Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Season 2. Bab.24


__ADS_3

...***...


.


“Mas,” lirih Raya saat merasakan tangan Dipta mulai menyentuh kulit punggung nya lalu, melepas pengait bra yang sedang dia kenakan saat ini.


Deg


Jantung Raya kian berdetak kencang saat Dipta menurunkan gaun di bagian pundaknya hingga memperlihatkan bahu putih dan juga mulus miliknya.


Nafas Raya kian tak beraturan saat Dipta mulai mendaratkan bibir kenyal nya di bahu Raya yang kini telah polos karena gaun yang dia kenakan sudah melorot.


Untung nya, tangan Raya begitu sigap menahan hingga gaun itu tidak jatuh sepenuh nya dari tubuh Raya.


Melihat reaksi Raya yang tampak nya pasrah dan menerima apa yang dilakukannya. Tangan Dipta pun tidak tinggal diam, tangan nakalnya itu kini mulai bereaksi dengan menelusup ke sela sela antara tangan dan ketiak untuk meraih dua buah gundukan kembar milik Raya dari arah belakang.


“Lebih baik kita sholat dulu Mas, agar ibadah kita tidak dicampur tangani oleh syaitan. Dan agar ibadah kita menjadi sebuah keberkahan,” ucap Raya menghentikan apa yang dilakukan oleh Dipta saat ini.


Pria itu pun terdiam selama beberapa saat, lalu menarik diri dari tubuh Raya dan memberi jarak antara dirinya dan juga Raya yang awalnya sudah menempel sempurna, Dipta pun membiarkan istri nya untuk pergi membersihkan diri sebelum menjalani malam panjang di antara mereka.


“Baiklah, bersihkan dirimu lalu kita berjamaah ya?”


“Iya Mas,”


Setelah Dipta memberi jarak, Raya pun langsung melesat ke kamar mandi hotel. Raya tampak menyandarkan tubuhnya di balik pintu lalu mengusap dadanya yang masih berdebar dengan begitu hebat nya karena ulah suaminya.


Berulang kali Raya menghembuskan nafas nya kasar demi menetralkan perasaan nya begitu menggebu karena gugup dan juga bahagia secara bersamaan.


Bahkan Raya tidak bisa berhenti untuk tersenyum di sepanjang dirinya membersihkan diri. Meski rasa gugup kembali merasuki dirinya disaat harus bersiap untuk malam pertama nya dengan sang suami, namun tetap saja Raya masih belum bisa menghilangkan rasa bahagia nya.

__ADS_1


30 menit dilalui Raya untuk membersihkan diri, dan Dipta masih setia menunggu kekasih halalnya itu keluar dari dalam kamar mandi dengan duduk di bibir ranjang dengan ponsel di tangan nya.


Ceklek


Seketika perhatian Dipta teralihkan dengan suara pintu yang di buka. Dipta tercengang saat melihat penampilan sang istri yang hanya berbalutkan juba mandi hotel yang sudah tersedia di dalam kamar mandi.


Memperlihatkan kaki jenjang yang putih dan mulus milik Raya. Meski dulu Raya sering memperlihatkan kaki nya karena memang tidak memakai hijab.


Namun, rasanya itu sudah terlalu lama hingga Dipta lupa jika dulu dia juga pernah melihat kaki jenjang itu.


Namun setelah kembali bertemu, Raya sudah berubah total. Raya telah menutup seluruh tubuh nya dengan baju longgar yang menutup hampir seluruh tubuhnya.


Bahkan mahkota yang biasa terurai begitu saja kini sudah tidak bisa di lihat sembarang orang lagi. Hanya mahram baginya lah yang bisa melihat surai hitam legam milik Raya kini.


Dipta langsung berdiri saat Raya berjalan mendekati nya yang duduk di bibir ranjang yang akan menjadi saksi bisu penyatuan antara dua makhluk adam itu.


“Emm, tunggu aku. Aku tidak akan lama,” jawab Dipta langsung berlalu meninggalkan Raya dengan segala kecanggungan yang hadir diantara mereka berdua saat ini.


Berbeda dengan Raya yang membutuhkan waktu cukup lama untuk membersihkan diri. Dipta hanya butuh waktu 15 menit untuk dia membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan yang jauh lebih segar dengan rambut yang masih basah dan tidak beraturan.


Sungguh, penampilan Dipta saat ini begitu mempesona di mata Raya. Hingga gadis itu pun menatap lekat pada pria yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangan nya.


Dan hal itu kian membuat Raya terpana akan pesona dari sang suami, saat melihat nya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk yang dililitkan di pinggang dan hanya menutupi bagian inti tubuh pria itu dan juga pahanya saja.


Sementara dada bidang nya dibiarkan terbuka begitu saja. Sudah banyak perubahan di dalam tubuh Dipta sedari terakhir mereka bertemu 7 tahun silam.


Tubuh yang biasa Raya peluk sesuka hati itu kini jauh lebih berisi dan berotot. Hingga benar benar menampilkan kegagahan dari seorang Pradipta Dwian Wiratama.


Bahkan tanpa disadari, Raya menelan saliva nya saat melihat penampilan seksi sang suami saat ini. Raya pun langsung menggelengkan kepala nya pelan untuk mengusir pikiran kotor yang tiba tiba muncul di dalam benak nya.

__ADS_1


Dengan segera Raya menyerahkan sarung dan juga baju koko yang akan digunakan oleh Dipta malam ini untuk ibadah sunnah pertama nya bersama dengan Raya.


Meski ini bukan kali pertama mereka beribadah bersama, namun ini adalah ibadah sunnah pertama mereka setelah resmi menikah beberapa tahun yang lalu dan kini mereka baru bisa bersama setelah drama berpisah bahkan putus komunikasi selama bertahun tahun lamanya hanya demi meyakinkan diri jika mereka akan tetap kembali pada takdirnya.


Dan bersiap jika bukan mereka lah orang yang ditakdirkan untuk bersama menyongsong masa depan hingga hari tua yang akan datang nantinya.


“Ini baju nya Mas,” ucap Raya menyerahkan satu set baju untuk beribadah pada pria yang bergelar suaminya itu.


“Iya, terima kasih sayang,” jawab Dipta meraih baju yang diberikan oleh Raya padanya.


Deg


Jantung Raya kembali berdetak kencang saat kata ‘sayang’ meluncur begitu saja dari mulut Dipta. Sungguh, rasanya masih aneh namun sepertinya mulai saat ini Raya harus mulai membiasakan diri untuk mendengar kata kata itu dari Dipta.


Keduanya pun mulai melakukan ibadah sunnah pertama mereka malam ini. Seuntai doa pun Dipta langit kan demi kebaikan dan keberkahan pernikahan nya bersama dengan Raya.


Dan hal itu di aamiin kan oleh Raya dengan setulus hati. Meski mereka menjalani awal pernikahan dengan hal yang salah dan tidak baik, namun bukan berarti mereka akan menyia nyiakan ikatan itu.


Meski butuh waktu untuk keduanya sampai di titik ini, namun terbukti dengan bersatu nya mereka dan memperkuat ikatan suci itu dengan peresmian secara hukum bukan hanya secara agama saja.


“Assalamu’alaikum wahai zawjati,” ucap Dipta saat berbalik dan dengan sigap Raya meraih tangan nya untuk di salami dengan takzim.


“Wa_waalaikumsalam,” jawab Raya kian gugup saat mata teduh sang suami tidak lepas menatap nya dengan begitu lekat.


“Terima kasih, terima kasih karena sudah berkenan menerimaku sebagai imam mu sayangku,” ucap Dipta lagi sebelum membenamkan kecupan sayang di kening sang istri.


*


*****

__ADS_1


__ADS_2