Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.39


__ADS_3

***


"Masuk dan duduklah. Ada yang ingin aku bicarakan," jawab Pras tanpa mengalihkan perhatian nya dari berkas berkas yang ada di meja kerja nya.


Monica tampak berjalan masuk lalu duduk tepat didepan Pras dengan penuh percaya diri. Bahkan wanita yang berpenampilan cukup seksi itu hingga sedikit membungkukkan tubuh ya, menyilangkan kedua tangan nya lalu menyimpan kedua tangan yang menyilang itu di atas meja.


Hingga membuat belahan dada nya terlihat begitu jelas. Memperlihat kan bukit kembar yang tampak putih mulus dan juga montok.


Sangat jauh jika di banding kan dengan milik ALina yang memiliki ukuran standar, seperti milik wanita remaja pada umum nya.


Namun sayang, Pras tidak tertarik sama sekali. Bahkan pria yang terkenal dengan sikap dingin nya itu tetap fokus pada lembar demi lembar berkas yang harus dia periksa dan dia tanda tangani.


"Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan Pras?" tanya Monica setelah sekian menit berlalu hanya melihat Pras yang bekerja tanpa menghiraukan kehadiran nya.


Pras pun tampak menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Monica.


"Tolong bersikap profesional IBu Monica, kita ada di lingkungan kerja. Dan lagi, saya paling tidak suka jika di perusahaan saja ada gosip. Saya harap anda mengerti dengan peraturan disini dan juga mematuhinya," jawab Pras penuh dengan ketegasan.


Dan jujur itu membuat Monica tertegun. Dia pikir selama ini hal itu tidak akan dipedulikan oleh Pras yang memang memiliki sikap cuek akan hal apapun.


"Apa maksud kamu Pras? Aku tidak mengerti," tanya Monica menegakkan posisi duduknya.


"Sudah saya katakan Ibu Monica. Tolong bersikap profesional, disini saya seorang atasan bukan teman atau kenalan anda. Jadi saya harap bersikap sopan lah,"


Deg


Monica semakin dibuat tercengang saat Pras memberi pembatas akan hubungan nya. Seketika Monica pun langsung melirik ke arah Alina yang masih duduk di sofa ruangan itu.


"Ada apa ini? Lebih baik, katakan ada apa memanggilku kemari?" tanya Monica lagi yang sudah dibuat kesal oleh sikap Pras yang menolak berakrab dengan nya.

__ADS_1


"Begini, di lobi saya mendengar desas desus tentang hubungan kita. Dan jujur saya tidak suka itu, entah itu bersumber dari mana dan dari siapa saya juga tidak peduli hanya saja. Tolong klarifikasi itu pada karyawan agar mereka tidak salah paham. Saya sudah menikah dan tentu saja, saya tidak mau hal ini mempengaruhi pernikahan kami, semoga anda bisa memahami dan tidak salah paham lagi tentang hubungan kita ini," jelas Pras yang membuat Monica mengepalkan kedua tangan nya.


Namun, Monica harus menekan rasa sabarnya dan bersikap seolah tidak tahu apa apa. Meski kesal setengah mati, Monica tetap berusaha tersenyum didepan Pras.


"Maaf jika hal itu membuat kamu tidak nyaman, akan aku pastikan jika hal ini tidak akan terjadi lagi," jawab Monica menekan rasa sabarnya.


"Bagus kalau begitu. Sayang, kemari," lanjut Pras memanggil Alina untuk mendekat.


Dengan perasaan ragu, Alina pun berjalan mendekati meja kerja Pras. Lalu berdiri tepat di samping pria itu.


Pras langsung menarik Alina hingga gadis itu terjatuh di atas pangkuan nya. Dan tentu saja hal itu membuat ALina terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Pras padanya.


"Mas," bisik Alina yang sebenar nya ingin berteriak namun di sana ada Monica, yang tentu saja membuat Alina tidak bisa leluasa melakukan sesuatu.


Pras sendiri hanya tersenyum saat melihat keterkejutan Alina saat dirinya menarik san istri, hingga wanita itu jatuh ke atas pangkuan nya.


"Sayang, kamu pernah melihat nya datang ke rumah kan? Namanya Monica, kami teman semasa kuliah dulu. Dan kini kami berkerja sama dalam sebuah proyek," jelas Pras memperkenalkan Monica pada istrinya.


Selain gugup karena diperkenalkan secara resmi sebagai istri. Posisi duduknya juga yang membuat tidak nyaman. Namun tampak nya Pras tidak peduli dengan ketidak nyamanan ALina.


Pria itu tetap menahan tubuh Alina agar tetap berada di atas pangkuan nya. Bahkan Pras begitu erat memeluk pinggang ALina.


Melihat hal itu, tentu saja membuat Monica semakin terbakar api cemburu. Namun Monica tetap berusaha bersikap tenang dan santai.


Meski pada kenyataan nya, jika bisa. Ingin sekali wanita itu menarik lalu menjambak rambut wanita yang saat ini ada di atas pangkuan Pras, pria masih sangat di cintai.


"Hai juga, senang bisa berkenalan dengan mu," jawab Monica mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Alina.


Kedua wanita itu pun bersalaman untuk meresmikan perkenalan mereka. Melihat respon positif Alina pada perkenalan nya dengan Monica membuat Pras tidak tahan untuk semakin memeluk erat tubuh mungil wanita yang selama ini dia benci namun Tuhan berkehendak lain.

__ADS_1


Disaat ada pria yang dengan lantang akan membawa Alina pergi dari nya. Pras baru menyadari jika dia tidak bisa kehilangan ALina. Dengan berdalih sebuah pertanggung jawaban, Pras mengurung dana mengikat ALina pada sebuah tali pernikahan.


Namun ternyata bukan itu yang Pras inginkan. Bukan pertanggung jawaban dari ALina, melain kan rasa cinta yang tulus yang selalu diberikan oleh Alina padanya.


"Baiklah, sekarang kalian sudah saling mengenalkan? Aku harap tidak akan ada lagi kesalahpahaman di antara kita. Dan sekarang kamu boleh kembali ke ruangan kamu Bu Monica," lanjut Pras lagi yang membuat Monica tahu jika saat ini dirinya tengah di usir secara halus oleh pria itu.


"Baiklah, kalau begitu. Saya permisi," Monica pun langsung bangkit dari duduknya lalu kemudian beranjak dari sana.


"Bagaimana? Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Pras pada Alina setelah kepergian Monica.


"Memang nya aku kenapa? Aku baik baik saja," jawab Alina mencoba menutupi keresahan nya prihal gosip yang dia dengar tadi saat berada di lobi perusahaan itu.


"Jangan bohong. Mas tahu jika kamu merasa terganggu dengan apa yang di katakan oleh para karyawan tadi dibawah,"


"Iya sih, tapi semua sudah jelas dan aku sudah jauh lebih baik,"


"Apa ini artinya kamu merasa cemburu? Hhmm?'


Deg


Jantung Alina berdetak lebih cepat saat Pras menanyakan apakah dia tengah merasa cemburu.


"Ti_tidak, aku tidak___mmffftttt,"


Belum sempat Alina mengelak Pras sudah lebih duku membungkam mulut Alina dengan bibirnya.


Pras ******* habis bibir ranum Alina tanpa menghiraukan sekeliling nya. Dan tanpa kedua pasangan yang berbahagia itu sadari, jika apa yang mereka lakukan dengan begitu jelas oleh sepasang mata yang menatap penuh rasa benci pada keduanya.


Tidak ingin semakin sakit dan hancur saat melihat kemesraan Pras dan sang istri. Monica pun langsung pergi meninggalkan ruangan dimana pria yang masih sangat dia cintai tengah bermesraan dengan wanita lain, yang tidak lain adalah istrinya sendiri.

__ADS_1


*


***


__ADS_2