
...***...
..."Hai hai, othor kembali dan setelah di pikir. Sepertinya othor tidak tega meninggalkan kamar ini sebelum menyuguhkan part malam pertama Radit dan Alesya. Othor juga tidak mau di teror dengan komen yang protes karena bagian unboxing nya Alesya si skip. Dan akhirnya...TARA... Yukk markica bab unboxing nya Ale."...
...đź¤đź¤đź¤đź¤...
🌸 Selamat memabaca....
.
"Assalamu'alaikum sayang ku,"
Deg
Jantung Alesya berdebar kencang saat sepasang tangan kekar Radit melingkar indah di pinggang nya, mengunci tubuh Alesya dengan begitu posesif nya.
"Waalaikumsalam Mas," jawab Alesya dengan nada yang lirih.
Malam ini, kedua pasangan pasutri baru itu sudah berada di dalam kamar hotel. Berhubung rasa lelah dan juga gerah akan apa yang tengah di pakai oleh Alesya sebagai ratu sehari hari ini.
Alesya pun ijin ke kamar lebih dulu untuk melepaskan gaun pengantin beserta semua aksesoris yang menempel di badan dan kepalanya.
Radit yang kala itu masih menerima tamu dan berbincang hangat dengan tamu tamunya pun mengijinkan sang istri untuk ke kamar lebih dulu.
Dan kini, pria itu pun sudah masuk kedalam kamar dan menyaksikan sang istri tengah berdiri di balkon kamar, menikmati udara malam hari dari atas ketinggian.
"Kenapa disini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan." lanjut Radit kian mengeratkan pelukan nya di tubuh Alesya.
"Tidak apa apa, hanya sebentar kok. Teman teman Mas sudah pulang?"
"Sudah, makanya Mas ada di sini."
"Ya sudah, mandi sana. Habis itu kita makan, tadi aku sudah pesan makanan lewat layanan kamar,"
"Baiklah, Mas mandi dulu ya. Ayo masuk, jangan di sini terlalu lama."
"Iya Mas,"
Dengan berat hati, akhirnya Radit pun melepaskan pelukannya dan beranjak menuju ke kamar mandi hotel.
Alesya sendiri langsung ikut masuk dan segera menutup pintu penghubung antara kamar dan balkon lalu mengunci nya.
__ADS_1
Tidak lama keduanya masuk, bel kamar pun berbunyi. Alesya pun segera ke depan untuk melihat siapa yang datang dan berharap kalau itu adalah layanan kamar yang dia hubungi beberapa saat yang lalu.
Dan benar saja, salah satu karyawan hotel datang membawakan makanan yang sudah Alesya pesan sebelumnya.
"Layanan kamar nya Nyonya," ucap di karyawan hotel setelah Alesya membukakan pintu kamarnya.
"Baik Mbak, silahkan masuk dan tolong tata di atas meja ya,"
Sembari menunggu suami nya selesai mandi dan juga si karyawan hotel selesai menata makanan nya di atas meja.
Alesya pun bergerak mengeluarkan baju suaminya dari dalam koper. Satu set piyama yang akan pria itu kenakan malam ini.
"Makanan nya sudah selesai dan siap di santap nyonya, selamat menikmati dan saya permisi dulu," ucap karyawan hotel itu pamit undur diri setelah menata makanan di atas meja.
"Iya Mbak, terima kasih atas bantuan nya."
Setelah karyawan hotel itu keluar dari kamar, barulah Radit pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggang dan hanya menutupi bagian inti tubuh pria itu dan juga setengah paha nya saja.
Dan jujur, hal itu membuat Alesya kian gugup tidak terkira. Bahkan Alesya terlihat linglung dan bingung mau melakukan apa saat ini.
“Sayang, kamu kenapa? kok malah melamun?” tanya Radit bingung saat melihat istrinya itu hanya diam terpaku saat melihat nya telanjang dada.
“Mas baru selesai? kenapa lama sekali keluar dari kamar mandi nya?” tanya Alesya saat kesadaran nya mulai pulih.
“Kenapa? sudah tidak sabar ya? Sabar dong sayang, kan masih siang untuk melakukan itu,” jawan Radit dengan sedikit menggoda sang istri.
“Hah, melakukan apa?” tanya Alesya balik.
“Iya itu,” jawab Radit menunjuk ke arah ranjang dengan dagu nya.
Alesya pun mengikuti kemana arah dagu Radit menunjuk dan alangkah terkejut nya Alesya saat Radit menunjuk ke arah ranjang.
Alesya bukan gadis polos yang tidak tahu apa maksud Radit. Meski tidak pernah berpacaran dan dekat dengan pria manapun tentu saja hal itu tidak membuat Alesya polos polos amat.
Toh hal ranjang antara suami istri bisa dipelajari dari mana saja dan dari siapa saja. Dan tentu saja saat ini Alesya tahu betul dengan apa yang dimaksud oleh Radit.
“Bu_bukan itu maksudku. Aku hanya khawatir kalau Mas akan masuk angin jika lama lama berada di dalam kamar mandi,” jawab Alesya terbata karena kian gugup saat Radit menatap nya dengan sangat lekat.
Apa lagi saat pria yang sudah menikahinya itu melangkah maju kian mengikis jarak dengan nya. Perasaan Alesya pun seketika di buat ketar ketir dengan aksi yang dilakukan oleh Radit.
“Ma_Mas pake dulu baju nya. Nanti masuk angin,” ucap Alesya menahan tubuh Radit agar tidak semakin maju dan kian mendekat ke arahnya dengan menyentuh tubuh bagian dada Radit hingga membuat darah pria itu berdesir hebat manakala mendapatkan sentuhan dari tangan lembut sang istri.
__ADS_1
“TIdak perlu, nanti juga akan dibuka lagi. lebih baik seperti ini saja biar lebih mudah,” jawab nya ambigu.
“Mudah? mudah apa?” tanya Alesya kian bingung.
Tangan mungil nan halus nya kian menekan bagian dada Radit untuk menahan agar pria itu berhenti bergerak dan semakin mendekat.
“Mas, jangan begini,” lirih ALesya yang sudah tidak tahan lagi menahan detak jantung nya yang menggila akibat ulah Radit malam ini.
“Kenapa? Apa kamu keberatan?” tanya Radit dengan suara berat nya.
“Te_tentu saja tidak. Ta_tapi, ini membuatku gugup setengah mati. bahkan jantungku hampir saja copot,” ucap Alesya akhirnya mengeluarkan semua isi hatinya dan hal itu membuat Radit tertawa lepas saat melihat wajah Alesya saat ini.
Gemas sekali rasanya, padahal Alesya jauh lebih dewasa dari Radit. Namun, kenapa wanita itu malah terlihat begitu menggemaskan hingga Radit pun akhirnya menariknya masuk kedalam pelukan nya.
“Tidak apa apa, jika belum siap. TIdak usah di lakukan sekarang. menunggumu bertahun tahun saja ku mampu kok, ini hanya menunggu beberapa saat aku masih bisa menahan nya.” bisik Radit setelah Alesya berada di dalam pelukan nya.
“Tidak, aku bukan nya belum siap hanya saja. Aku terlalu gugup,” jawab Alesya membalas pelukan dari Radit.
“Bagaimana kalau kita mulai dengan ciuman, anggap saja sebagai perkenalan kita malam ini,”
Alesya bergeming, namun gerak tubuh nya memberikan petunjuk jika dia mengijinkan Radit untuk mencium nya.
Perlahan, Radit pun mulai mengurai pelukan nya. lalu menatap intens wajah cantik sang istri yang ada di bawah wajahnya.
Radit memiliki tinggi badan 185 cm sedangkan Alesya 165 cm. Jelas saja, Radit jauh lebih tinggi dari istrinya yang mengharuskan pria itu menunduk jika ingin menatap wajah cantik sang istri.
Perlahan tapi pasti, Radit pun mulai memajukan wajahnya mendekati wajah Alesya. Melihat wajah suaminya kian mendekat, refleks Alesya pun mulai memejamkan matanya hingga akhirnya kedua bibir yang masih sama sama perawan dan bujang itu pun akhirnya bertemu untuk pertama kalinya.
Radit ******* lembut bibir ranum nan manis milik Alesya. Dengan berbekal insting, kedua nya pun akhirnya larut dalam pergulatan lidah yang cukup panas hingga membuat sesuatu di dalam diri mereka seperti terbakar hingga membara.
“Aku menginginkanmu,” bisik Radit di sela nafas yang memburu usai pergulatan lidah yang dia lakukan bersama istrinya.
“A_aku milikmu Mas, lakukan apapun yang kamu mau,” jawab Alesya tidak kalah berbisik karena nafasnya yang masih ngos ngosan.
Radit pun kembali menyatukan bibir mereka berdua hingga pergulatan itu kini berpindah menjadi di atas ranjang.
Dan akhirnya, Radit pun kini bisa memiliki Alesya dengan seutuh nya setelah mereka berhasil berbagi seliva dan peluh di malam ini.
*
*****
__ADS_1