdiam menyesali kata kata nya sendiri, hati nya juga sakit tapi Ia tidak mau egois, Alex sekarang terlalu sempurna baginya tidak terasa bulir bening kembali luruh begitu saja di pipi mulus Rafian....

__ADS_1


...Lama ruangan itu sepi seperti tidak ada manusia di dalam nya, Rafina menangis tampa suara Ia merasa bodoh telah mengejar cinta tampa berfikir lebih tentang kekurangan nya sekarang, Rafina malu dan sangat menyesali pertemuan mereka....


...Rafina merasa jiwa nya lelah tidak sanggup lagi untuk berfikir jauh, pasrah hanya berharap pada sang pencipta kalau Alex memang jodoh nya tentu Allah akan mempersatukan mereka dengan cara nya....


...Sedang Alex terus menatap keluar jendela dengan hati dongkol, ucapan Rafina beberapa menit lalu terlalu menyakit kan bagi nya, Alex merasa tenggorokan nya kering Alex melangkah melewati Rafina yang kini tertunduk " Kamu tunggu disini sebentar " ucap Alex meraih baju kaos yang tadi sempat Ia lempar di atas tempat tidur....


...Alex turun menggunakan tangga, dalam hati terus merutuk soal pertemuan antara Ia dan Rafina, Alex gak bisa terima penolakan Rafina hati nya begitu sakit....


...Alex keluar dari pagar untuk pergi ke indomaret sebrang rumah nya, Alex membeli beberapa minuman dan juga beberapa snak untuk nya dan Rafina, " Ih ganteng kali ya? " ucap salah satu pengunjung indomaret, Alex hanya tersenyum samar....


...setelah di rasa cukup Alex menuju kasir untuk menghitung jumblah belanjaan nya, ada dua orang perempuan di belakang Alex juga ngantri mau bayar, " jadi gimana dengan pacar kamu itu Mbak? " tanya yang satu " Ya Aku pertahan kan lah Mbak Dia itu cinta pertama ku, Aku gak bisa pindah kelain hati" percakapan dua perempuan itu cukup mengusik fikiran Alex....


..." Seratus dua ribu Mas" ucap kasir menghalau fikiran Alex, " Yaudah kembalian nya untuk mbak aja " ucap Alex memberikan dua lembar uang seratusan lalu menyambar kantong kresek kemudian pergi....

__ADS_1


...Alex terimpirasi setelah mendengar ocehan dua permpuan tadi, " Ya Aku harus mempertahan kan Rafina Aku gak ingin kehilanlangan Dia lagi " batin Alex lalu dengan semangat nyebrang. ...


Alex naik lagi kelantai atas menggunakan jalur tanggan, hati nya tidak sabar untuk mengucap kan kata kata manis untuk mempertahankan Rafina, Alex menyunging senyuman penuh arti, langkah nya pun terasa lebih ringan.


__ADS_2