
***
Tok
Tok
Tok
Ceklek
“Maaf, permisi Mbok. Dipta nya ada?” tanya seseorang yang malam itu datang bertamu ke rumah Wiratama.
“Eh Den Edo, ada Den. Ayo mari, silahkan masuk. Sebentar ya, Mbok panggilkan dulu Den Dipta sama Non Raya nya,” jawab Mbok Ijah setelah mempersilahkan ketiga pemuda yang malam itu bertamu ke rumah Dipta masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
“Raya?” gumam ke tiga nya saling melempar pandangan dengan dahi yang mengkerut.
Tok
Tok
“Permisi Den Dipta, Non Raya, itu di ruang tamu ada Den Edo, Den Haris sama Den Radit.” ucap Mbok Ijah setelah mengetuk pintu kamar Raya dan memberitahukan pada pasangan halal itu jika mereka tengah kedatangan tamu.
“Oh, mereka sudah datang ya Mbok?”
“Iya Den, sedang nunggu di ruang tamu.”
“Kalau begitu suruh mereka ke kamar saya saja. Terus tolong buatkan minuman dan makanan untuk kami ya MBok, nanti antar ke kamar saya,”
“Baik Den, kalau begitu si Mbok permisi dulu.”
“Iya Mbok, terima kasih,”
Mbok Ijah pun kembali turun ke lantai bawah untuk memberitahukan jika Dipta menyuruh ketiga teman nya untuk langsung ke kamar nya saja.
“Den Edo dan semuanya sudah ditunggu di kamar Den Dipta. Langsung ke sana saja kata nya,” ucap Mbok IJah saat tiba di ruang keluarga rumah itu.
“Oh begitu ya Mbok. Baiklah, kalau begitu kami permisi, ijin masuk kedalam ya Mbok,”
“Iya Den, silahkan.”
Edo, Haris dan juga Radit pun ijin masuk ke dalam rumah itu. Ketiga pemuda itu menaiki anak tangga untuk naik ke lantai atas dimana kamar Dipta dan juga Raya berada.
__ADS_1
Deg
Seketika, langkah kaki ketiga pemuda itu terhenti saat bersamaan mereka tiba di lantai atas. Bertepatan juga dengan Raya dan Dipta yang keluar dari kamar yang sama.
"Raya? Dipta?" tanya ke tiga nya serempak.
Dipta dan Raya sendiri hanya saling lirik lalu tersenyum kaku ke pada ketiga teman nya yang saat ini terlihat begitu shock mendapati mereka yang keluar dari kamar yang sama.
"Kalian?" tanya ketiga nya lagi secara bersamaan.
"Ayo masuk ke kamar gue. Nanti gue jelasin di sana." ajak Dipta yang berjalan lebih dulu ke arah kamarnya dan di ikuti oleh Raya di belakang nya.
Sementara ketiga temannya itu hanya bisa saling lirik dengan kebingungan di wajah masing masing. Hingga akhirnya, ketiga pemuda itu mulai melangkah mengikuti sang punya kamar yang sudah lebih dulu masuk ke sana.
*
*
"APA? MENIKAH?" tanya ketiga nya saat Dipta mulai menceritakan musibah yang di alami bersama dengan Raya tempo hari.
"Eemm, kami sudah menikah. Tapi, gue mohon tolong rahasiakan hal ini. Setidaknya sampai pelaku mesum itu kita tangkap," jawab Dipta terlihat pasrah saat dengan terpaksa memberitahukan teman teman nya masalah pernikahan nya dengan Raya.
"Gila, kurang ajar bener tuh orang. Emang nggak ada tempat lain apa selain sekolah. Bener bener nggak ada akhlak," ucap Radit saat mendengar cerita Dipta yang terpaksa nikah sama Raya karena menjadi tersangka tindakan perbuatan asusila di sekolah.
"Pak Toto bilang sudah. Malah sejak adanya laporan pertama, beliau selalu memantau siapa saja yang masih ada di lingkungan sekolah. Tapi, hasil nya nihil dan sedari saat laporan itu masuk tidak ada sama sekali siswa siswi yang masih berkeliaran di dalam gedung. Entah mereka lewat mana saat masuk atau pun saat mereka keluar dari gedung itu. Yang pasti, mereka tidak lewat pintu gerbang sekolah melainkan lewat pintu belakang," jelas Dipta.
"Pintu belakang? Bukan nya yang memegang kunci belakang hanya Pak Hans? Setelah banyaknya kasus yang bolos lewat pintu belakang. Pintu itu jadi di tutupkan? Dan hanya Pak Hans satu satunya yang tahu kata sandi pintu itu." sambung Haris.
"Itulah makanya kita cerita hal ini sama kalian. Kita, butuh bantuan kalian bertiga buat cari siapa pelaku yang sebenarnya. Dan Gue butuh bantuan lo Do. Bagaimana kalau lo hacking jaringan cctv jalan yang menuju ke sekolah," jawab Dipta.
"Boleh, tapi kita butuh beberapa alat yang pasti nya tidak gue punya. Lo tahu sendiri selama ini gue selalu pake fasilitas Abang gue. Dan kebetulan Abang Gue udah pergi ke LN buat lanjut study di sana. Gimana dong?"
"Tenang saja, apa yang lo butuhkan tinggal bilang. Nanti, gue akan bilang sama Pak Wahyu buat siapin semua yang dibutuhkan,"
"Ok, kapan kita mulai?"
"Secepatnya karena lebih cepat lebih baik,"
"Ok,"
"Lalu, kita bantuin apa Ta?" tanya Radit.
__ADS_1
"Lo sama Haris tolong selidiki siapa saja siswa yang suka main ke belakang sekolah. Terutama pas ruangan perpustakaan dan juga gudang penyimpanan. Siapa tahu mereka melakukan itu di sana. Tapi ingat, apa yang kalian lakukan jangan sampai mencurigakan agar si pelaku tidak menaruh curiga dan kabur gitu aja karena tahu dia tengah di awasi."
"Ok, kalau masalah jadi detektif dadakan. Serahkan pada kami, iya kan bro,"
"Yoi," Radit dan Haris pun beradu kepalan tangan tanda mereka menyanggupi tugas dari Dipta.
Sementara Raya sendiri hanya diam dan menjadi pendengar yang baik saja.Dan sesekali hanya tersenyum saat ke empat pemuda itu layangkan guyonan garing khas anak muda demi mencairkan suasana yang awalnya menegangkan itu.
“Lalu, bagaimana perasaan kalian setelah kalian nikah?” tanya Edo yang iseng menanyakan perihal itu pada pasangan halal yang ada di dekat nya itu.
“Memangnya harus bagaimana? ya biasa aja, iya nggak Ay?” tanya Dipta pada Raya.
“Iya, biasa aja. Memangnya ada bedanya ya? kok kita nggak ya Ta? biasa aja tuh,” jawab Raya dengan berbohong.
Pasalnya, perasaan bahagia itu hadir di hati Raya saat menyandang status istri untuk Dipta, sayang perasaan istimewa itu hanya Raya rasakan seorang diri dan tidak untuk Dipta.
Jadi wajar jika Dipta menjawab biasa saja, itu karena Dipta tidak merasakan apapun pada Raya. Berbeda dengan hal nya dengan Raya yang menganggap hubungan itu begitu spesial.
Usai memantapkan rencana pencarian yang akan mereka awali di hari senin, saat mereka masuk kembali sekolah. Edo, Haris dan juga Radit pun pamit pulang ke rumah masing masing.
Begitu pun dengan Raya dan juga Dipta yang kini mulai mengistirahatkan tubuh lelah mereka di kamar masing masing.
*
*
Sementara di tempat lain…
“Maaf Pak, saya tidak bisa lagi melakukan itu,” jawab seorang gadis dengan suara yang sangat lirih.
“Ayolah, kamu sudah tanda tangan kontrak dan uang yang aku janjikan sudah masuk ke rekening kamu. Apalagi yang pikirkan,” seru seseorang dari balik sambungan telepon yang seorang gadis lakukan secara sembunyi sembunyi di dalam kamar nya.
“Saya benar benar tidak bisa karena___,”
Set
“Karena dia sudah menikah dengan saya. Saya sudah mentransfer balik uang yang anda berikan Pak Hans. Dan tolong, jangan ganggu istri saya lagi jika anda tidak ingin aib anda diketahui oleh khalayak ramai,”
Bip
“Ma_Mas?” lirih sang gadis saat melihat pria yang sudah menjadi suami untuknya itu berdiri tepat di belakang nya.
__ADS_1
“Sudah saya katakan, jangan terima telepon dari nya lagi. Apa kamu mau jika kasus kamu yang saat ini ditanggung oleh orang lain terbuka. Ingat, kamu harus mulai berhati hati jika tidak ingin aib mu di ketahui oleh orang lain,” ucapnya sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar gadis itu.