
***
Ceklek
"Silahkan masuk Mas," ucap Alina saat membawa masuk kedalam kamar pribadinya itu.
"Mas mau langsung mandi?" tanya Alina yang tahu betul jika Pras selalu langsung mandi begitu kembali ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Hhmm,"
Kembali, hanya deheman yang Alina dapat sebagai jawaban dari Pras. Namun Alina tidak mempermasalahkan hal itu, toh memang sudah biasa Alina diperlakukan seperti itu oleh suaminya itu.
Alina pun segera menyiapkan air panas didalam bathtub yang ada didalam kamar mandi nya. Sembari menunggu air memenuhi ruang bathtub.
Alina membersihkan makeup yang masih menempel di wajah cantiknya itu. Tidak lupa, Alina juga melepas hiasan rambut yang tadi di pakai oleh nya sebagai pelengkap penampilan nya saat wisuda tadi.
Alina mengurai rambut panjang nya lalu menggulungnya asal, hingga membuat kulit tengkuk lehernya terlihat jelas.
Setelah bathtub terisi penuh dengan air hangat, ALina pun segera kembali kedalam kamar untuk membawa Pras masuk kedalam kamar mandi untuk membantu pria itu membersihkan diri.
Seperti biasa, Alina akan membantu pria itu membuka semua pakaian yang tengah dia kenakan saat ini. Mulai dari jas, dasi, hingga kemeja dan juga celana nya.
Meski sudah terbiasa melakukan itu, Alina tidak bisa menghilangkan kebiasaan nya menahan nafas saat dia harus membuka celana bagian dalam yang di pakai oleh Pras.
Sekuat tenaga Alina harus tampak biasa saja saat melakukan hal itu meski sejujurnya, jantung nya sudah berdetak tidak karuan. Namun Pras tidak menyukai wajah tegang yang selalu Alina tunjukan saat membantunya membuka semua pakaian nya, hingga Alina pun harus berusaha agar terlihat santai meski dia harus melawan rasa gugup setengah mati yang ada didalam dirinya kala membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh kekar Pras.
Setelah tubuh pria itu polos, Alina pun membantunya untuk bangkit lalu masuk kedalam nya. Berendam air hangat adalah yang sangat di sukai oleh Pras.
Rasa lelah dan penat akibat pekerjaan, seketika menghilang saat tubuh nya terendam air hangat dengan campuran minyak aroma terapi yang selalu Alina campurkan ke dalam air hangat itu.
"Mau kemana?" tanya Pras mencekal tangan ALina saat gadis itu akan beranjak dan pergi keluar dari kamar mandi.
"Alin akan tunggu Mas diluar, kenapa? Apa ada yang Mas butuhkan lagi?" tanya Alina menghentikan langkah kakinya.
"Buka baju mu dan masuklah,"
__ADS_1
Lagi, Alina dibuat tertegun dengan permintaan yang dilakukan oleh Pras padanya. Meski mereka pernah mandi bersama, namun untuk mengulang hal itu dengan perasaan Pras yang masih membenci nya, tentu saja hal itu membuat Alina ragu untuk melakukan hal itu lagi.
"Kenapa? Apa kamu lupa, jika menuruti permintaan suami adalah salah satu kewajiban seorang istri?"
"Tentu saja tidak Mas, baiklah jika itu yang Mas ingin kan,"
Meski ragu, namun Alina pun mulai membuka satu persatu baju yang melekat ditubuhnya hingga menyisakan baju dalam dengan warna hitam yang begitu kontras dengan warna kulit Alina yang putih dan mulus.
Dan hal itu membuat Pras tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan saliva nya. Dengan masih mengenakan pakaian dalam nya, Alina pun mulai memasuki bathtub yang ditempati oleh suaminya itu.
Perlahan, Alina mendudukkan diri nya didepan Pras. Alina tersentak kaget saat Pras menggerakkan kakinya untuk memberi ruang agar Alina bisa duduk ditengah tengah antara kedua kaki nya yang mengangkang.
"Mas kamu?___"
Alina tidak bisa melanjutkan lagi ucapan nya sakit kaget nya saat melihat jika Pras sudah bisa menggerakkan kedua kakinya.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka jika aku bisa menggerakkan kaki ku?" jawab Pras dengan balik bertanya dan lengkap dengan nada sinis nya.
Tangan nya bergerak mulai menyentuh kulit punggung Alina yang mulus, lalu membuka pengait bra yang tengah dikenakan oleh Alina saat ini.
"Mas?" lirih Alina saat tubuhnya meremang karena tangan Pras yang mulai menjelajahi tubuh mulus nya.
"Kenapa, hhmm? Ingin menolak sentuhan dari suamimu?"
Alina hanya mampu menggelengkan kepalanya saat Pras kembali bertanya dengan nada yang sangat tidak bersahabat itu.
"Se_sejak kapan Mas bisa kembali berjalan?" tanya Alina yang akhirnya bertanya juga setelah mengumpulkan keberanian nya yang terasa sulit dan berat.
"Kamu tidak perlu tahu akan hal itu, apa kamu tidak senang? Atau, apa kamu berharap aku tetap lumpuh dan kamu bisa dengan bebasnya berhubungan dengan pria itu?" jawab nya lagi dengan berbalik bertanya dengan suaranya yang kian berat.
"Maksud Mas Pras apa? Aku tidak mengerti. Hubungan dengan pria itu? Pria yang mana? Aku bahkan tidak pernah berpacaran dengan siapapun," lanjut Alina yang sekuat tenaga menahan keremangan ditubuhnya karena tangan Pras terus saja bergerilya ditubuhnya.
"Lalu, kenapa pria yang bernama Denis itu selalu saja ada di sekitarmu?"
"Denis teman masa kecilku Mas Om Danu dan tante Leni juga adalah teman dekat Papa dan Mama, tentu saja kami dekat. Tapi hubungan ku dengan Denis tidak lebih hanya sekedar teman,"
__ADS_1
"Apa kamu yakin?"
"Te_tentu saja aku yakin Mas," jawab Alina dengan terbata kala Pras mulai menciumi punggung, bahu dan juga leher jenjang nya.
Alina memejamkan matanya saat tangan Pras mulai bergerak ke depan dan menyentuh bukit kembar miliknya.
Dada Alina mulai naik turun dengan nafas yang tersengal sengal kala gelenyar aneh itu datang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Mas,,," lirih Alina saat kabut gairah sudah merasuki tubuh nya karena sentuhan sentuhan yang dilakukan oleh Pras pada tubuhnya.
"Kenapa? Apa kamu keberatan, jika aku menyentuh seluruh tubuhmu? Hhmm?" bisik Pras dengan suara yang kian memberat dengan tangan yang tidak berhenti bergerak di atas tubuh Alina.
Tubuh ALina yang sudah merasa lemas karena pengaruh gairah ditubuhnya itu akhirnya merosot lalu bersandar di dada bidang Pras.
Pras menyeringai saat tubuh Alina terkulai lemas di atas dada nya. Dengan mata yang terpejam dan dada naik turun akibat nafas yang tidak beraturan, ALina dibuat tidak berdaya oleh Pras.
Seolah tidak ingin membuang kesempatan yang ada, Pras langsung membalik tubuh Alina lalu mulai menyatukan kedua bibir mereka. Pras ******* habis bibir ranum Alina yang masih tampak shock dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Buka mulutmu dan balas ciuman ku," ucap Pras disela pergulatan lidah yang dia lakukan bersama dengan wanita yang sudah berbulan bulan dia nikahi namun baru dia sentuh dengan intim seperti saat ini.
Alina pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Pras padanya. Dan kini mereka pun mulai larut dalam pergulatan lidah yang kian memanas.
"Ma_Mas,," lirih ALina disela nafasnya yang tersengal sengal akibat pangutan yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Aku, akan meminta hak ku malam ini. Aku harap, kamu sudah siap melakukan hal itu,"
Deg...
*
***
"Jeng jeng jeng,,,gimana nih?? Unboxing ga nih Alina nya?? Atau nunggu Pras cinta?? Eh tunggu, tapi kan Pas sudah cinta hanya masih gengsi buat ngungkapin...ok deh, kita lanjut besok lagi ya, othor nya mau istirahat dulu. Semoga besok bisa anjut dengan 2 bab, semoga saja. Aamiin,"
Selamat beristirahat semua nya...bye bye
__ADS_1